Category Archives: ARTIKEL DAN OPINI

22Dec/16
Hari-Ibu-2016-by-Mohammad-Tohir

Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2016

MEMBAHAGIAKAN IBU

Hari-Ibu-2016-by-Mohammad-Tohir

Penulis: Mohammad Tohir Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Pascasarjana Universitas Jember (http://tohir.web.unej.ac.id/)

Saudaraku yang masih punya ibu. Senyampang hari ibu. Hayo bahagiakan ibumu.

Kalau kau sempat, datang dan peluk ibumu. Sanjung dan sayanyi ibumu. Banggakan ibumu dengan keyakinan bahwa kita adalah investasi terbaik untuk akhiratnya. Bahwa kita adalah waladun sholihun yad’u lah.

Atau

Setidaknya … sempatkan waktumu untuk berinteraksi dengan ibumu.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
21Dec/16
qori

Efek Pemberian Tempe Kedelai Terhadap Respon Imun Untuk Mencegah Kanker Payudara

Efek Pemberian Tempe Kedelai Terhadap Respon Imun Untuk Mencegah Kanker Payudara

qori.1Penulis: Dia Qori Yaswinda Mahasiswi Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember

Kanker payudara yang termasuk penyakit tidak menular, saat ini menjadi masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Menurut WHO (2012), kejadian kanker payudara sebanyak 1.677.000 kasus. Di negara berkembang dan terdapat 794.000 kasus kanker payudara dan sebanyak 324.000 kasus menyebabkan kematian. Berdasarkan data dari International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2012, insiden kanker payudara sebesar 40 per 100.000 perempuan. Insiden tertinggi penderita kanker payudara pada golongan usia 40 sampai 49 tahun sebesar 23,9 %.

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker cukup tinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2013), 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330.000 orang mengidap kanker. Kanker payudara merupakan kanker dengan prevalensi tertinggi terutama pada  perempuan disusul kanker leher rahim (serviks). Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2010, kasus rawat inap kanker payudara sebesar 12.014 kasus (28,7%) dan disusul kanker serviks dan leukemia. Menurut WHO diperkirakan pada tahun 2030 insiden kanker mencapai 26 juta orang dan 17 juta diantaranya meninggal akibat kanker (Depkes RI, 2013).

Beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker payudara adalah usia tua, menarche (pertama kali menstruasi) dini, usia makin tua saat menopause, usia  tua saat pertama kali melahirkan, tidak pernah hamil, riwayat keluarga menderita kanker payudara, riwayat pernah menderita tumor jinak payudara dan mengkonsumsi obat kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang. Selain itu, kanker payudara juga terjadi karena lemahnya sistem pertahanan tubuh (sistem imun) (Kusmardi et al., 2006). Pada umumnya, tubuh melakukan perlawanan terhadap sel-sel yang bermutasi (sel kanker) untuk mencegah terjadinya kanker, tetapi terkadang sistem imun gagal untuk mendeteksi sel yang bermutasi, sehingga menyebabkan sel kanker dapat berkembang (Igney dan Krammer, 2002).

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
20Dec/16
Sedang Paralel Seminar Nasional FKIP Unej 2016

Mengisi Liburan Semester dengan 5M

 
Seminar Nasional Pasca Unesa 2016

Oleh: Mohammad Tohir
Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Pascasarjana Universitas Jember dan Guru SMP Negeri 2 Jember

Liburan semester merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh mayoritas mahasiswa. Karena liburan semester menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat setelah rutinitas kuliah yang padat, mulai dari pembelajaran di kelas, tugas kuliah yang menumpuk, aktivitas organisasi, sampai tugas kantor/instansi masing-masing. Hal ini tidak heran apabila mahasiswa mengalami tingkat stress yang tinggi jika tidak dibarengi dengan liburan. Mayoritas mahasiswa selama liburan biasanya pulang kampung atau menghabiskan waktu dengan keluarga, ada juga yang pergi piknik, berwisata untuk refresing, bahkan ada juga yang cuma tetap dirumah  sambil main game. Akan tetapi jikalau kita mengisi liburan dengan hal-hal yang positif akan lebih baik dan bermakna bagi kita, masyarakat, bangsa dan negara. Berikut lima kegiatan yang dapat kita lakukan dalam mengisi liburan semester yang penulis rangkum dalam 5M: yaitu (1) Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, (2) Mengasah Skill Akademik maupun Non-akademik, (3) Menghabiskan Waktu Bersama Keluarga/Famili/Teman Dekat, (4) Mengembangkan Karir, (5) Membangun Koneksi atau Relasi yang Baik. Berikut uraian selengkapnya:

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
06Dec/16
widhi.1

Australia Indonesia Science Symposium (AISS) di Canberra, Australia.

widhi

Penulis: Widhi Dyah Sawitri, Ph.D. Dosen Program Studi Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember.

Tanggal 28 November hingga 1 Desember 2016, pertama kali diselenggarakannya Australia Indonesia Science Symposium (AISS) di Canberra, Australia. AISS ini adalah forum yang mempertemukan antara ilmuwan senior dan junior baik dari pihak Indonesia maupun Australia, sehingga diharapkan melalui forum ini dapat terjalin kerjasama sains antara kedua negara tersebut mengingat kerjasama sains antara Indonesia dan Australia sudah berjalan beberapa dekade. Acara ini turut dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang  Brodjonegoro, Menteri Pembangunan Internasional dan Pasifik Australia Concetta Fierravanti-Wells, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Australia Andrew Holmes, dan Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Sangkot Marzuki.

Topik yang dibahas dalam forum AISS ini sangat beragam mulai dari bidang kesehatan, pertanian, kelautan, dan informatika. pada hari pertama tanggal 28 November 2016 dalam AISS, Prof. Bambang Sugiharto, salah satu guru besar Universitas Jember sekaligus dosen beberapa mata kuliah di Program Studi Magister  Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember, menjadi salah satu Public Plenary Speaker sesi pertanian.

Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Bambang Sugiharto memberikan materi mengenai GMO tebu bersama Professor James Dale dari Australia yang mengembangkan GMO pisang  dengan kandungan beta-karoten dan Dr. Andrew Ash sebagai kepala riset ilmuwan di CSIRO bidang pertanian, Australia dan telah menjalin kerjasama dengan Universitas Jember dalam riset cassava (dengan grup Prof. Achmad Subagio).

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Nov/16
HARI GURU.web

Menjadi Guru Idaman Siswa

Menjadi Guru Idaman Siswa

WhatsApp Image 2016-11-25 at 16.14.51

Oleh: Mohammad Tohir
Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember
dan Guru SMP Negeri 2 Jember

 

Peran Guru ketika disekolah sebagai orang tua bagi siswa. Dimana Guru harus berperan sebagai sosok panutan siswanya agar suasana belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Siapa yang tidak mau menjadi guru yang diidamkan oleh siswa. Sepertinya semua guru akan mengharapkan hal ini. Akan tetapi tahukah kita bahwa semakin minta diidamkan siswa, maka akan semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak diidamkan siswa? jika menjadi guru yang diidamkan oleh siswa merupakan tujuan utama kita, maka sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan yang diinginkan oleh siswa. Menjadi guru yang diidamkan oleh siswa juga bukan berarti menuruti semua yang siswa mau atau inginkan. Karena jika guru menuruti semua keinginan siswa bisa jadi malah membuat keluar dari tujuan dan kegiatan proses belajar mengajar.

Berikut adalah hasil survey dari pengalaman penulis tentang Guru yang di idamkan oleh siswa. Hasil survey ini didapat setelah upacara Hari Guru pada tanggal 25 November 2016 pagi ini.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Nov/16
HARI GURU.web

Muchamad Taufiq, S.H.,M.H : HARI GURU: MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

HARI GURU : MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

pak taufiq

Oleh : Muchamad Taufiq, S.H.,M.H. [1]

PENGANTAR

Tiada kata terindah yang dapat diucapkan dihari yang indah ini, kecuali “DIRGAHAYU GURU INDONESIA, DITANGANMU NASIB GENERASI INI KAU BENTUK”. Guru merupakan istilah yang sangat lama telah bersemayam dihati segenap anak bangsa, sebagai “PAHLAWAN TANPA TANDA JASA”. Sebagai tanda penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan, menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Meski term sebagai “Pahlawan Tanda Jasa” itu tidak lagi “seangker” masa lalu seiring dengan berbagai fenomena yang “mungkin” dinilai telah mencederai sebuah tugas mulia sebagai seorang “GURU”.  Dimasa lampau akan selalu terngiang bahwa hampir semua orang tua akan bangga bahkan mendorong kelak anaknya akan menjadi seorang guru, karena “Guru” merupakan profesi teramat mulia, memberikan ilmu yang saat ini lebih dikenal dengan istilah “knowledge transformation”.

Saat ini perlu pemahaman secara normatif bahwa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen maka term ”Guru” tidak lagi sendiri namun bersama “Dosen” yang  mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Justifikasi terhadap kedudukan guru dan dosen  sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Guru dan Dosen didefinisikan profesional. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
21Nov/16
IMG-20161114-WA0013

ORANG TUA BERPERAN PENTING TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK

IKM S2

Penulis : MEGA INDAH PN,.S.ST (Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember)

Perkembangan anak sangat ditentukan oleh pola asuh dari orang tua. Pola asuh yang tepat akan mengarahkan pada perkembangan kepribadian yang baik dan juga sebaliknya. Secara umum dampaknya adalah sebagai berikut:

  1. Pola pikir. Perkembangan cara berpikir anak sangat tergantung pada pola asuh yang diberikan orang tua. Apabila terjadi kesalahan dalam pola asuh maka kemungkinan besar anak akan mengalami keterlambatan dalam berpikir dewasa.
  2. Pola asuh yang salah akan menjadi penyebab perkembangan kepribadian anak menjadi sangat terlambat. Anak yang terlalu dimanjakan (salah satu bentuk kesalahan pola asuh) akan cenderung takut mengambil keputusan sendiri.
  3. Kematangan emosi anak juga akan sangat ditentukan oleh pola asuh yang didapatkan. Oleh karena itu untuk mengajarkan anak dalam mengelola emosi harus dimulai dengan memberikan pengasuhan yang tepat. Anak mudah marah, mudah menangis, penakut, atau kondisi emosi negatif lain adalah buah dari pengasuhan yang salah dalam lingkungan keluarga.
  4. Bergaul dilingkungan sosial dengan teman sebaya membutuhkan rasa percaya diri yang kuat dari anak. Apabila hal ini tidak ditunjang dengan cara mengasuh yang tepat maka anak akan sulit bergaul dengan sebayanya.
  5. Pengenalan konsep. Baik atau buruk, benar dan salah sebaiknya dikenal oleh anak dalam lingkungan keluarga atau dalam pengasuhan. Proses pengasuhan bukan sekedar menjaga anak agar terhindar dari bahaya secara fisik tetapi juga dalam penalaran terhadap konsep.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
18Nov/16
1

YUUUK TERAPKAN POLA HIDUP SEHAT AGAR TERHINDAR DARI DIABETES MELLITUS

IKM S2Penulis: Kustin, S.KM. Mahasiswa Magister  Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember

Pembangunan kesehatan indonesia diarahkan guna mencapai pemecahan masalah kesehatan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Sejak awal pembangunan kesehatan telah diupayakan untuk memecahkan masalah kesehatan lingkungan, penemuan obat-obat efektif untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi penyakit dan kesakitannya. Saat ini di negara berkembang telah terjadi pergeseran penyebab kematian utama yaitu dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Kecenderungan transisi ini dipengaruhi oleh adanya berubahnya gaya hidup, urbanisasi dan globalisasi. Penyakit yang tergolong dalam penyakit tidak menular yang mengiringi proses penuaan usia (degeneratif) diantaranya: Neoplasma (Kanker), Gangguan mental, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Diabetes Melitus, dan lain-lain. Diabetes Melitus (DM) merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan hormon insulin secara absolut.

Salah satu pemicu timbulnya berbagai penyakit disebabkan perubahan gaya hidup yang telah memperluas epidemis obesitas dan diabetes mellitus. Perubahan gaya hidup dan pola makan dari makanan yang berbasis karbohidrat menjadi makanan berlemak tinggi meningkatkan timbulnya penyakit degenerative seperti jantung coroner, hipertensi dan diabetes mellitus. Diabetes mellitus merupakan suatu kelainan metabolik kronis serius yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan seseorang yang ditandai dengan kondisi dimana konsentrasi glukosa dalam darah secara kronis lebih tinggi daripada nilai normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin atau fungsi insulin tidak efektif. Kadar glukosa darah merupakan factor yang sangat penting untuk kelancaran kerja tubuh. Karena pengaruh berbagai factor dan hormone insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas, sehingga hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah Bila kadar glukosa dalam darah meningkat sebagai akibat naiknya proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat, maka oleh enzim-enzim tertentu glukosa dirubah menjadi glikogen. Proses ini hanya terjadi di dalam hati dan dikenal sebagai glikogenesis. Sebaliknya bila kadar glukosa menurun, glikogen diuraikan menjadi glukosa. Proses ini dikenal sebagai glikogenolisis, yang selanjutnya mengalami proses katabolisme menghasilkan energy (dalam bentuk energy kimia, ATP). Kadar normal glukosa puasa dalam darah adalah 70 – 110 mg/dl.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
10Nov/16
SELAMAT HARI PAHLAWAN

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI DAN MENGHORMATI PARA PAHLAWAN DAN MENJADIKANNYA SEBAGAI HUJJAH UNTUK BERAMAL KEBAIKAN

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat hanya seremonial saja. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu. Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya.

Kita wajib mendoakan atas jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November. Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya sekedar itu saja. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan.

Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan Indonesia yang bersih dan bebas korupsi. Negeri kita sedang diwarnai kasus korupsi yang sudah mencapai stadium terakhir. Karena sudah melibatkan para pejabat tinggi dan yang paling menyedihkan sudah melibatkan para penegak hukumnya sendiri. Yang semestinya mereka membantu memberantas korupsi namun sekarang kebalikan dari semua itu. Dan kita sangat membutuhkan orang-orang berani untuk memberantasnya. Karena korupsi adalah akar dari kehancuran sebuah Negara.

Sifat dan ciri seorang dikatakan pahlawan adalah jujur, pemberani, dan rela melakukan apapun demi kebaikan dan kesejahteraan orang banyak.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
10Nov/16
SELAMAT HARI PAHLAWAN

KEPAHLAWANAN DAN NILAI-NILAI JSN45

KEPAHLAWANAN DAN NILAI-NILAI JSN45

taufik

Oleh Muchamad Taufiq, S.H.,M.H.

Mahasiswa Pascasarjana S3 FH UNEJ, Kabid Hukum-Ham-LH PD. PPM Jawa Timur, Bidang Organisasi & Hukum PMI Jawa Timur, Pengprov FORKI Jawa Timur.

PENDAHULUAN

Hanya Bangsa yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya Dapat Menjadi Bangsa yang  Besar.  “Satukan Langkah untuk Negeri” merupakan tema peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2016. Setiap memperingati Hari Pahlawan membuat kita ingat pada sejarah heroik perjuangan “arek-arek Suroboyo” dibawah pimpinan Bung Tomo. Tidak menutup kemungkinan pada tanggal 10 Nopember 1945 ditempat lain penjuru nusantara ini juga terdapat perlawanan terhadap penjajah. Mereka yang berjuang dan akhirnya gugur melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan kala itu kita sebut “Pahlawan”. Tidak sedikit anak bangsa yang mendapatkan gelar “Pahlawan” secara dejure namun sesungguhnya sangat banyak “Pahlawan” secara defacto. Artinya secara dejure gelar Pahlawan memang sudah diatur tata cara dan syarat pemberiannya dalam UU No. 20 Tahun 2009, namun sesungguhnya tidak sedikit anak bangsa yang pantas disebut “Pahlawan”.

PAHLAWAN NASIONAL

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan memberikan definisi terhadap Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia. Gelar berupa Pahlawan Nasional dan didalam pemberian Gelar dapat disertai dengan pemberian Tanda Jasa dan/atau Tanda Kehormatan. Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS