Tag Archives: Pascasarjana Universitas Jember

10May/17
IMG_20170510_104845

Nanik Hariyana mahasiswa Program Studi Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisinis Universitas Jember mengikuti kegiatan Konferensi Global Bisnis dan Ilmu Sosial ke-5 (GCBSS).

Nanik Hariyana mahasiswa Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisinis Universitas Jember mengikuti kegiatan Konferensi Global Bisnis dan Ilmu Sosial ke-5 (GCBSS) ( 4 s.d 5 Mei 2017) bertempat di Kuala Lumpur Malaysia. Global Academy of Training & Research (GATR) bekerja sama dengan Universitas Nasional dan Internasional dan Penerbit seperti Elsevier (Inggris), Inderscience (Swiss), UPM Press (Malaysia), Universitas Kalasalingam, (India) dan Universitas Brawijaya (Indonesia ) Menyelenggarakan Konferensi Global Bisnis dan Ilmu Sosial ke-5 (GCBSS).

Nanik Hariyana mempresentasikan makalah dengan judul “FMCG Product Endorser Advertising Variabels Affect The Purchase Decisions  And Brand Loyalty In The Community In The Korwil Jember.”

“Saya ingin meneliti produk FMCG yang berbengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen di wilayah Korwil Jember,”tuturnya.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
04May/17
biotek.unej

Praktikum Mata Kuliah Rekayasa Genetik dan Bioinformatika di daerah Wuluhan Jember

Program Studi Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember  mengadakan  Praktikum Mata Kuliah Rekayasa Genetik dan Bioinformatika di daerah wuluhan jember  (Kamis, 4 Mei 2017) yang dipimpin langsung oleh KPS Program Studi Magister Bioteknologi Prof. Dr. Tri Agus Siswoyo yang di ikuti oleh beberapa dosen serta seluruh mahasiswa  Magister Bioteknologi.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui aplikasi produk rekayasa genetik di masyarakat, terutama para petani, selain itu juga untuk memperkenalkan produk rekayasa genetic.

Bagus salah satu mahasiswa yang ikut serta mengatakan” untuk tanaman yang di amati sekarang tanaman jagung”.

“Diadakan kegiatan ini karena untuk mengetahui aplikasi dari penyemprotan raund up untuk jagung transgenik yang toleran herbisida yang dibandingkan dengan jagung non transgenik (konvensional),”ujarnya.

“sangat bermafaat, menambah wawasan ilmu bioteknologi yang sudah dikembangkan di indonesia, mengetahui aplikasi tanaman transgenik yang ada dilapangan,”imbuhnya. (hr).

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
28Nov/16
15280918_1471170499563815_40100961_n

Dr. Yosefa Sayekti, M.Com., Ak: Mendiseminasikan Hasil-Hasil Penelitian di Bidang Bisnis dan Akuntansi”.

15204140_1471151059565759_958903869_o

4 s.d 5 November 2016, Pascasarjana Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember  menyelenggarakan Konferensi Internasional “The 1st International Conference on Business and Accounting Studies (ICBAS) 2016” bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember . Diikuti sekitar  175 peserta dari berbagai wilayah Indoenesia diantaranya  Jakarta, Purwokerto, Bekasi, Batam, Bali, Kutai, Probolinggo, Blitar, dan Jember.

Pemateri diantaranya Elvia Shauki, PhD (University of South Australia), Mr. Fransiscus Monera Largo, Mrs. Grace Marie Villaluz Lape, Mrs. Concepcian Rasalan Racaza (University of San Carlos).

(28/11/2016)  Dr. Yosefa Sayekti, M.Com., Ak. Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan “Tujuan dari kegiatan ini memperoleh pengetahuan termutakhir terkait tema international conference yaitu socio-culture enterpreneurship and corporate accountability di lingkup Indonesia, Filiphina, Australia, dan Internasional pada umumnya, juga mendiseminasikan hasil-hasil penelitian di bidang bisnis dan akuntansi”.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
17Nov/16
12

AGUNG NUGROHO PUSPITO, Ph.D, “APAKAH ADA KEMUNGKINAN DENGAN MENGGUNAKAN TOKSIN DARI UBUR-UBUR TERSEBUT UNTUK PENGEMBANGAN BIOTEKNOLOGI PROTEKSI TANAMAN”

agungProgram Pascasarjana Universitas Jember adakan kuliah umum, yang diadakan di gedung Soerachman (16/11), kali ini pemateri merupakan Profesor dari University Of Hawaii At Manoa, USA. Prof. Angel Anne Yanagihara, Ph.D, Ilmuan dengan berbagai pengalaman di bidang identifikasi racun yang lebih dikhususkan pada ubur-ubur, salah satu biota laut yang memiliki nama ilmiah Chrysaora colorata atau Jellyfish, hingga menemukan serum untuk menghilangkan reaksi racun ubur-ubur.

Yanagihara menjelaskan tentang ubur-ubur, mulai perkembangan atau siklus hidup, reaksi racun dari tentakel yang terdampak dalam tubuh korban hingga beberapa cara mengatasi reaksi racun ubur-ubur. Kuliah umum kali ini moderatori oleh dr. Al Munawir, M Kes, Ph.D  sekaligus penerjemah dari beberapa pertanyaan peserta, termasuk pertanyaan dari Yuni Puspitasari tentang reaksi awal dan penanganan dini bagi orang awam dan bagaimana cara mengusir ubur-ubur seperti yang terjadi pada saat hewan tersebut menyerang pembangkit listrik di Paiton.

Yanagihara menjelaskan melalui Al Munawir, “bahwa ubur-ubur yang menyerang daerah paiton kisaran bulan april 2016 bukan jenis jelyfish beracun, sedangkan untuk orang atau masyarakat pesisir sudah tahu cara penanggulangan awal terhadap secarangan ubur-ubur tersebut”, ungkapnya.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
07Nov/16
endri

BERMODAL TERNAK BEBEK, MENGAIS GELAR MAGISTER BIDANG KEUANGAN.

endriWaktu menunjukan pukul 18.00 (6/11) itulah waktu tegang  Endri Purnomo untuk menghadapi  3 penguji tesis diketuai oleh Prof. Isti Fadah dengan 2 pembimbing tesis antara lain Hadi Paramu Ph.D dan Dr. Novi Puspitasari, guna mempertahankan tulisannya yang berjudul “Pengaruh Likuiditas Kupon Jangka Waktu Jatuh Tempo Dan Suku Bunga Pasar Terhadap Pasar Obligasi Berperingkat Rendah Dan Harga Pasar Obligasi Beringkat Tinggi”, untuk mendapatkan gelar yang di inginkan Magister Manajemen bidang konsentrasi keuangan.

“cukup tegang, lama, dengan tingkat stress tinggi saat ujian” katanya.

Pria asli kota oseng Banyuwangi ini, anak ke dua pasangan Irianto dan almarhumah Patemi ini memaparkan kisah perjalanan kuliahnya berawal dari SMU Ibrahimy Wongsorejo, roman picisan kala itu membuat gairah untuk terus mengejar prestasi akademik semakin meningkat. Meskipun keadaan orang tua tidak bisa menggapainya, dengan bermodal bebek petelur Endri Purnomo terus melangkah sampai jenjang Magister saat ini.

“saya kuliah ini hanya bermodal greget, dulu waktu SMU sering di ejek sama orang tua pacar”, katanya. “anak desa bisa apa” tambahnya.

Anak Desa Bajul Mati Wongsorejo Banyuwangi ini pernah mengutarakan hasrat untuk melanjutkan kuliah, namun ekonomi keluarga kurang mendukung, dengan keadaan orang tua sebagai peternak bebek tradisional.

“saya hanya dimodali bebek afkir untuk dijual ke pasar”, terangnya. “20 ekor bebek afkir hanya terjual 7500 per ekor, itulah yang saya gunakan untuk mendaftar kuliah saat S1, ditambah sisa uang saku saat SMU ”, tambahnya.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
03Nov/16
1

Surveilans Epidemiologi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Kegiatan penelitian lapang mahasiswa Strata dua  Ilmu Kesehatan Masyarakat peminatan Epidemiologi 2015 angkatan pertama (Kamis, 27 Oktober 2017) dengan pengambilan data menggunakan sistim sampling random di 3 tempat terpisah antara lain  Puskesmas Banjarsengon, Puskesmas Patrang, SMP Negeri 7 Jember dengan jumlah surveiyor sebanyak 13 orang mahasiswa.

Sampel tersebut menggunakan data jumlah pasien atau siswa yang terdapat pada masing-masing sampel yang telah ditentukan dan diduga terdapat wabah penyakit. Menurut Kustin, S.KM. Mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, “acara ini bertujuan untuk mengidentifikasi dimana dalam suatu wilayah tersebut diduga banyak ditemukan kasus campak”, ujarnya.

Mahasiswa peminatan Epidomelogi ini juga menjelaskan disamping sebagai pemantauan juga sebagai  pemantapan ilmu. Karena menurutnya Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta fakor yang terkait di tingkat populasi.

Kustin juga menambahkan “penelitian kesehatan masyarakat ini menginformasikan kepada pihak terkait berbasis bukti (eveidence based medicine) untuk mengidentifikasikan faktor risiko penyakit serta menentukan pendekatan penanganan yang optimal untuk praktik klinik dan untuk pendekatan preventif”.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
14Oct/16
xAnakPetaniJadiDoktor_unej-620x279.jpg.pagespeed.ic.63vnPzE9tW

Dua Anak Petani Tempuh Program Doktor di Universitas Jember

xAnakPetaniJadiDoktor_unej-620x279.jpg.pagespeed.ic.63vnPzE9tW

Jember, 13 Oktober 2016

Ada yang menarik dari kegiatan kuliah umum bertema “Peran Statistik Dalam Pembangunan” yang digelar oleh Program Pascasarjana Universitas di gedung Mas Soerachman (13/10). Di deretan kursi peserta yang didominasi oleh mahasiswa Program Pascasarjana tampak dua mahasiswa program doktor yang jika diperhatikan wajahnya mirip satu dengan yang lain, seperti bersaudara. Mereka tampak serius menyimak kuliah umum yang disampaikan oleh mantan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Suryamin, M.Sc.

Ternyata tebakan itu tidak keliru, kedua mahasiswa tersebut, Nanik Hariyana dan  Hendra Syahputra memang adalah kakak beradik asal Dusun Gadungan, Desa Kasiyan Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Nanik sang adik lantas mulai bercerita. “Kami berdua memang bercita-cita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan kami berdua memilih melanjutkan studi ke Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember,” ujar perempuan berjilbab ini.

Nanik kemudian menjelaskan walaupun mereka tinggal di desa, namun urusan menuntut ilmu tidak mau kalah dengan mereka yang tinggal di kota. Walaupun harus pulang pergi dari Puger ke Jember untuk kuliah, ritual ini mereka jalani dengan sabar. “Mempelajari ilmu itu kewajiban manusia, karena ilmu bekal penting dalam kehidupan kita. Tanpa ilmu, kita tidak akan pernah tahu bagaimana seharusnya menjalani kehidupan ini. Tanpa ilmu pula kita akan terjebak dalam kebodohan dan ketidaktahuan. Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa,” jelasnya serius. Selengkapnya>>>

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS