Tag Archives: doktor

25Oct/16
Nurman1

Lebih Dekat Dengan Sosok Bripka. Nurmansyah

xNurman_unej-620x279.jpg.pagespeed.ic.VP5ULKAI-I

Bintara Calon Doktor Kedua Polri, Yang tengah Kuliah Di Universitas Jember

Jember, 25 Oktober 2016

Program Kapolri Jend.(Pol) Tito Karnavian untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Polri ternyata mendapatkan sambutan dan dukungan hingga di level bawah. Salah satunya ditunjukkan oleh Polres Banyuwangi yang memberikan dukungan kepada salah satu anggotanya, Brigadir Kepala (Bripka). Nurmansyah, untuk menuntut ilmu di Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Jember. Nurmansyah tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum angkatan 2016. Nurmansyah kini menjadi bintara calon doktor kedua Polri, setelah rekannya Bripka. Rudi Pardede dari Polresta Pekanbaru, yang sudah terlebih dahulu meraih gelar doktor di bidang Ilmu Hukum.

Saat ditemui di sela-sela kegiatan perkuliahan, Nurmansyah menyatakan rasa syukurnya mendapatkan dukungan penuh dari Kapolres Banyuwangi, AKBP. Budi Mulyanto, SIK., dan Wakapolres, Kompol. M. Yusuf Usman, SIK. “Pimpinan sangat mendukung niatan saya untuk melanjutkan kuliah hingga tingkat doktoral, salah satunya dengan memberikan ijin untuk meninggalkan dinas saat kuliah di akhir pekan,” ujar pria yang akrab dipanggil Nurman ini. Untuk mengejar cita-citanya menjadi ahli Hukum, Nurman bahkan rela menempuh perjalanan pulang pergi Banyuwangi-Jember. Sehari-harinya, Nurman berdinas di Bidang Propam Polres Banyuwangi. Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
14Oct/16
xAnakPetaniJadiDoktor_unej-620x279.jpg.pagespeed.ic.63vnPzE9tW

Dua Anak Petani Tempuh Program Doktor di Universitas Jember

xAnakPetaniJadiDoktor_unej-620x279.jpg.pagespeed.ic.63vnPzE9tW

Jember, 13 Oktober 2016

Ada yang menarik dari kegiatan kuliah umum bertema “Peran Statistik Dalam Pembangunan” yang digelar oleh Program Pascasarjana Universitas di gedung Mas Soerachman (13/10). Di deretan kursi peserta yang didominasi oleh mahasiswa Program Pascasarjana tampak dua mahasiswa program doktor yang jika diperhatikan wajahnya mirip satu dengan yang lain, seperti bersaudara. Mereka tampak serius menyimak kuliah umum yang disampaikan oleh mantan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Suryamin, M.Sc.

Ternyata tebakan itu tidak keliru, kedua mahasiswa tersebut, Nanik Hariyana dan  Hendra Syahputra memang adalah kakak beradik asal Dusun Gadungan, Desa Kasiyan Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Nanik sang adik lantas mulai bercerita. “Kami berdua memang bercita-cita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan kami berdua memilih melanjutkan studi ke Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember,” ujar perempuan berjilbab ini.

Nanik kemudian menjelaskan walaupun mereka tinggal di desa, namun urusan menuntut ilmu tidak mau kalah dengan mereka yang tinggal di kota. Walaupun harus pulang pergi dari Puger ke Jember untuk kuliah, ritual ini mereka jalani dengan sabar. “Mempelajari ilmu itu kewajiban manusia, karena ilmu bekal penting dalam kehidupan kita. Tanpa ilmu, kita tidak akan pernah tahu bagaimana seharusnya menjalani kehidupan ini. Tanpa ilmu pula kita akan terjebak dalam kebodohan dan ketidaktahuan. Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa,” jelasnya serius. Selengkapnya>>>

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
17May/16
Photo - Alamsyah

Pentingnya Pasar Tradisional

Photo - Alamsyah

R. Alamsyah Sutantio

Mahasiswa S3 Ilmu Manajemen Universitas Jember

Kondisi yang kompleks dihadapi sebagian negara di dunia akibat Pasar Modern yang berdampak pada Pasar Tradisional. Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern belum mengakomodasi kepentingan Pasar Tradisional. Fungsi dan peran Pasar Tradisional di Indonesia cukup strategis dalam perekonomian daerah. Hal ini dapat dilihat dari kontribusinya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menyerap tenaga kerja, karena menjadi sumber penghasilan bagi orang banyak.

Pasar Tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, yang secara psikologis memberi kepuasan kepada konsumen karena ada rasa kekeluargaan dengan saling bertegur sapa. Hal ini yang tidak ditemukan di Pasar Modern dimana pembeli dan penjual tidak bertransaksi secara langsung melainkan secara swalayan.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
03May/16
KEGIATAN

SHARING SESSION DISERTASI DOKTOR UNIVERSITAS JEMBER.

13161230_10205767225012457_154423972_o

Jember, 2 Mei 2016. Sharing session disertasi Doktor Universitas Jember yang dihadiri oleh sekitar 75 peserta dari mahasiswa Program Doktor dan Magister Pogram Pascasarjana Univeristas Jember di lantai 1 gedung CDAST lama, yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Jember. Dibuka oleh Direktur Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S. Bertindak sebagai Moderator Ketua Program Studi Magister Bioteknologi, Prof. Tri Agus Iswoyo, beberapa dosen turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Prof. Bambang Sugiharto yang juga ketua C-DAST Universitas Jember.

Acara sharing session ini menghadirkan pemateri yang juga peneliti muda fresh graduate lulusan Luar Negeri antara lain Agung Nugroho Puspito, S.Pd., M.P., Ph.D, membahas tentang Genetic improvement of cotton for herbicide and bollworm tolerances. Erlia Narulita, S.Pd., M.Si., Ph.D. membahas tentang Molecular study on dynamic interaction between Ralstonia solanacearum and its phages in biocontrol of bacterial wilt disease. Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. membahas tentang Study on structure and func/on of sucrose phosphate synthase (SPS) from sugarcane,  seangkan pemateri terakhir, Muhammad Ubaidillah S.Si., M.Agr., Ph.D. membahas tentang  Transgenic Rice Overexpressing anti-Apoptosis Gene Related with Drought Stress Tolerance and endows to multiple stress tolerance.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Apr/16
1

MEMBANGUN KETAATAN HUKUM MELALUI PENGAWASAN DAN PENERAPAN SANKSI.

index

Artikel oleh Muhammad Hoiru Nail SH., MH.
Mahasiswa  Program Doktor  Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember.

Indonesia lagi – lagi dihebohkan oleh berita yang membuat decak kagum masyarakat indonesia, lebih tepatnya dihebohkan oleh pegawai di lingkungan Mahkamah Agung.  Kasubdit  Pranata Perdata Mahkamah Agung karena diduga menerima suap atas jasa penundaan pengiriman salinan putusan kasasi, dan terakhir adalah Kementerian Hukum dan HAM  melalui Direktorat Jenderal Imigrasi mengeluarkan pencekalan terhadap sekretaris Mahkamah Agung keluar negeri terkait kasus yang ditangani oleh KPK yakni terkait dugaan kasus pemberian hadiah atau janji dalam kaitan dengan pengajuan Peninjauan Kembali di Pengadilan Jakarta Pusat, dan masih ada beberapa nama oknum hakim yang mencuat namanya yang akan dilakukan pencekalan serupa oleh KPK.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Wakil ketua KPK Saut Situmorang  yang  mengatakan bahwa hal terebut terjadi karena lemahnya sistem (dikutip di kompas.com.). Saya berpendapat bahwa sistem yang sedang dibangun saat ini mengalami kelemahan lebih khusus dalam hal pengawasan terhadap pegawai di Pengadilan Mahkamah Agung. Lemahnya sistem ini  menjadi celah korupsi di lingkungan peradilan.

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 005/PUU-IV/2006 yang pada intinya hakim hakim tidak bisa diawasi oleh komisi yudisial merupakan cikal bakal hakim tidak bisa dilakukan pengawasan oleh lembaga yang independen yang berda diluar institusi peradilan, argumentasi hukum yang dibangun pada saat itu bahwa di MA sudah ada pengawasan yang bersifat internal dan bertingkat. Terlepas dari konstitusionalitas norma yang memberikan wewenang kepada Komisi Yudisial untuk melakukan pengawasan di lembaga peradilan telah menjadi inkonstitusinal, pengawasan terhadap pelaku kekuasaan kehakiman perlu dilakukan.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
08Apr/16
ikhsan

“PAKAIAN, TAS, SEPATU DAN AKSESORIS SEBAGAI BARANG GUNAAN YANG WAJIB DILAKUKAN SERTIFIKASI HALAL”.

Pakaian, Tas, Sepatu dan barang Aksesoris yang dikenakan dalam bentuk kelengkapan sandang (fashion) adalah barang gunaan sebagaimana  dimaksud dalam Undang-Undang    No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UUJPH), yakni sebagai barang gunaan yang  dimanfaatkan oleh manusia meliputi,  Baju, Celana, Kain, jaket, Dompet, ban pinggang sampai sepatu dan berbagai aksesoris wajib disertifikasi halal. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UUJPH) karena pakaian dapat dikategorikan sebagai barang gunaan yang dipakai dan dimanfaatkan oleh manusia,  sehingga wajib  disertifikasi halal,  sebagaimana makanan, minuman, obat, kosmetik, produk biologi/kimia dan hasil rekayasa jenetika.

Sertifikasi halal terhadap Barang Gunaan menjadi sangat penting mengingat proses produksi barang tersebut hingga sampai ke tangan pengguna (User) dilakukan melalui berbagai tahap yang sangat panjang  dari bahan dasar yang dipergunakan, dipola, pemotongan, penjahitan, steam sampe packaging dan proses pengiriman. Ada banyak sentuhan teknologi. Sehingga bisa saja zat, bahan, atau mekanisme pemrosesannya bercampur dengan bahan yang non halal.

Misalnya saja pada saat baju sudah jadi biasanya dilakukan proses steamer.
Di sinilah perlunya sertifikasi. Karena bisa saja komponen untuk mensteam baju itu menggunakan cairan dari enzim babi, maka akan menjadi haram. Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS