27Apr/16
logoposikm

“KEPO HARI BUMI” (Part III/HABIS.) Dr. Isa Ma’rufi, S.KM., M.Kes: ‘’KITA BUTUH AKSI NYATA’’

index

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Ketua Program Studi Magister  Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember dan Anggota Pelaksana Forum Jember Sehat Dr. Isa Ma’rufi, S.KM., M.Kes.  mengatakan, bumi kita saat ini dalam kondisi yang perlu perhatian, setiap hari sering terjadi pencemaran yang meliputi pencemaran udara, air, tanah yang mengakibatkan berbagai macam efek yang merugikan masyarakat dan ini membutuhkan kesadaran di masyarakat.

Forum Jember Sehat  menyerap aspirasi masyarakat dan kemudian mendorong partisipasi masyarakat yang nantinya akan bisa memunculkan dan mengkreasikan program-program yang mendukung kegiatan terutama terhadap kepedulian lingkungan dan  masalah kesehatan di Kabupaten Jember. Forum ini sendiri didukung oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Akademisi serta Masyarakat.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
27Apr/16
KEGIATAN

RAPAT KOORDINASI

rapat

Program Pascasarjana Universitas Jember mengadakan rapat Koordinasi (Rabu, 27/April/2016) dalam rangka  persiapan pelaksanaan Tes TPA/TKBI Gel.2 dan Sharing Session Doktor Universitas Jember  di Ruang Sidang Gedung Program Pascasarjana yang di pimpin oleh KTU Endang Cahyaningsih, S.H., M.H.  dan di ikuti Staff Program Pascasarjana.

Endang Cahyaningsih mengatakan “ 2 kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan yang rutin di lakukan oleh Program Pascasarjana tapi  kita perlu koordinasi supaya kegiatan ini berjalan dengan baik dan diharapkan setiap pegawai sudah mengerti akan tugas masing – masing serta melaksanakan penuh tanggung jawab.

Kasi Pendidikan Dra. Nanik Endah Tjahjaningsih melaporkan untuk kegiatan Sharing Session Disertasi Doktor sudah dipersiapkan meliputi undangan, daftar hadir dan materi yang berasal dari narasumber dll sedangkan untuk Tes TPA-TKBI gel. 2  album peserta,  berkas soal, verifikasi pendaftar juga sudah siap,”ujarnya.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
26Apr/16
logoposikm

“KEPO HARI BUMI” Part II. Regulasi Kebijakan Pemerintah, Mengurangi Kerusakan Alam.

index

Bumi sudah tua, kepadatan penduduk mulai nampak, apalagi di kota-kota besar dengan lahan minim untuk perkampungan penduduk, lahan terbuka hijau makin berkurang atau bahkan tidak ada, padahal sangatlah penting bagi daerah perkotaan untuk memiliki lahan terbuka hijau. Disamping lahan tersebut bisa digunakan sebagai sarana rekreasi “gratisan” bagi masyarakat, lahan terbuka hijau yang notabenenya diaplikasikan untuk mengurangi dampak polusi yang terjadi.

Kurangnya lahan hijau harus menumbuhkan suatu inovasi-inovasi dari pemerintah untuk mengurangi kerusakan alam yang berdampak pada rasa nyaman bagi masyarakatnya, dan kekompakan dari seluruh elemen mulai dari tingkat atas hingga kebawah sangat diperlukan untuk dapat melaksanakan seluruh kegiatan pelestarian alam. Begitu Dr. Isa Ma’rufi, S.KM., M.Kes. mengungkapkan.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat ini menambahkan “regulasi kebijakan sangat penting, sebagai dasar untuk mengatur pencegahan kerusakan alam”. Isa mencontohkan beberapa kegiatan yang membutuhkan regulasi kebijakan pemerintah, hal ini dilakukan karena dimungkinkan memiliki dampak merusak alam, salah satunya adalah masalah Reklamasi laut Jakarta.Regulasi dikuatkan untuk mencegah terjadinya kerusakan alam tersebut, ketika regulasi sudah dibuat, diterapkan, dan harus ditaati bersama.

Tidak hanya bumi saja, air, udara, tanah juga yang mengalami kerusakan, banyak pencemaran yang terjadi mulai hulu sampai hilir, “sekarang banyak terjadi pabrik yang langsung mengalirkan limbah ke sungai, akibat penggunaan pupuk berlebih juga menentukan, limbah rumah tangga yang langsung dibuang dan tidak terurai dengan tanah” begitu ungkapan Dr.Isa. Pelaksana Lapangan FORJES (Forum Jember Sehat, Red) ini mencontohkan secara konkrit kerusakan alam dan lingkungan yang ada disekitar kita adalah penggunaan detergen atau sabun mandi yang ternyata sulit terurai air dan tanah hingga berakibat pencemaran tanah dan air.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
26Apr/16
logoposikm

OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)

403840_386056304777520_2057268370_n

Oleh : Dony Setiawan Hendyca Putra
Mahasiswa Program Pascasarjana  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Perkembangan teknologi tumbuh sangat pesat yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Pelayanan kesehatan ditujukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien. Untuk mencapai hal tersebut memerlukan sistem informasi kesehatan lintas sektor seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009. Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan primer, memiliki peran sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan diwajibkan untuk menerapkan SIMPUS sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 Pasal 43 dan 44.

Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama. Konsep Puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) di Jakarta. Melalui gagasan untuk menyatukan semua pelayanan kesehatan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat.

Terjadinya otonomi daerah mempengaruhi tatanan sistem yang ada di pemerintahan daerah termasuk bidang kesehatan. Dengan adanya otonomi daerah, penyelenggaraan SIMPUS menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten/ kota. Seiring waktu, keanekaragaman bentuk SIMPUS tidak dapat dihindari yang menyebabkan timbulnya masalah seperti kurang terintegrasinya data. Selain itu belum ada kebijakan standar yang secara khusus mengatur SIMPUS yang mengakibatkan melemahnya tingkat ketegasan sebuah sistem.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Apr/16
1

MEMBANGUN KETAATAN HUKUM MELALUI PENGAWASAN DAN PENERAPAN SANKSI.

index

Artikel oleh Muhammad Hoiru Nail SH., MH.
Mahasiswa  Program Doktor  Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember.

Indonesia lagi – lagi dihebohkan oleh berita yang membuat decak kagum masyarakat indonesia, lebih tepatnya dihebohkan oleh pegawai di lingkungan Mahkamah Agung.  Kasubdit  Pranata Perdata Mahkamah Agung karena diduga menerima suap atas jasa penundaan pengiriman salinan putusan kasasi, dan terakhir adalah Kementerian Hukum dan HAM  melalui Direktorat Jenderal Imigrasi mengeluarkan pencekalan terhadap sekretaris Mahkamah Agung keluar negeri terkait kasus yang ditangani oleh KPK yakni terkait dugaan kasus pemberian hadiah atau janji dalam kaitan dengan pengajuan Peninjauan Kembali di Pengadilan Jakarta Pusat, dan masih ada beberapa nama oknum hakim yang mencuat namanya yang akan dilakukan pencekalan serupa oleh KPK.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Wakil ketua KPK Saut Situmorang  yang  mengatakan bahwa hal terebut terjadi karena lemahnya sistem (dikutip di kompas.com.). Saya berpendapat bahwa sistem yang sedang dibangun saat ini mengalami kelemahan lebih khusus dalam hal pengawasan terhadap pegawai di Pengadilan Mahkamah Agung. Lemahnya sistem ini  menjadi celah korupsi di lingkungan peradilan.

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 005/PUU-IV/2006 yang pada intinya hakim hakim tidak bisa diawasi oleh komisi yudisial merupakan cikal bakal hakim tidak bisa dilakukan pengawasan oleh lembaga yang independen yang berda diluar institusi peradilan, argumentasi hukum yang dibangun pada saat itu bahwa di MA sudah ada pengawasan yang bersifat internal dan bertingkat. Terlepas dari konstitusionalitas norma yang memberikan wewenang kepada Komisi Yudisial untuk melakukan pengawasan di lembaga peradilan telah menjadi inkonstitusinal, pengawasan terhadap pelaku kekuasaan kehakiman perlu dilakukan.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Apr/16
logoposikm

Kunci Menuju Kesuksesan

13045463_10205707104189474_2146641381_n 13046149_10205707104109472_521015375_n 13059791_10205707104149473_1975534114_n

Doc/fotografer:Dony Setiawan /ketua kelas A Prodi IKM Program Pascasarjana Unej

Dalam belajar apapun bentuknya, saling kerjasama, menjaga kekompakan, tetep solid apapun hambatannya, kunci menuju kesuksesan, apalagi bagi sosok-sosok pelayan masyarakat yang selalu siap setiap saat, inilah yang dilakukan mahasiswa Prgram Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember angkatan pertama.

Diskusi salah satu yang dilakukan untuk menjaga kekompakan, disamping untuk memecahkan permasalahan dalam bidang akademik, begitu ungkapan Dony salah satu mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Apr/16
1

Ir. Yoyok Mulyadi, M.Si. : APRESIASI LANGKAH PROGRAM MAGISTER ILMU EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER.

12

3

Program Studi Magister Ilmu Ekonomi mengadakan kegiatan promosi dan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana Universitas Jember  Tahun Akademik 2016/2017. Salah satunya bertempat di Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, Kamis 21 April 2016 dipimpin langsung Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Dr. Siti Komariyah, S.E., M.Si. diterima oleh Wakil Bupati Situbondo Ir. Yoyok Mulyadi, M.Si. beserta jajarannya dan diikuti oleh pegawai di lingkungan PEMKAB Situbondo.

Wakil Bupati Situbondo Ir. Yoyok Mulyadi, M.Si. mengatakan Pemerintah Daerah Situbondo sangat mendukung pegawai di lingkungan PEMKAB Situbondo untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan melanjutkan Studi ke jenjang lebih lanjut, selain itu Yoyok Mulyadi menambahkan sangat mengapresiasi kepada Universitas Jember khususnya Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Jember untuk memberikan Sosialisasi kepada pegawai di lingkungan PEMKAB Situbondo.

Dr. Siti Komariyah, S.E., M.Si. dalam sosialisasi memaparkan Visi Program Studi Magister Ilmu Ekonomi yaitu Menjadi pusat pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkualitas pada bidang perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah serta punya Misi yaitu meningkatkan kemampuan mengenai masalah masalah ekonomi dan mengembangkan keahlian dengan pendekatan penalaran ilmiah, Mengembangkan ilmu pengetahuan dalam horizon yang luas mengenai pembangunan daerah dan keuangan daerah, Menambah bekal ilmu pengetahuan yang cukup guna memperoleh jenjang pendidikan tertinggi dalam bidang ekonomi.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Apr/16
13081590_10205706975826265_452768094_n

“KEPO HARI BUMI” Kenapa ada hari bumi??? (Part 1)

13081590_10205706975826265_452768094_n

Kepo, suatu bahasa prokem yang sering digunakan anak muda zaman sekarang, berasal dari bahasa Bahasa Cina (Hokkian) kay poh (atau kaypo) yang artinya pengen tahu atau perasaan pengen tahu terhadap sesuatu hal. Apa kaitanya dengan hari Bumi atau kata Bumi itu sendiri?, kenapa kita harus “kepo”?, kenapa dengan Bumi, apa penyebabnya, siapa pencipta hari bumi dan masih banyak pertanyaan lain. Pertanyaan yang sebenarnya sepele namun bisa di asumsikan banyak arti.

Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Pemrakarsa hari bumi sendiri adalah negara adidaya Amerika Serikat, melalui senatornya Gaylord Nelson pada tahun 1970, juga seorang pengajar lingkungan hidup. Hingga pada tahun 1992 tercetuslah KTT Bumi bertempat di Rio De Jeneiro. Tepat pada 22 april 2016 ini, 46 tahun sudah usia hari bumi sejak dilahirkan.

Sebenarnya hari bumi sendiri diciptakan untuk lebih memperhatikan akibat yang terjadi pada bumi, yang ditinjau dari beberapa sebab-sebab. Pola hidup ramah lingkungan sebagai salah satu cara sederhana menyelamatkan bumi. Mengapa harus diselamatkan, bumi adalah planet terindah yang didiami manusia, yang mampu menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan manusia, utamanya oksigen.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Apr/16
hoirul na'im

JATUH CINTA KEPADA UNIVERSITAS JEMBER

hoirul na'im

Jember, 17 April 2016. Muhammad Hoiru Nail, S.H., M.H. kelahiran Jember, 7 Juli 1988, salah satu dari ribuan alumni Universitas Jember, merupakan sosok yang sangat mencintai Almamater. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas tak langsung mendaftar menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi, tiga tahun dia menunggu, setelah beberapa kali tidak lolos mendaftar menjadi polisi sesuai cita-cita, akhirnya menentukan pilihan kuliah Strata Satu, Strata Dua di Universitas Jember. Dan Saat ini sedang menempuh Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Jember pula.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Ramo dan Ibu Hanifah bertempat tinggal di desa Sukojember kecamatan Jelbuk kabupaten Jember, daerah batas antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso. mengatakan “orang tua yang selalu memotivasi merupakan modal utama untuk terus menempuh pendidikan kejenjang yang lebih tinggi”.

Pria yang selama melaksanakan studi selalu istiqomah menjalankan puasa Senin Kamis ini, bukanlah dari keluarga yang memiliki latar belakang birokrasi ataupun pendidik. Bapaknya hanya lulusan SMU dan ibu lulusan SMP menjadi salah satu cambuk sosok Hoiru Nail untuk membuktikan bahwa dia bisa berprestasi dan membanggakan bagi kedua orang tuanya. “Orang tua saya ridho saya kuliah sampai Strata Tiga di Universitas Jember”, ujarnya.

Mohammad Hoiru Nail juga menambahkan, “jangan malu kuliah di Unej, meski orang jarang mengenal Kota Jember, Tapi Universitas Jember tidak kalah jika dibandingkan dengan Universitas lain di Indonesia, Lulusan Unej Juga banyak yang jadi Orang top”.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS