Tag Archives: Pascasarjana Universitas Jember

03Nov/16
1

Surveilans Epidemiologi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Kegiatan penelitian lapang mahasiswa Strata dua  Ilmu Kesehatan Masyarakat peminatan Epidemiologi 2015 angkatan pertama (Kamis, 27 Oktober 2017) dengan pengambilan data menggunakan sistim sampling random di 3 tempat terpisah antara lain  Puskesmas Banjarsengon, Puskesmas Patrang, SMP Negeri 7 Jember dengan jumlah surveiyor sebanyak 13 orang mahasiswa.

Sampel tersebut menggunakan data jumlah pasien atau siswa yang terdapat pada masing-masing sampel yang telah ditentukan dan diduga terdapat wabah penyakit. Menurut Kustin, S.KM. Mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, “acara ini bertujuan untuk mengidentifikasi dimana dalam suatu wilayah tersebut diduga banyak ditemukan kasus campak”, ujarnya.

Mahasiswa peminatan Epidomelogi ini juga menjelaskan disamping sebagai pemantauan juga sebagai  pemantapan ilmu. Karena menurutnya Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta fakor yang terkait di tingkat populasi.

Kustin juga menambahkan “penelitian kesehatan masyarakat ini menginformasikan kepada pihak terkait berbasis bukti (eveidence based medicine) untuk mengidentifikasikan faktor risiko penyakit serta menentukan pendekatan penanganan yang optimal untuk praktik klinik dan untuk pendekatan preventif”.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
14Oct/16
xAnakPetaniJadiDoktor_unej-620x279.jpg.pagespeed.ic.63vnPzE9tW

Dua Anak Petani Tempuh Program Doktor di Universitas Jember

xAnakPetaniJadiDoktor_unej-620x279.jpg.pagespeed.ic.63vnPzE9tW

Jember, 13 Oktober 2016

Ada yang menarik dari kegiatan kuliah umum bertema “Peran Statistik Dalam Pembangunan” yang digelar oleh Program Pascasarjana Universitas di gedung Mas Soerachman (13/10). Di deretan kursi peserta yang didominasi oleh mahasiswa Program Pascasarjana tampak dua mahasiswa program doktor yang jika diperhatikan wajahnya mirip satu dengan yang lain, seperti bersaudara. Mereka tampak serius menyimak kuliah umum yang disampaikan oleh mantan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Suryamin, M.Sc.

Ternyata tebakan itu tidak keliru, kedua mahasiswa tersebut, Nanik Hariyana dan  Hendra Syahputra memang adalah kakak beradik asal Dusun Gadungan, Desa Kasiyan Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Nanik sang adik lantas mulai bercerita. “Kami berdua memang bercita-cita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan kami berdua memilih melanjutkan studi ke Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember,” ujar perempuan berjilbab ini.

Nanik kemudian menjelaskan walaupun mereka tinggal di desa, namun urusan menuntut ilmu tidak mau kalah dengan mereka yang tinggal di kota. Walaupun harus pulang pergi dari Puger ke Jember untuk kuliah, ritual ini mereka jalani dengan sabar. “Mempelajari ilmu itu kewajiban manusia, karena ilmu bekal penting dalam kehidupan kita. Tanpa ilmu, kita tidak akan pernah tahu bagaimana seharusnya menjalani kehidupan ini. Tanpa ilmu pula kita akan terjebak dalam kebodohan dan ketidaktahuan. Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa,” jelasnya serius. Selengkapnya>>>

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
14Oct/16
xKuliah_kepala_bps_unej-620x279.jpg.pagespeed.ic.aEwI1YOJqx

Dr. Suryamin, M.Sc : Data Statistik Kunci Sukses Pembangunan

xKuliah_kepala_bps_unej-620x279.jpg.pagespeed.ic.aEwI1YOJqx

Jember, 13 Oktober 2016

Data statistik menjadi salah satu kunci sukses pembangunan. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Suryamin, M.Sc, mantan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kegiatan kuliah umum bertema “Peran Statistik Dalam Pembangunan” yang digelar oleh Program Pascasarjana Universitas di gedung Mas Soerachman (13/10). “Data statistik digunakan sebagai bahan rujukan untuk perencanaan, evaluasi, membuat keputusan, memformulasikan kebijakan agar sasaran dapat dicapai, serta sebagai alat konfirmasi dan legitimasi dalam pembangunan,” ujar Suryamin yang baru saja mengakhiri tugasnya selaku Kepala BPS.

Di hadapan 175 peserta kuliah umum yang merupakan mahasiswa S 2 dan S 3 di kampus Tegalboto, Suryamin lantas melanjutkan penjelasannya mengenai Statistik.  “Menurut UU no. 16 tahun 1997 tentang Statistik, Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antarunsur dalam penyelenggaraan statistik,” jelasnya lagi.

Suryamin menambahkan, data statistik sangat dibutuhkan dalam melihat indikator pembangunan yang terdiri dari kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan indeks pembangunan manusia. Indikator kemiskinan dan ketenagakerjaan merupakan dua indikator yang paling krusial dan sudah tidak asing terdengar di telinga masyarakat. Selama ini seperti yang kita tahu bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup menggembirakan namun angka kemiskinan masih tinggi dan lambat dalam mengalami penurunan. Selengkapnya>>>>>

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
13Oct/16
KEGIATAN

Program Pascasarjana Universitas Jember Gelar Kuliah Umum

DSC_0114

Jember, 13 Oktober 2016

Kuliah umum digelar Program Pascasarjana Universitas Jember, pelaksanaan bertempat  di gedung Mas Soerachman Universitas Jember, agenda tahunan yang ditujukan khusus bagi mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Jember ini mengambil tema “Peran Statistik dalam Pembangunan” .

Dalam acara kali ini menghadirkan pembicara dari Badan Pusat Statistik, Dr. Suryamin, M.Sc. Kepala BPS pusat periode 2012 hingga 2016. Dengan gelar terakhir yang diraih sebagai Doktor di Major Statistics Minor Economics, University of The Philippines Los Banos tahun 1994.  ada beberapa  pos penting yang pernah komandaninya, salah satu jabatan penting yang pernah disandangnya pada tahun 2008 sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, sekolah yang mencetak kader-kader Statistika Nasional.

Putra asli Garut ini dalam tampilan powerpointnya menuturkan tentang berbagai macam hal fungsi statistik diantaranya sebagai bahan rujukan untuk perencanaan evaluasi, membuat  keputusan, memformulasikan  kebijakan  agar  sasaran dicapai, alat  konfirmasi dan legitimasi.

Suryamin juga mengatakan “statistik memiliki 10 aturan pokok, satu diantaranya confidensial atau kerahasiaan. Lebih lanjut Suryamin mengatakan bahwa konsep statistik diseluruh dunia harus sama hanya berbeda pada metodologi pencarian data yang berbeda, statistik bukan masalah BPS saja sebagai penghimpun dan penyampai data statistik tetapi masalah Nasional”.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
30Sep/16
14518555_10206807000006182_524421676_n

Universitas Jember Gencar Untuk Memediasi Dan Memberikan Sarana Seluruh Kegiatan Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Jantung.

14518555_10206807000006182_524421676_n

Jember, 30 September 2016

Tanggal 29 September ditetapkan sebagai hari jantung sedunia,  mengapa sampai diperingati, bahkan  sampai di kampanyekan juga, apakah sangat membahayakan hingga menyebabkan kematian terbanyak di dunia, begitu ungkapan yang mungkin akan melekat pikiran kita.

Serangan jantung, secara medis disebut infark miokard, adalah kondisi di mana pasokan darah menuju ke jantung terhambat, gangguan aliran darah ke jantung ini bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal

dr. Rosita Dewi, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jember menjelaskan “ penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan bahwa prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter/gejalanya adalah sebesar 1,5% atau diperkirakan sekitar 2.650.340 orang” .

Dari beberapa kejadian yang dijelaskan kepada sebagai dosen, Rosita Menambahkan “prevalensi penyakit gagal jantung berdasarkan diagnosis dokter/gejalanya adalah sebesar 0,3% atau diperkirakan sekitar 530.068 orang”, imbuhnya.

Senada dengan hal itu, dr. Irma Zakina, Mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, dalam artikelnya menjelaskan bahwa,

“Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, setiap tahunnya lebih dari 36 juta orang meninggal dunia karena penyakit tidak menular. Secara global, kematian nomor satu dari penyakit tidak menular, yaitu penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah) antara lain: penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, dan juga gagal jantung”.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS