Category Archives: ARTIKEL DAN OPINI

25Nov/16

Menjadi Guru Idaman Siswa

Menjadi Guru Idaman Siswa

WhatsApp Image 2016-11-25 at 16.14.51

Oleh: Mohammad Tohir
Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember
dan Guru SMP Negeri 2 Jember

 

Peran Guru ketika disekolah sebagai orang tua bagi siswa. Dimana Guru harus berperan sebagai sosok panutan siswanya agar suasana belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Siapa yang tidak mau menjadi guru yang diidamkan oleh siswa. Sepertinya semua guru akan mengharapkan hal ini. Akan tetapi tahukah kita bahwa semakin minta diidamkan siswa, maka akan semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak diidamkan siswa? jika menjadi guru yang diidamkan oleh siswa merupakan tujuan utama kita, maka sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan yang diinginkan oleh siswa. Menjadi guru yang diidamkan oleh siswa juga bukan berarti menuruti semua yang siswa mau atau inginkan. Karena jika guru menuruti semua keinginan siswa bisa jadi malah membuat keluar dari tujuan dan kegiatan proses belajar mengajar.

Berikut adalah hasil survey dari pengalaman penulis tentang Guru yang di idamkan oleh siswa. Hasil survey ini didapat setelah upacara Hari Guru pada tanggal 25 November 2016 pagi ini.

Continue reading

25Nov/16

Muchamad Taufiq, S.H.,M.H : HARI GURU: MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

HARI GURU : MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

pak taufiq

Oleh : Muchamad Taufiq, S.H.,M.H. [1]

PENGANTAR

Tiada kata terindah yang dapat diucapkan dihari yang indah ini, kecuali “DIRGAHAYU GURU INDONESIA, DITANGANMU NASIB GENERASI INI KAU BENTUK”. Guru merupakan istilah yang sangat lama telah bersemayam dihati segenap anak bangsa, sebagai “PAHLAWAN TANPA TANDA JASA”. Sebagai tanda penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan, menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Meski term sebagai “Pahlawan Tanda Jasa” itu tidak lagi “seangker” masa lalu seiring dengan berbagai fenomena yang “mungkin” dinilai telah mencederai sebuah tugas mulia sebagai seorang “GURU”.  Dimasa lampau akan selalu terngiang bahwa hampir semua orang tua akan bangga bahkan mendorong kelak anaknya akan menjadi seorang guru, karena “Guru” merupakan profesi teramat mulia, memberikan ilmu yang saat ini lebih dikenal dengan istilah “knowledge transformation”.

Saat ini perlu pemahaman secara normatif bahwa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen maka term ”Guru” tidak lagi sendiri namun bersama “Dosen” yang  mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Justifikasi terhadap kedudukan guru dan dosen  sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Guru dan Dosen didefinisikan profesional. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Continue reading

21Nov/16

ORANG TUA BERPERAN PENTING TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK

IKM S2

Penulis : MEGA INDAH PN,.S.ST (Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember)

Perkembangan anak sangat ditentukan oleh pola asuh dari orang tua. Pola asuh yang tepat akan mengarahkan pada perkembangan kepribadian yang baik dan juga sebaliknya. Secara umum dampaknya adalah sebagai berikut:

  1. Pola pikir. Perkembangan cara berpikir anak sangat tergantung pada pola asuh yang diberikan orang tua. Apabila terjadi kesalahan dalam pola asuh maka kemungkinan besar anak akan mengalami keterlambatan dalam berpikir dewasa.
  2. Pola asuh yang salah akan menjadi penyebab perkembangan kepribadian anak menjadi sangat terlambat. Anak yang terlalu dimanjakan (salah satu bentuk kesalahan pola asuh) akan cenderung takut mengambil keputusan sendiri.
  3. Kematangan emosi anak juga akan sangat ditentukan oleh pola asuh yang didapatkan. Oleh karena itu untuk mengajarkan anak dalam mengelola emosi harus dimulai dengan memberikan pengasuhan yang tepat. Anak mudah marah, mudah menangis, penakut, atau kondisi emosi negatif lain adalah buah dari pengasuhan yang salah dalam lingkungan keluarga.
  4. Bergaul dilingkungan sosial dengan teman sebaya membutuhkan rasa percaya diri yang kuat dari anak. Apabila hal ini tidak ditunjang dengan cara mengasuh yang tepat maka anak akan sulit bergaul dengan sebayanya.
  5. Pengenalan konsep. Baik atau buruk, benar dan salah sebaiknya dikenal oleh anak dalam lingkungan keluarga atau dalam pengasuhan. Proses pengasuhan bukan sekedar menjaga anak agar terhindar dari bahaya secara fisik tetapi juga dalam penalaran terhadap konsep.

Continue reading

18Nov/16

YUUUK TERAPKAN POLA HIDUP SEHAT AGAR TERHINDAR DARI DIABETES MELLITUS

IKM S2Penulis: Kustin, S.KM. Mahasiswa Magister  Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember

Pembangunan kesehatan indonesia diarahkan guna mencapai pemecahan masalah kesehatan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Sejak awal pembangunan kesehatan telah diupayakan untuk memecahkan masalah kesehatan lingkungan, penemuan obat-obat efektif untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi penyakit dan kesakitannya. Saat ini di negara berkembang telah terjadi pergeseran penyebab kematian utama yaitu dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Kecenderungan transisi ini dipengaruhi oleh adanya berubahnya gaya hidup, urbanisasi dan globalisasi. Penyakit yang tergolong dalam penyakit tidak menular yang mengiringi proses penuaan usia (degeneratif) diantaranya: Neoplasma (Kanker), Gangguan mental, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Diabetes Melitus, dan lain-lain. Diabetes Melitus (DM) merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan hormon insulin secara absolut.

Salah satu pemicu timbulnya berbagai penyakit disebabkan perubahan gaya hidup yang telah memperluas epidemis obesitas dan diabetes mellitus. Perubahan gaya hidup dan pola makan dari makanan yang berbasis karbohidrat menjadi makanan berlemak tinggi meningkatkan timbulnya penyakit degenerative seperti jantung coroner, hipertensi dan diabetes mellitus. Diabetes mellitus merupakan suatu kelainan metabolik kronis serius yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan seseorang yang ditandai dengan kondisi dimana konsentrasi glukosa dalam darah secara kronis lebih tinggi daripada nilai normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin atau fungsi insulin tidak efektif. Kadar glukosa darah merupakan factor yang sangat penting untuk kelancaran kerja tubuh. Karena pengaruh berbagai factor dan hormone insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas, sehingga hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah Bila kadar glukosa dalam darah meningkat sebagai akibat naiknya proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat, maka oleh enzim-enzim tertentu glukosa dirubah menjadi glikogen. Proses ini hanya terjadi di dalam hati dan dikenal sebagai glikogenesis. Sebaliknya bila kadar glukosa menurun, glikogen diuraikan menjadi glukosa. Proses ini dikenal sebagai glikogenolisis, yang selanjutnya mengalami proses katabolisme menghasilkan energy (dalam bentuk energy kimia, ATP). Kadar normal glukosa puasa dalam darah adalah 70 – 110 mg/dl.

Continue reading

10Nov/16

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI DAN MENGHORMATI PARA PAHLAWAN DAN MENJADIKANNYA SEBAGAI HUJJAH UNTUK BERAMAL KEBAIKAN

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat hanya seremonial saja. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu. Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya.

Kita wajib mendoakan atas jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November. Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya sekedar itu saja. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan.

Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan Indonesia yang bersih dan bebas korupsi. Negeri kita sedang diwarnai kasus korupsi yang sudah mencapai stadium terakhir. Karena sudah melibatkan para pejabat tinggi dan yang paling menyedihkan sudah melibatkan para penegak hukumnya sendiri. Yang semestinya mereka membantu memberantas korupsi namun sekarang kebalikan dari semua itu. Dan kita sangat membutuhkan orang-orang berani untuk memberantasnya. Karena korupsi adalah akar dari kehancuran sebuah Negara.

Sifat dan ciri seorang dikatakan pahlawan adalah jujur, pemberani, dan rela melakukan apapun demi kebaikan dan kesejahteraan orang banyak.

Continue reading

10Nov/16

KEPAHLAWANAN DAN NILAI-NILAI JSN45

KEPAHLAWANAN DAN NILAI-NILAI JSN45

taufik

Oleh Muchamad Taufiq, S.H.,M.H.

Mahasiswa Pascasarjana S3 FH UNEJ, Kabid Hukum-Ham-LH PD. PPM Jawa Timur, Bidang Organisasi & Hukum PMI Jawa Timur, Pengprov FORKI Jawa Timur.

PENDAHULUAN

Hanya Bangsa yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya Dapat Menjadi Bangsa yang  Besar.  “Satukan Langkah untuk Negeri” merupakan tema peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2016. Setiap memperingati Hari Pahlawan membuat kita ingat pada sejarah heroik perjuangan “arek-arek Suroboyo” dibawah pimpinan Bung Tomo. Tidak menutup kemungkinan pada tanggal 10 Nopember 1945 ditempat lain penjuru nusantara ini juga terdapat perlawanan terhadap penjajah. Mereka yang berjuang dan akhirnya gugur melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan kala itu kita sebut “Pahlawan”. Tidak sedikit anak bangsa yang mendapatkan gelar “Pahlawan” secara dejure namun sesungguhnya sangat banyak “Pahlawan” secara defacto. Artinya secara dejure gelar Pahlawan memang sudah diatur tata cara dan syarat pemberiannya dalam UU No. 20 Tahun 2009, namun sesungguhnya tidak sedikit anak bangsa yang pantas disebut “Pahlawan”.

PAHLAWAN NASIONAL

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan memberikan definisi terhadap Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia. Gelar berupa Pahlawan Nasional dan didalam pemberian Gelar dapat disertai dengan pemberian Tanda Jasa dan/atau Tanda Kehormatan. Continue reading

24Oct/16

KONSISTENSI PEMBERANTASAN PUNGUTAN LIAR (PUNGLI) UNTUK MENCIPTAKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE)

nailDitulis oleh : Muhammad Hoiru Nail S.H., M.H. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNEJ, Asisten Peneliti Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi.

Selasa 11 Oktober 2016 masyarakat dibuat terbelalak dengan pemberitaan media terkait sidak yang dilakukan oleh Presiden Jokowi bersama Kepolisian RI ke gedung kementerian perhubungan.ditemukan pada sidak tersebut pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum kementerian perhubungan terkaitan perizinan kapal dan hal tersebut membuat murka presiden jokowi dan presiden langsung membuat tindakan cepat untuk memberantas pungli di negeri ini.

Sehari setelah kejadian di gedung Kemenhub Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Menko Polhukam dan Sekretaris Kabinet (Seskab) untuk mempersiapkan aturan main dan juga secara detil mengenai kelembagaan Satuan Tugas (Satgas)  presiden memberikan nama terhadap pemberantasan pungli ini dengan sebutan (Saber Pungli) sapu bersih pungutan liar. Penanggungjawab operasi oleh kementerian Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum,  dan kepolisian RI serta dibantu oleh kementerian dan lembaga terkait.

Sebenarnya kabar mengenai pungli di gedung Kemenhub oleh Presiden langsung bukan merupakan hal yang aneh bagi masyarakat, sebab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang berhubungan dengan birokrasi selalu menjumpai suatu hal yang di sebut dengan pungutan liar atau pungli oleh oknum-oknum pejabat tertentu di suatu instansi pemerintahan. Pungutan liar tersebut diagung-agungkan sebagai jalan pintas bagi seseorang yang hendak melakukan sesuatu yang berhubungan dengan birokrasi dengan cara yang cepat, tidak berbelit-belit, jalan birokrasi yang pendek serta tidak membuat repot orang yang mengurusnya. Dengan suguhan janji yang di berikan tersebut masyakat tidak sedikit yang menggunakan cara cepat tersebut dengan implikasi harus membayar sejumlah uang tertentu diluar ketentuan peraturan perundang-undangan.Continue reading

18Oct/16

“Tantangan Terwujudnya Kemandirian Pangan Nasional”

foto web

Konflik energi 70 %  terjadi di Timur Tengah.  Kawasan yang menghasilkan minyak untuk menyuplai kebutuhan energi dunia. Konflik tersebut sudah terjadi selama beberapa tahun dan memakan banyak korban yaitu hancurnya beberapa negara-negara penghasil minyak. Belajar dari konflik energi tersebut, tidak menutup kemungkinan arah pergeseran konflik energi akan bergeser menjadi konflik pangan dunia. Karena diperkirakan pada tahun 2046 jumlah penduduk dunia menjadi 11 milyar. 2,5 milyar berada di kawasan equator dan 8,5 milyar di luar kawasan equator. Menurut teori Thomas Robert Malthus populasi manusia terkecuali dibatasi oleh terjadinya perang selalu bertambah sampai dibatasi oleh kelaparan. Populasi manusia akan bertambah menurut deret ukur sedang suplai pangan hanya bertambah menurut deret hitung. Dari dasar tersebut akan terjadi malapetaka yang mengerikan terhadap ketersediaan pangan dunia. Indonesia salah satu negara yang berada di kawasan equator yang mempunyai potensi yang sangat besar terutama potensi kekayaan sumberdaya alam yang  besar, sehingga Indonesia merupakan negara primadona yang menjadi daya tarik dunia dalam memenuhi kebutuhan pangan. Bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan pangan 8,5 milyar penduduk di luar kawasan equator tersebut? Akankan negara-negara tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya? Hal ini akan menjadi konstelasi konflik baru yang akan merubah tatanan masyarakat dunia untuk mencari pangan dan berpotensi untuk menjadi konflik pangan dunia (krisis energi).

Continue reading

14Oct/16

3P (Petani Pahlawan Pangan)

3P (Petani Pahlawan Pangan)

padi

Oleh : Wiji Lestari, S.TP
Mahasiswa Program Studi Magister Teknologi Agroindustri Universitas Jember

Indonesia adalah Negara Agraris. Sebagai Negara Agraris, kegiatan perekonomian sebagian besar penduduknya adalah di bidang pertanian. Ketika kita berbicara tentang pertanian, maka yang akan terlintas pertama di benak kita adalah petani dan pangan. Keduanya memang tidak dapat dipisahkan. Petani dikenal sebagai pemenuh kebutuhan pangan manusia.

Kegiatan utama petani adalah bercocok tanam di lahan sawah, ladang dan kebun. Tanaman yang mereka tanam sebagian besar adalah tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Mereka berusaha mencukupi kebutuhan pangan keluarganya, bahkan masyarakat di sekitarnya. Penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani banyak sekali jumlahnya. Apalagi bagi mereka yang tinggal di pedesaan, rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, kini banyak Negara – Negara Agraris yang berubah menjadi negara industri. Kegiatan pertanian berubah menjadi kegiatan perindustrian. Lahan-lahan pertanian yang awalnya digunakan untuk bercocok tanam tanaman pangan berubah fungsi menjadi bangunan besar dan megah tempat kegiatan industrialisasi. Petani yang awalnya dapat bercocok tanam kehilangan pekerjaannya. Lalu bagaimana nasib keluarga petani apabila mereka kehilangan pekerjaannya? Pekerjaan apa yang dapat mereka lakukan untuk tetap bisa bertahan hidup? Bagi orang yang memiliki keahlian lain selain bercocok tanam mungkin dapat mencari pekerjaan. Akan tetapi bagaimana nasib petani yang hanya memiliki keahlian bercocok tanam?

Continue reading

11Oct/16

10 – 10 HARI KESEHATAN JIWA

10 – 10 HARI KESEHATAN JIWA 1

0

Oleh : Chikita Rizqi Hanifati, S.Ked (Mahasiswa Pascasarjana  Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember)

Gangguan jiwa kian menghantui masyarakat baik itu di dunia maupun di Indonesia. Jumlah penderita gangguan jiwa dari tahun ke tahun semakin bertambah karena adanya krisis ekonomi maupun krisis sosial yang terjadi. Sebuah data yang dihasilkan berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SK-RT) yang dilakukan Badan Litbang Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2005 menunjukkan hasil suvey yang cukup mengagetkan yaitu diperkirakan terdapat 264 dari 1000 anggota Rumah Tangga menderita gangguan kesehatan jiwa. Dan jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya tingkat stress masyarakat dari tahun ke tahun

Jenis gangguan jiwa sangat beragam. Dari mulai yang ringan hingga tingkatan yang berat. Munculnya masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang besar.

2

Masalah gangguan jiwa yang menyebabkan menurunnya kesehatan mental ini ternyata terjadi hampir di seluruh negara di dunia. WHO (World Health Organization) yaitu suatu badan dunia PBB yang menangani masalah kesehatan dunia, memandang serius masalah kesehatan mental dengan menjadikan isu global WHO. WHO mengangkat beberapa jenis gangguan jiwa seperti Schizoprenia, Alzheimer, epilepsi, keterbelakangan mental dan ketergantungan alkohol sebagai isu yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius lagi.

Continue reading