Tag Archives: guru

25Nov/16
HARI GURU.web

Muchamad Taufiq, S.H.,M.H : HARI GURU: MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

HARI GURU : MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

pak taufiq

Oleh : Muchamad Taufiq, S.H.,M.H. [1]

PENGANTAR

Tiada kata terindah yang dapat diucapkan dihari yang indah ini, kecuali “DIRGAHAYU GURU INDONESIA, DITANGANMU NASIB GENERASI INI KAU BENTUK”. Guru merupakan istilah yang sangat lama telah bersemayam dihati segenap anak bangsa, sebagai “PAHLAWAN TANPA TANDA JASA”. Sebagai tanda penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan, menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Meski term sebagai “Pahlawan Tanda Jasa” itu tidak lagi “seangker” masa lalu seiring dengan berbagai fenomena yang “mungkin” dinilai telah mencederai sebuah tugas mulia sebagai seorang “GURU”.  Dimasa lampau akan selalu terngiang bahwa hampir semua orang tua akan bangga bahkan mendorong kelak anaknya akan menjadi seorang guru, karena “Guru” merupakan profesi teramat mulia, memberikan ilmu yang saat ini lebih dikenal dengan istilah “knowledge transformation”.

Saat ini perlu pemahaman secara normatif bahwa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen maka term ”Guru” tidak lagi sendiri namun bersama “Dosen” yang  mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Justifikasi terhadap kedudukan guru dan dosen  sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Guru dan Dosen didefinisikan profesional. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
13Apr/16
Foto Profil (Mohammad Tohir).1

Menjadikan Para Siswa Aktif Bertanya dalam Kegiatan Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013

Foto Profil (Mohammad Tohir).1

Oleh: Mohammad Tohir
(Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember
dan  Penulis Buku Matematika SMP Kurikulum 2013)

Menjadikan Para Siswa Aktif Bertanya dalam Kegiatan Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum 2013.

Penerapan Kurikulum 2013 telah resmi diluncurkan oleh Pemerintah sejak tahun 2013. Beberapa sekolah telah dijadikan sekolah sasaran dan para Guru yang bersangkutan telah diikutkan pelatihan. Bahkan buku-buku pegangan siswa dan guru sudah beberapa kali  direvisi sejak tahun 2014 sampai tahun 2016 ini. Akan tetapi tidak cukup hanya sampai disitu untuk mensukseskan Kurikulum 2013, salah satu yang paling pokok dalam mensukseskan Kurikulum 2013 adalah penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Setelah beberapa tahun terakhir ini dalam menggunakan pendekatan saintik juga mengalami kendala di lapangan, salah satu yang dikeluhkan oleh para guru adalah pada bagian “kegiatan bertanya”. Padahal Salah satu alasan dipilihnya pendekatan saintifik sebagai pendekatan dalam Kurikulum 2013 adalah meningkatkan kemauan dan kemampuan bertanya para siswa di kelas.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini Penulis akan sedikit mengupas tentang bagaimana cara agar para siswa dapat aktif dalam melakukan kegiatan bertanya. Berikut beberapa poin penting yang harus diketahui dan dipahami oleh para Guru.

Pertama, Guru harus paham tentang Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan berbagai alasan (Kemendikbud, 2015). Alasan-alasan tersebut antara lain: (1) Tantangan Internal, (2) Tantangan Eksternal, (3) Penyempurnaan Pola Pikir, (4) Penguatan Tata Kelola Kurikulum, (5) Penguatan Materi, (6) Karakteristik Kurikulum 2013.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS