Category Archives: ARTIKEL DAN OPINI

29Sep/16
jantung 2

Selamat Hari Jantung Dunia

jantung 2

Oleh: dr. Irma Zakina
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas jember.

Jantung adalah organ yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Jantung berfungsi dalam proses sirkulasi, yakni mengedarkan darah yang mengandung oksigen dan nutrisi keseluruh tubuh. Bayangkan jika jantung kita berhenti berdetak? Atau berkerja namun tidak optimal sehingga mengganggu aktivitas kita.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, setiap tahunnya lebih dari 36 juta orang meninggal dunia karena penyakit tidak menular. Secara global, kematian nomor satu dari penyakit tidak menular, yaitu penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah) antara lain: penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, dan juga gagal jantung.

Faktor-faktor resiko yang dapat memicu terjadinya penyakit kardiovaskular antara lain: Riwayat keluarga, usia, jenis kelamin, stress, kurangnya aktifitas fisik, pola makan yang tidak sehat dan obesitas.

Untuk pencegahan atau deteksi dini dari penyakit-penyakit kardiovaskular, sebaiknya kita perlu mengetahui tanda tanda dari serangan jantung:

  • Rasa sakit, nyeri/tidak nyaman ditengah dada, nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, pinggang atau leher.
  • Sesak napas
  • Mual, muntah atau keringat dingin
  • Pingsan

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
29Sep/16
bendera

INDONESIA KERJA NYATA INDONESIA BERKARYA

logo unej bendera

Sebelum Upacara hari kemerdekaan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2016 di Istana Negara beberapa bulan lalu mungkin menjadi moment pembangkit semangat  bagi generasi muda Indonesia, pasalnya peringatan Kemerdekaan Indonesia yang bertajuk “ Indonesia Kerja Nyata” yang dicanangkan memiliki makna yang beragam, tergantung terlihat dan dilihat dari sudut pandang mana.

Pada pengukuhan Guru Besar Di gedung Soetardjo (27/9), Rektor Universitas Jember melontarkan beberapa pernyataan yang kemungkinan sebagai dasar penyemangat kaum muda untuk terus berprestasi diantaranya:

“Setidaknya dengan  pencapaian  pada posisi guru besar maka pengembangan keilmuan dibidang  itu semakin ada yang mengurusi, sesuai bidang masing masing. Semakin ada terus yang mengerjakan”, katanya.

Moh. Hasan menambahkan “pencapaian guru besar ini bukan  dianggap pencapaian akhir tetapi justru ada babak baru yang memang dilalui pada posisi puncak di bidang akademik mudah mudahan menjadi inspirasi bagi yang lainya”. Imbuhnya.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
09Sep/16
14256393_10206657354905148_1483396305_n

SETETES DARAH ANDA NYAWA MEREKA‎.

14256393_10206657354905148_1483396305_nApakah kita mengenal Palang Merah Indonesia? Atau yang lebih dikenal dengan PMI ? menurut sejarah ide pembentukan Palang Merah Indonesia sudah mulai sekitar tahun 1932, dengan pelopor pendirinya Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan, dan pada  3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Sebulan setelah kemerdekaan Palang Merah Indonesia resmi didirikan tepatnya 17 September 1945 dan sampai saat ini dijadikan sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Legalitas pembentukan Palang Merah Indonesia atas segala aktivitasnya di Indonesia, mendapat pengakuan mulai dari:

  1. Keputusan Presiden (Keppres) RIS Nomor 25 tanggal 16 Januari 1950.
  2. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 246 tanggal 29 November 1963.
  3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 023/ Birhub/1972.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1980.
  5. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Aug/16
novan

Menakar ulang pemaknaan kemerdekaan Indonesia?

Menakar ulang pemaknaan kemerdekaan Indonesia?

novan

 Oleh: Novan Aulia Rahman

Mahasiswa Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Jember

Memperingati kemerdekaan Indonesia seharusnya tidak boleh lepas dari bagaimana founding father bangsa ini memaknainya, sebagaimana terungkap dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia ini lahir atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dorongan kuat keinginan yang luhur. Jadi ada kesadaran spiritual dari para pendiri bangsa ini bahwa kemerdekaan ini tercapai sebab adanya peran Allah Tuhan Yang Maha Kuasa yang dengan rahmatNya menggerakkan para pahlawan Indonesia mempunyai keinginan kuat untuk membebaskan negerinya dengan keberanian dan pengorbanan yang tak ternilai.

Landasan spiritual inilah yang melahirkan totalitas perjuangan meski tanpa liputan media atau bahkan banyak nama yang tak tertulis dalam sejarah, tetapi output dari perjuangan mereka dapat kita rasakan. Inilah pesan besar yang harus tersampaikan pada generasi sekarang dan menjadi spirit di era yang banyak orang menyebutkan penuh dengan dunia pencitraan. Dimana banyak yang berorientasi pada citra bukan pada karya, hingga merasa cukup dengan publikasi media meskipun minim karya yang dirasakan di masyarakat. Ini bukan berarti kebaikan prestasi itu tidak boleh diliput, tetapi jangan sampai itu menjadi orientasi sehingga menjadikan turun semangatnya jika tidak ada publikasi.

Dalam konteks pelajar dan mahasiswa, semangat berkarya ini menjadi hal penting dimana demam selfie banyak menjangkit di era social media sekarang yang sepertinya lebih banyak dihiasi dengan hal-hal yang bersifat hiburan. Maka salah satu hal yang produktif dalam memperingati kemerdekaan adalah memenuhi halaman social media kita dengan karya-karya nyata mulai dari ide-ide yang bisa kita dijadikan solusi di sekitar kita sampai pada produk-produk ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Aug/16
bendera

Berubah atau Punah

Berubah atau Punah

yuliana

Oleh: Yuliana

( Mahasiswa Program Studi Multidisplin Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember)

Hidup di era globalisasi erat kaitannya dengan teknologi. Perkembangan teknologi yang mutakhir dan canggih menjadi poros perubahan yang sulit dikendalikan. Sedangkan perubahan dinamis memaksa setiap individu untuk siap mengikuti cepatnya perubahan dengan keterampilan dan pengetahuan. Seperti halnya kejayaan Nokia yang merajai produsen ponsel terbesar di dunia selama 14 tahun. Brand yang terkenal dengan label connecting people ini menyuguhkan berbagai kelebihan seperti keunikan desain dan keawetannya (termasuk tahan banting dan tahan air). Namun, lambatnya menyadari perubahan jaman dan terlalu asyik dengan kejayaan masa lalu membuat perusahaan brand ini dibeli oleh kubu Android dan Apple. Sangat disayangkan bukan?

Perubahan biasanya identik dengan kalangan pemuda. Semangat para pemuda seakan mampu menyihir kalangan masyarakat untuk ikut melakukan perubahan yang diciptakannya. Mulai dari gaya hidup, pola pikir, dan budaya sangat cepat meluas dengan sebutan trend terkini. Para pemuda juga menciptakan trend up to date pada waktu – waktu tertentu. Misalnya, di bulan Agustus yang notabene adalah bulan kemerdekaan Indonesia. Mereka menciptakan kegiatan ataupun lomba – lomba untuk memeriahkannya. Semangat bersaing yang menggebu sangat terasa di bulan ini. Ditambah lagi dengan hadiah – hadiah menggiurkan yang memikat para pesertanya untuk memenangkan setiap perlombaan. Ternyata tidak hanya partisipasi belaka, ada harga diri dan kebanggan (kelompok) yang dipertaruhkan. Semacam mendapat bahan bakar tambahan yang ampuh untuk bisa menang. Sedangkan kelompok pemuda lain bersemangat menempuh jarak berkilo – kilometer untuk sekadar mengibarkan Sang Saka Merah Putih di ketinggian gunung. Tidak ada yang salah, karena arti kemerdekaan bagi setiap orang berbeda.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Aug/16
bendera

ENERGI MERDEKA

Energi Merdeka

Oleh: Dewi Puspa Arisandi

(Mahasiswa Program Studi Multidisplin  Magister Bioteknologi

Program Pascasarjana Universitas Jember)

71 tahun sudah Indonesia merdeka.

Bagi saya kemerdekaan Indonesia adalah bukan tentang apa yang sudah kita rasakan dan dapatkan dari Indonesia selama 71 tahun ini. Namun, tentang apa yang sudah kita beri pada pembangunan Indonesia, yaitu pada dunia pendidikan Indonesia, perekonomian Indonesia, sosial budaya Indonesia, lingkungan Indonesia, dan segi kehidupan Indonesia lainnya. Bagi saya ya memang beginilah Indonesia, dengan segala permasalahan di dalamnya. Tentang pengangguran yang semakin tahun bertambah, tentang kemacetan yang masih belum teratasi, tentang ketimpangan sosial, tentang masalah kriminal dimana-mana, dan masalah-masalah lainnya. Indonesia belum sempurna dan jauh dari kata sempurna. Namun, Indonesia bukan negara yang tidak layak di perjuangkan. Indonesia harus di perjuangkan. Siapa yang harus memperjuangkan adalah kita. Kita yang bekerja dengan menggunakan energi merdeka untuk hal-hal positif. Kita yang melakukan kebaikan untuk Indonesia dengan iklas tanpa terpaksa sebagai hadiah kepada Indonesia yang telah memberikan kemerdekaan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Aug/16
bendera

MEMAKNAI PERINGATAN HUT REPUBLIK INDONESIA KE-71 DI ERA PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN

MEMAKNAI PERINGATAN HUT REPUBLIK INDONESIA KE-71
DI ERA PEMBANGUNAN EKONOMI KERAKYATAN

FAUZAN MUTTAQIEN

Oleh: Fauzan Muttaqien

(Mahasiswa Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisinis Universitas Jember)

NKRI kini telah berusia 71 tahun (17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2016). Jika seluruh elemen masyarakat memperingatinya dengan upacara dan berbagai bentuk kegiatan yang mengekspresikan kebahagiaan, itu berarti rakyat Indonesia juga diminta mengingat kembali “apa-apa” yang telah diperbuat oleh Founding Fathers Republik Indonesia. Sebut saja Bung Karno, Bung Hatta, Dr. Wahidin Soediro Husodo, Dr. Soetomo, KH Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan dll. Bahkan semua elemen bangsa juga diminta untuk memperhatikan “nilai dan kebijakan” pemerintahan yang telah dilakukan para Presiden RI hingga Presiden Joko Widodo yang saat ini masih menjabat.

Fakta menyatakan bahwa para pendahulu kita telah berhasil mengantar rakyat Indonesia yang terjajah menjadi bangsa merdeka di bawah naungan NKRI dari sabang sampai merauke. Para kepala pemerintahan telah mengukir sejarah perubahan “nilai dan kebijakan” di berbagai bidang kehidupan menuju semangat revolusi indonesia “Menciptakan Masyarakat Adil Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”. Tugas rakyat Indonesia saat ini adalah menjaga eksistensi Negara dan Bangsa dari bahaya “penjajahan gaya baru, ancaman separatisme. Neo kolonialisme harus dihapuskan dari bumi Indonesia, Pancasila sebagai dasar Negara dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional adalah harga mati dalam tata pemerintahan NKRI. Lebih tepat lagi saat ini kita harus menegakkan 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tungal Ika). Demikianlah misi kehidupan rakyat Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang sering didengungkan dan kita dengar dalam pidato-pidato seremonial kenegaraan maupun orasi politik.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
14Jul/16
16

ALUMNI MENYAPA

Nama Lengkap  : Pedro Vital Borges, L.Agrn.MP.
Program Study  : Magister Agronomi
Fakultas             : Pertanian
Tahun Masuk     : 2012
Tahun Keluar     : 2014

Kesanku untuk Almamaterku:
Aku kutip beberapa kata bijak dari berbagai sumber:

1

  • (Katakan padaku dan aku lupa, ajari aku dan aku mungkin ingat, libatkan aku dan aku belajar).
  • Dalam belajar, kau tidak bisa mengetahui buah hasilnya dalam sehari Tidak bisa dilihat dan tetap begitu, mungkin (terlihat hasilnya) dua puluh tahun lagi.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS