All posts by TWP

29Aug/17
SEM_UNEJ-770x433

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Jember Ikuti Pelatihan SEM

SEM_UNEJ-770x433Jember, 27 Agustus 2017

Selama ini aplikasi SPSS menjadi andalan bagi mahasiswa dan peneliti dalam menganalisis data univarian. Namun dengan makin berkembangnya cakupan penelitian, maka diperlukan aplikasi yang mampu menganalisisi data multivarian. Salah satu aplikasi yang kini banyak digunakan untuk analisis multivarian adalah Structural Equation Modelling atau SEM. Guna memperkenalkan SEM, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Jember menggelar Pelatihan SEM selama tiga hari di Hotel Bintang Mulia (25-27/8). Hadir sebagai narasumber pada pelatihan kali ini adalah Dr. Hari Basuki N., dr., M.Kes, trainer dari Universitas Airlangga, yang juga merupakan Ahli Bidang Biostatistika dan Kependudukan.

Menurut Dr. Isa Ma’rufi, S.KM., M.Kes., Ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam analisis data penelitian di dalam pengerjaan thesis mereka. “Mahasiswa pascasarjana saat ini mulai dituntut untuk mengolah data multivarian. Oleh karenanya, penting diadakan pelatihan SEM untuk memperkenalkan seperti apa aplikasi yang digunakan dalam pengolahan data multivarian. Aplikasi yang digunakan dalam pengolahan data multivarian diantaranya adalah Amos dan Isrel. Kedua aplikasi SEM tersebut memiliki banyak kelebihan disbanding SPSS,” tuturnya. Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Aug/17
MoU

Pakar Metabolomik Dari Jerman, Berikan Kuliah Umum Di Pascasarjana Universitas Jember

Prof.-Ludger-1_UNEJ-770x433Jember, 24 Agustus 2017

Mungkin belum banyak orang yang akrab dengan istilah metabolomik, padahal  perkembangan bioteknologi saat ini tidak lepas dari peran metabolomik. Untuk itulah Program Studi Magister Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember menghadirkan pakar metabolomik asal Leibniz Institute of Plant Biochemistry, Jerman, Prof. Ludger Wessjohan (24/8). Prof. Ludger memberikan kuliah umum berjudul “Novel Ways to Understand Natures Molecular Complexity: Metabolomics in Modern Drug Discovery” di hadapan 150 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa di aula lantai 3 Gedung Soerachman.

MoUMenurut Prof. Ludger yang juga menjabat sebagai Head of Department and Research Group at Bioorganic Chemistry, di Leibniz Institute of Plant Biochemistry ini, metabolomik merupakan disiplin ilmu dalam Biokimia yang mempelajari metabolit, senyawa kimia yang terlibat dalam proses metabolisme mahluk hidup. “Metabolomik banyak berperan dalam pengembangan life science, seperti kedokteran, hingga pertanian. Salah satu kegunaan metabolomik antara lain membantu proses pembuatan biofuel, dari tanaman menjadi bahan bakar yang kini tengah banyak dikembangkan sebagai industri yang sangat penting di masa depan,” katanya mengawali kuliah umum.

Sementara itu, Prof. Tri Agus Siswoyo, Ketua Program Studi Magister Bioteknologi menjelaskan bidang metabolomik belum banyak dijamah oleh saintis terutama di Indonesia, namun memiliki potensi yang sangat besar. Menurutnya dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada ilmu murni seperti biologi semata, namun juga makin berkembang dengan ilmu-ilmu lainnya sehingga menhasilkan disiplin ilmu terapan seperti biokimia, biologi molekuler, mikrobiologi, genetika dan lainnya. Program Studi Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember sendiri memiliki penekanan pada Pharmacitical and Nutracitical yang berfokus pada bioteknologi kesehatan. Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Aug/17
khoiru nail

Pemilihan Rektor Perguruan Tinggi Negeri Oleh Presiden Merupakan Kegagalan Memahami Penafsiran Hukum dan Dapat Menurunkan Marwah Presiden

WhatsApp Image 2017-08-23 at 09.28.51

Ditulis oleh : Muhammad Hoiru Nail SH MH.

Mahasiswa Pasca Sarjana Program Doktor Ilmu Hukum. Fakultas Hukum Universitas jember.  naildoank@yahoo.com

Beberapa bulan yang lalu kita semua khususnya civitas akademika dikejutkan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri (mendagri) bapak Tjahjo Kumulo terkait perubahan mekanisme pemilihan Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang akan diambil langsung oleh presiden. Artinya dengan kata lain ketentuan awal mendagri mengusulkan pemilihan rektor dilakukan oleh Menristek dikti  35 persen (hak suara menteri) akan diambil oleh presiden. Salah satu alasan pelibatan presiden karena perguruan tinggi berperan penting membangun bangsa dan Negara menjadi lebih baik (dikutip nasional.kompas.com tanggal 1 Juni 2017)

Pemilihan Rektor diatur melalui Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri. Pasal 9 ayat 3 “menteri memiliki 35 persen hak suara dari total pemilih yang hadir dan 65 persen hak dan suara masing-masing senat memliki hak suara yang sama”. Usul mendagri ini tentu memunculkan pertanyaan besar terkait kewenangan pemilihan rektor oleh presiden. Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Aug/17
Ujian-CBT-Pasca_UNEJ-770x433

Universitas Jember Kembangkan Program Studi Multidisiplin

Ujian-CBT-Pasca_UNEJ-770x433

Jember, 19 Agustus 2017

Universitas Jember terus berusaha mengembangkan program studi multidisiplin, baik di jenjang pascasarjana maupun sarjana. Hal ini disampaikan oleh Zulfikar, Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni di sela-sela mengawasi jalannya ujian masuk gelombang V Pascasarjana Universitas Jember (19/8). Salah satu contohnya adalah dengan dibukanya tiga program studi multidisiplin di Pascasarjana Universitas Jember yakni Program Studi Bioteknologi, Kesehatan Masyarakat dan yang terbaru Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian. Sementara untuk jenjang sarjana, kampus Tegalboto tahun ini membuka Program Studi Perencanaan Kota dan Wilayah serta Teknik Kimia, yang keduanya ada di Fakultas Teknik.

Menurut Zulfikar, pilihan untuk mengembangkan program studi multidisiplin diharapkan dapat menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan berkiprah di bagian hilir dari sebuah proses produksi. “Program studi seperti Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian atau Teknik Kimia dan lainnya, adalah program studi yang sifatnya lintas disiplin dan ilmunya lebih aplikatif, karena bidang yang dipelajari juga bakal lebih banyak bersentuhan langsung dengan persoalan sehari-hari,” jelasnya. Dosen Kimia FMIPA ini lantas berharap di tahun depan Universitas Jember akan membuka lebih banyak lagi program studi multidisiplin, baik di jenjang pascasarjana maupun sarjana, apalagi Kemenristekdikti tengah fokus mengembangkan program studi di bidang Science, Technology, Enggineering and Mathematic (STEM) Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS