Category Archives: ARTIKEL DAN OPINI

26Apr/16
logoposikm

OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)

403840_386056304777520_2057268370_n

Oleh : Dony Setiawan Hendyca Putra
Mahasiswa Program Pascasarjana  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Perkembangan teknologi tumbuh sangat pesat yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Pelayanan kesehatan ditujukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien. Untuk mencapai hal tersebut memerlukan sistem informasi kesehatan lintas sektor seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009. Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan primer, memiliki peran sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan diwajibkan untuk menerapkan SIMPUS sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 Pasal 43 dan 44.

Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama. Konsep Puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) di Jakarta. Melalui gagasan untuk menyatukan semua pelayanan kesehatan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat.

Terjadinya otonomi daerah mempengaruhi tatanan sistem yang ada di pemerintahan daerah termasuk bidang kesehatan. Dengan adanya otonomi daerah, penyelenggaraan SIMPUS menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten/ kota. Seiring waktu, keanekaragaman bentuk SIMPUS tidak dapat dihindari yang menyebabkan timbulnya masalah seperti kurang terintegrasinya data. Selain itu belum ada kebijakan standar yang secara khusus mengatur SIMPUS yang mengakibatkan melemahnya tingkat ketegasan sebuah sistem.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Apr/16
1

MEMBANGUN KETAATAN HUKUM MELALUI PENGAWASAN DAN PENERAPAN SANKSI.

index

Artikel oleh Muhammad Hoiru Nail SH., MH.
Mahasiswa  Program Doktor  Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember.

Indonesia lagi – lagi dihebohkan oleh berita yang membuat decak kagum masyarakat indonesia, lebih tepatnya dihebohkan oleh pegawai di lingkungan Mahkamah Agung.  Kasubdit  Pranata Perdata Mahkamah Agung karena diduga menerima suap atas jasa penundaan pengiriman salinan putusan kasasi, dan terakhir adalah Kementerian Hukum dan HAM  melalui Direktorat Jenderal Imigrasi mengeluarkan pencekalan terhadap sekretaris Mahkamah Agung keluar negeri terkait kasus yang ditangani oleh KPK yakni terkait dugaan kasus pemberian hadiah atau janji dalam kaitan dengan pengajuan Peninjauan Kembali di Pengadilan Jakarta Pusat, dan masih ada beberapa nama oknum hakim yang mencuat namanya yang akan dilakukan pencekalan serupa oleh KPK.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Wakil ketua KPK Saut Situmorang  yang  mengatakan bahwa hal terebut terjadi karena lemahnya sistem (dikutip di kompas.com.). Saya berpendapat bahwa sistem yang sedang dibangun saat ini mengalami kelemahan lebih khusus dalam hal pengawasan terhadap pegawai di Pengadilan Mahkamah Agung. Lemahnya sistem ini  menjadi celah korupsi di lingkungan peradilan.

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 005/PUU-IV/2006 yang pada intinya hakim hakim tidak bisa diawasi oleh komisi yudisial merupakan cikal bakal hakim tidak bisa dilakukan pengawasan oleh lembaga yang independen yang berda diluar institusi peradilan, argumentasi hukum yang dibangun pada saat itu bahwa di MA sudah ada pengawasan yang bersifat internal dan bertingkat. Terlepas dari konstitusionalitas norma yang memberikan wewenang kepada Komisi Yudisial untuk melakukan pengawasan di lembaga peradilan telah menjadi inkonstitusinal, pengawasan terhadap pelaku kekuasaan kehakiman perlu dilakukan.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Apr/16
13081590_10205706975826265_452768094_n

“KEPO HARI BUMI” Kenapa ada hari bumi??? (Part 1)

13081590_10205706975826265_452768094_n

Kepo, suatu bahasa prokem yang sering digunakan anak muda zaman sekarang, berasal dari bahasa Bahasa Cina (Hokkian) kay poh (atau kaypo) yang artinya pengen tahu atau perasaan pengen tahu terhadap sesuatu hal. Apa kaitanya dengan hari Bumi atau kata Bumi itu sendiri?, kenapa kita harus “kepo”?, kenapa dengan Bumi, apa penyebabnya, siapa pencipta hari bumi dan masih banyak pertanyaan lain. Pertanyaan yang sebenarnya sepele namun bisa di asumsikan banyak arti.

Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Pemrakarsa hari bumi sendiri adalah negara adidaya Amerika Serikat, melalui senatornya Gaylord Nelson pada tahun 1970, juga seorang pengajar lingkungan hidup. Hingga pada tahun 1992 tercetuslah KTT Bumi bertempat di Rio De Jeneiro. Tepat pada 22 april 2016 ini, 46 tahun sudah usia hari bumi sejak dilahirkan.

Sebenarnya hari bumi sendiri diciptakan untuk lebih memperhatikan akibat yang terjadi pada bumi, yang ditinjau dari beberapa sebab-sebab. Pola hidup ramah lingkungan sebagai salah satu cara sederhana menyelamatkan bumi. Mengapa harus diselamatkan, bumi adalah planet terindah yang didiami manusia, yang mampu menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan manusia, utamanya oksigen.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
14Apr/16
dewi p.1

Mengenal sosok “wanita karier” dunia pendidikan…. Dewi Prihatini, SE., M.M., Ph.D

dewi p

Dewi Prihatini, SE., M.M., Ph.D, sosok muda sarat prestasi, meniti karier menjadi dosen sejak tahun 1993 hingga kini sudah 23 tahun dilalui tentu bukan hal mudah untuk mendapatkannya. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jember yang juga menjabat sebagai sekretaris Program Pascasarjana Univeristas Jember menuturkan bahwa sejak kuliah di Strata Satu Fakultas Ekonomi Universitas Jember Jurusan Manajemen tidak ada yang menyuruh dan tidak ada yang  mengarahkan. Dewi menambahakan pula, menjadi dosen bukanlah suatu cita-cita. Ayahnya pegawai yang Dinas di Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi selalu berpesan untuk lebih meningkatkan prestasi belajarnya.

Putri ke empat dari lima beraudara dari pasangan Soegijo Hadipranoto dan Soekarsi ini pada awalnya tidak berkeinginan menjadi dosen hingga pada saat kuliah Strata Satu mendapat beasiswa TID, salah satu beasiswa yang diberikan DIKTI KEMENDIKBUD. TID merupakan beasiswa ikatan dinas untuk mahasiswa yang ingin berkarier menjadi tenaga pendidik perguruan tinggi. Berawal dari sinilah muncul cita-citanya untuk menjadi Dosen.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
13Apr/16
Foto Profil (Mohammad Tohir).1

Menjadikan Para Siswa Aktif Bertanya dalam Kegiatan Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013

Foto Profil (Mohammad Tohir).1

Oleh: Mohammad Tohir
(Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember
dan  Penulis Buku Matematika SMP Kurikulum 2013)

Menjadikan Para Siswa Aktif Bertanya dalam Kegiatan Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013.

Penerapan Kurikulum 2013 telah resmi diluncurkan oleh Pemerintah sejak tahun 2013. Beberapa sekolah telah dijadikan sekolah sasaran dan para Guru yang bersangkutan telah diikutkan pelatihan. Bahkan buku-buku pegangan siswa dan guru sudah beberapa kali  direvisi sejak tahun 2014 sampai tahun 2016 ini. Akan tetapi tidak cukup hanya sampai disitu untuk mensukseskan Kurikulum 2013, salah satu yang paling pokok dalam mensukseskan Kurikulum 2013 adalah penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Setelah beberapa tahun terakhir ini dalam menggunakan pendekatan saintik juga mengalami kendala di lapangan, salah satu yang dikeluhkan oleh para guru adalah pada bagian “kegiatan bertanya”. Padahal Salah satu alasan dipilihnya pendekatan saintifik sebagai pendekatan dalam Kurikulum 2013 adalah meningkatkan kemauan dan kemampuan bertanya para siswa di kelas.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini Penulis akan sedikit mengupas tentang bagaimana cara agar para siswa dapat aktif dalam melakukan kegiatan bertanya. Berikut beberapa poin penting yang harus diketahui dan dipahami oleh para Guru.

Pertama, Guru harus paham tentang Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan berbagai alasan (Kemendikbud, 2015). Alasan-alasan tersebut antara lain: (1) Tantangan Internal, (2) Tantangan Eksternal, (3) Penyempurnaan Pola Pikir, (4) Penguatan Tata Kelola Kurikulum, (5) Penguatan Materi, (6) Karakteristik Kurikulum 2013.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
08Apr/16
ikhsan

“PAKAIAN, TAS, SEPATU DAN AKSESORIS SEBAGAI BARANG GUNAAN YANG WAJIB DILAKUKAN SERTIFIKASI HALAL”.

Pakaian, Tas, Sepatu dan barang Aksesoris yang dikenakan dalam bentuk kelengkapan sandang (fashion) adalah barang gunaan sebagaimana  dimaksud dalam Undang-Undang    No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UUJPH), yakni sebagai barang gunaan yang  dimanfaatkan oleh manusia meliputi,  Baju, Celana, Kain, jaket, Dompet, ban pinggang sampai sepatu dan berbagai aksesoris wajib disertifikasi halal. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UUJPH) karena pakaian dapat dikategorikan sebagai barang gunaan yang dipakai dan dimanfaatkan oleh manusia,  sehingga wajib  disertifikasi halal,  sebagaimana makanan, minuman, obat, kosmetik, produk biologi/kimia dan hasil rekayasa jenetika.

Sertifikasi halal terhadap Barang Gunaan menjadi sangat penting mengingat proses produksi barang tersebut hingga sampai ke tangan pengguna (User) dilakukan melalui berbagai tahap yang sangat panjang  dari bahan dasar yang dipergunakan, dipola, pemotongan, penjahitan, steam sampe packaging dan proses pengiriman. Ada banyak sentuhan teknologi. Sehingga bisa saja zat, bahan, atau mekanisme pemrosesannya bercampur dengan bahan yang non halal.

Misalnya saja pada saat baju sudah jadi biasanya dilakukan proses steamer.
Di sinilah perlunya sertifikasi. Karena bisa saja komponen untuk mensteam baju itu menggunakan cairan dari enzim babi, maka akan menjadi haram. Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
05Apr/16
nanik

KONSEP MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA

nanik

Penulis: Nanik Hariyana
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Jember.

KONSEP MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menghadapi permasalahan dalam keuangan, terlebih jika kita tidak dapat mengatur keuangan pribadi, semakin banyak kebutuhan yang ingin dicapai demi mendapatkan kepuasan dalam kehidupan yang kita jalani. Munculnya produk-produk fashion dan elektronik membuat para konsumen ingin segera memiliki produk tersebut tanpa berfikir dua kali harganya yang terpenting adalah memiliki barang atau produk tersebut. Apalagi ketika sudah memasuki kehidupan keluarga yang mana dalam kehidupan keluarga ini jika kita lihat sangatlah banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
04Apr/16
goresan-pena-tangan

JURNALIS, ANTARA HOBI DAN PEKERJAAN

goresan-pena-tanganJURNALIS, ANTARA HOBI DAN PEKERJAAN

Penulis: YUSAK PERWIRA NUGRAHA

Membanggakan, butuh kreatifitas dan imajinasi, keberanian dan yang terpenting telaten dan ulet,dan masih banyak lainnya itulah sosok jurnalis. Bisa dikatakan “seni peran” jurnalistik adalah suatu hobi yang menjanjikan, namun perlu diberi pemahaman dan pendidikan ataupun latihan terlebih dahulu tentang pokok pokok jurnalistik, bagi jurnalis amatlah penting untuk mengetahui apa sebenarnya makna jurnalisme, untuk apa, dan siapa saja yang bisa menggunakannya.

Bagi seorang yang memiliki “hobi” berpetualang dan memiliki kepercayaan kehidupan bebas dan merdeka, jurnalistik amat disenangi, kenapa begitu???? Bisa dikatakan jurnalis adalah pekerjaan petualang, hal tersebut dikaitkan bagaimana kemampuan seorang jurnalis untuk survival baik dalam mencari target berita, obyek yang diberitakan, bagaimana cara menuliskan laporan sebuah peristiwa atau hasil investigasi suatu kasus, cara mengumpulkan bahan berita, bagaimana teknik peliputan serta pelaporan berita (reportase).

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS