Category Archives: ARTIKEL DAN OPINI

05Jun/17
logoposikm

MANFAAT PUASA BAGI KESEHATAN

imas

imas imama STr.Keb Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember.

Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Bulan ramadhan telah tiba, artinya kesempatan umat muslim untuk menjalankan kewajiban berpuasa dan mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya juga terbuka.

Dengan niat yang kuat dan ikhlas, ibadah puasa dapat kita jalani dengan maksimal sekaligus memberikan manfaat yang maksimal pula bagi diri kita. Selain menjadi ladang pahala bagi umat muslim, berpuasa juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia itu sendiri.

Karena itu, agar makin termotivasi dalam menjalani puasa Ramadhan, kita juga perlu tahu apa saja manfaat berpuasa dari segi ilmiah. Manfaat berpuasa ini telah banyak dibahas diberbagai artikel, maka kami menghimpunnya dan memilah yang terbaik dan mudah dipahami.

  1. Baik Bagi Kesehatan Jantung & Pembuluh Darah

Sakit jantung tidak dipungkiri lagi merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang di dunia, apalagi di Indonesia dengan jumlah perokok terus makin meningkat tiap tahunnya penyakit jantung adalah ancaman nyata. Untungnya, berpuasa memiliki dampak yang sangat baik bagi jantung, ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang menurut penelitian “chronobiological” ternyata hal tersebut merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah.

  1. Psikologi Yang Tenang Cegah Penyakit Kronis

Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengharuskan kita menahan amarah. Hal ini membuat keadaan psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan secara ilmiah akan menurunkan kadar adrenalin dalam tubuh. Minimnya adrenalin akan memberikan efek baik pada tubuh seperti: mencegah pembentukan kolesterol dan kontraksi empedu yang lebih baik dimana hal ini dapat mengurangi resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

  1. Pola Pikir yang Lebih Tajam & Kreatif

Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat, uniknya menurut penelitian ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Selain itu ditinjau dari segi insting, masalah rasa lapar adalah masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih tajam dan kreatif.

Hal ini juga dibuktikan dengan suatu kasus pada sekelompok mahasiswa di University of Chicago yang diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “REMARKABLE.” Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
06Apr/17
selamat hari nelayan1

“Nelayan dan samudra besar”

selamat hari nelayan1

“Nelayan dan samudra besar”

Pada umumnya mereka yang  berprofesi sebagai nelayan karena dengan pekerjaan inilah mereka menyambung hidup keluarga mereka.

Kehidupan di laut sudahlah sangat biasa bahkan tidak mengenal panas, dingin maupun hujan.

Nelayan kecil yang berada di tengah-tengah samudra besar itulah hari-hari yang di lalui, pagi bertemu malam dan malam bertemu pagi adalah  sebuah harapan demi harapan yang terlintas dalam benak hati mereka yang tak pasti seberapa banyak hasil tangkapan ikan yang diperoleh akan tetapi semuanya di lalui demi menyambung hidup bahkan taruhan sebuah nyawa juga dilakukan demi laut tercinta….

Nanik Hariyana

Mahasiswa Doktor Manajemen Universitas Jember  pemerhati  wilayah pesisir.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
28Feb/17
logoposikm

DAMPAK MSG BAGI KESEHATAN ANAK

DAMPAK MSG BAGI KESEHATAN ANAK
Oleh : Sri wahyuni, S. KM
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat

Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Konsumsi makanan jajanan di masyarakat diperkirakan terus meningkat mengingat terbatasnya waktu anggota keluarga untuk mengolah makanan sendiri. Keunggulan makanan jajanan adalah murah dan mudah didapat, serta cita rasa yang sesuai dengan masyarakat.

Makanan olahan buatan pabrik, dari mi instan sampai dengan makanan cepat saji. Dari keripik kentang sampai dengan makanan di warung-warung tegal, yang biasa dikonsumsi, terutama pada saat makan siang. Semuanya mengandung bumbu penyedap atau yang biasa dikenal dengan vetsin atau MSG. Vetsin atau monosodium glutamate (MSG) adalah penyedap rasa yang sering digunakan saat memasak untuk menyedapkan masakan. Setelah diberi sedikit vetsin, makanan dapat menjadi sedap karena di dalam vetsin itu terkandung asam sodium glutanik (glutanic acid sodium). MSG dapat digunakan dalam berbagai makanan yang memiliki rasa gurih termasuk daging, ikan, berbagai sayuran, berbagai saus, berbagai sup dan berbagai bumbu. MSG menimbulkan gabungan rasa yang baik antara rasa asin dan asam.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Dec/16
Hari-Ibu-2016-by-Mohammad-Tohir

Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2016

MEMBAHAGIAKAN IBU

Hari-Ibu-2016-by-Mohammad-Tohir

Penulis: Mohammad Tohir Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Pascasarjana Universitas Jember (http://tohir.web.unej.ac.id/)

Saudaraku yang masih punya ibu. Senyampang hari ibu. Hayo bahagiakan ibumu.

Kalau kau sempat, datang dan peluk ibumu. Sanjung dan sayanyi ibumu. Banggakan ibumu dengan keyakinan bahwa kita adalah investasi terbaik untuk akhiratnya. Bahwa kita adalah waladun sholihun yad’u lah.

Atau

Setidaknya … sempatkan waktumu untuk berinteraksi dengan ibumu.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
21Dec/16
qori

Efek Pemberian Tempe Kedelai Terhadap Respon Imun Untuk Mencegah Kanker Payudara

Efek Pemberian Tempe Kedelai Terhadap Respon Imun Untuk Mencegah Kanker Payudara

qori.1Penulis: Dia Qori Yaswinda Mahasiswi Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember

Kanker payudara yang termasuk penyakit tidak menular, saat ini menjadi masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Menurut WHO (2012), kejadian kanker payudara sebanyak 1.677.000 kasus. Di negara berkembang dan terdapat 794.000 kasus kanker payudara dan sebanyak 324.000 kasus menyebabkan kematian. Berdasarkan data dari International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2012, insiden kanker payudara sebesar 40 per 100.000 perempuan. Insiden tertinggi penderita kanker payudara pada golongan usia 40 sampai 49 tahun sebesar 23,9 %.

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker cukup tinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2013), 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330.000 orang mengidap kanker. Kanker payudara merupakan kanker dengan prevalensi tertinggi terutama pada  perempuan disusul kanker leher rahim (serviks). Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2010, kasus rawat inap kanker payudara sebesar 12.014 kasus (28,7%) dan disusul kanker serviks dan leukemia. Menurut WHO diperkirakan pada tahun 2030 insiden kanker mencapai 26 juta orang dan 17 juta diantaranya meninggal akibat kanker (Depkes RI, 2013).

Beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker payudara adalah usia tua, menarche (pertama kali menstruasi) dini, usia makin tua saat menopause, usia  tua saat pertama kali melahirkan, tidak pernah hamil, riwayat keluarga menderita kanker payudara, riwayat pernah menderita tumor jinak payudara dan mengkonsumsi obat kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang. Selain itu, kanker payudara juga terjadi karena lemahnya sistem pertahanan tubuh (sistem imun) (Kusmardi et al., 2006). Pada umumnya, tubuh melakukan perlawanan terhadap sel-sel yang bermutasi (sel kanker) untuk mencegah terjadinya kanker, tetapi terkadang sistem imun gagal untuk mendeteksi sel yang bermutasi, sehingga menyebabkan sel kanker dapat berkembang (Igney dan Krammer, 2002).

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
20Dec/16
Sedang Paralel Seminar Nasional FKIP Unej 2016

Mengisi Liburan Semester dengan 5M

 
Seminar Nasional Pasca Unesa 2016

Oleh: Mohammad Tohir
Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Pascasarjana Universitas Jember dan Guru SMP Negeri 2 Jember

Liburan semester merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh mayoritas mahasiswa. Karena liburan semester menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat setelah rutinitas kuliah yang padat, mulai dari pembelajaran di kelas, tugas kuliah yang menumpuk, aktivitas organisasi, sampai tugas kantor/instansi masing-masing. Hal ini tidak heran apabila mahasiswa mengalami tingkat stress yang tinggi jika tidak dibarengi dengan liburan. Mayoritas mahasiswa selama liburan biasanya pulang kampung atau menghabiskan waktu dengan keluarga, ada juga yang pergi piknik, berwisata untuk refresing, bahkan ada juga yang cuma tetap dirumah  sambil main game. Akan tetapi jikalau kita mengisi liburan dengan hal-hal yang positif akan lebih baik dan bermakna bagi kita, masyarakat, bangsa dan negara. Berikut lima kegiatan yang dapat kita lakukan dalam mengisi liburan semester yang penulis rangkum dalam 5M: yaitu (1) Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, (2) Mengasah Skill Akademik maupun Non-akademik, (3) Menghabiskan Waktu Bersama Keluarga/Famili/Teman Dekat, (4) Mengembangkan Karir, (5) Membangun Koneksi atau Relasi yang Baik. Berikut uraian selengkapnya:

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
06Dec/16
widhi.1

Australia Indonesia Science Symposium (AISS) di Canberra, Australia.

widhi

Penulis: Widhi Dyah Sawitri, Ph.D. Dosen Program Studi Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember.

Tanggal 28 November hingga 1 Desember 2016, pertama kali diselenggarakannya Australia Indonesia Science Symposium (AISS) di Canberra, Australia. AISS ini adalah forum yang mempertemukan antara ilmuwan senior dan junior baik dari pihak Indonesia maupun Australia, sehingga diharapkan melalui forum ini dapat terjalin kerjasama sains antara kedua negara tersebut mengingat kerjasama sains antara Indonesia dan Australia sudah berjalan beberapa dekade. Acara ini turut dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang  Brodjonegoro, Menteri Pembangunan Internasional dan Pasifik Australia Concetta Fierravanti-Wells, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Australia Andrew Holmes, dan Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Sangkot Marzuki.

Topik yang dibahas dalam forum AISS ini sangat beragam mulai dari bidang kesehatan, pertanian, kelautan, dan informatika. pada hari pertama tanggal 28 November 2016 dalam AISS, Prof. Bambang Sugiharto, salah satu guru besar Universitas Jember sekaligus dosen beberapa mata kuliah di Program Studi Magister  Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember, menjadi salah satu Public Plenary Speaker sesi pertanian.

Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Bambang Sugiharto memberikan materi mengenai GMO tebu bersama Professor James Dale dari Australia yang mengembangkan GMO pisang  dengan kandungan beta-karoten dan Dr. Andrew Ash sebagai kepala riset ilmuwan di CSIRO bidang pertanian, Australia dan telah menjalin kerjasama dengan Universitas Jember dalam riset cassava (dengan grup Prof. Achmad Subagio).

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Nov/16
HARI GURU.web

Menjadi Guru Idaman Siswa

Menjadi Guru Idaman Siswa

WhatsApp Image 2016-11-25 at 16.14.51

Oleh: Mohammad Tohir
Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember
dan Guru SMP Negeri 2 Jember

 

Peran Guru ketika disekolah sebagai orang tua bagi siswa. Dimana Guru harus berperan sebagai sosok panutan siswanya agar suasana belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Siapa yang tidak mau menjadi guru yang diidamkan oleh siswa. Sepertinya semua guru akan mengharapkan hal ini. Akan tetapi tahukah kita bahwa semakin minta diidamkan siswa, maka akan semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak diidamkan siswa? jika menjadi guru yang diidamkan oleh siswa merupakan tujuan utama kita, maka sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan yang diinginkan oleh siswa. Menjadi guru yang diidamkan oleh siswa juga bukan berarti menuruti semua yang siswa mau atau inginkan. Karena jika guru menuruti semua keinginan siswa bisa jadi malah membuat keluar dari tujuan dan kegiatan proses belajar mengajar.

Berikut adalah hasil survey dari pengalaman penulis tentang Guru yang di idamkan oleh siswa. Hasil survey ini didapat setelah upacara Hari Guru pada tanggal 25 November 2016 pagi ini.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Nov/16
HARI GURU.web

Muchamad Taufiq, S.H.,M.H : HARI GURU: MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

HARI GURU : MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

pak taufiq

Oleh : Muchamad Taufiq, S.H.,M.H. [1]

PENGANTAR

Tiada kata terindah yang dapat diucapkan dihari yang indah ini, kecuali “DIRGAHAYU GURU INDONESIA, DITANGANMU NASIB GENERASI INI KAU BENTUK”. Guru merupakan istilah yang sangat lama telah bersemayam dihati segenap anak bangsa, sebagai “PAHLAWAN TANPA TANDA JASA”. Sebagai tanda penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan, menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Meski term sebagai “Pahlawan Tanda Jasa” itu tidak lagi “seangker” masa lalu seiring dengan berbagai fenomena yang “mungkin” dinilai telah mencederai sebuah tugas mulia sebagai seorang “GURU”.  Dimasa lampau akan selalu terngiang bahwa hampir semua orang tua akan bangga bahkan mendorong kelak anaknya akan menjadi seorang guru, karena “Guru” merupakan profesi teramat mulia, memberikan ilmu yang saat ini lebih dikenal dengan istilah “knowledge transformation”.

Saat ini perlu pemahaman secara normatif bahwa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen maka term ”Guru” tidak lagi sendiri namun bersama “Dosen” yang  mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Justifikasi terhadap kedudukan guru dan dosen  sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Guru dan Dosen didefinisikan profesional. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS