Category Archives: BERITA

05Jun/18

PASCASARJANA UNEJ MENGADAKAN KEGIATAN BUKA PUASA BERSAMA

Banyak hal yang menarik selama bulan puasa diantaranya  tradisi buka puasa bersama yang banyak dilakukan oleh beberapa masyarakat . Kegiatan buka puasa bersama banyak sekali hikmahnya diantaranya menyambung silahturahmi dan memererat tali persaudaraan.

4/Juni/2018 Pascasarjana UNEJ mengadakan kegiatan buka puasa bersama yang diikuti oleh pimpinan beserta staf yang bertempat di gedung Pascasarjana UNEJ. Keceriaan sangat nampak sekali dalam acara buka puasa bersama ini.

Rudi Wibowo Direktur Pascasarjana UNEJ menghimbau dalam sambutannya “Bulan puasa ini hendaklah menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih disiplin”.

“Jangan lupa selama liburan hari raya Idul Fitri mari kita jaga keamanan kantor kita”,ungkapnya.(hr)

 

 

30May/18

Sugeng Winarso: Dasyatnya Dampak Erosi

Kata-kata erosi nampaknya sudah sangat familier dengan telinga kita, bahkan anak-anak SD dan TK pun sudah tahu tentang erosi. Gambaran sungai sangat keruh berwarna coklat gelap dan lahan-lahan miring beralur-alur dan hancur atau rusak karena jejak adanya aliran air membuktikan adanya erosi. Secara sederhana erosi dapat dikatakan proses pindahnya partikel-partikel (bahan-bahan) tanah atau sedimen oleh aliran air, angin atau percikan butir-butir hujan.

Erosi tanah terjadi saat permukaan tanah terbuka, pelindung atau penutup yang biasanya berupa vegetasi atau tanaman, serasah atau sisa-sisa tanaman terganggu dan hilang, baik oleh kegiatan pembersihan, pengolahan tanah, pembakaran dan sebagainya.

Jadi tanah-tanah yang terlindungi yang ditunjukkan oleh adanya penutup (cover) baik vegetatif (hidup) maupun mati (mulsa) sangat mengurangi erosi; sebaliknya tanah yang makin terbuka makin peka terhadap erosi. Tanah-tanah yang banyak bahan organiknya juga akan lebih tahan terhadap proses erosi.

Erosi yang terjadi di alam dapat dikelompokan menjadi dua yaitu 1) erosi geologi dan 2) erosi dipercepat. Erosi geologi adalah erosi yang terjadi secara alami tanpa adanya pengaruh dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan manusia. Erosi ini telah terjadi pada jutaan tahun yang lalu hingga sekarang, akan tetapi berjalan secara lambat sehingga tidak terasa atau berpengaruh secara nyata pada perubahan-perubahan alam atau lingkungan dan menggambarkan kesetimbangan alam. Erosi dipercepat adalah juga proses alam yang terjadinya lebih cepat (dipercepat) oleh ketidaksetimbangan kondisi lingkungan. Erosi ini pada umumnya sangat membahayakan dan berdampak besar baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungan. Selain di atas, erosi juga dapat dibedakan menjadi erosi percikan (splash), alur (riil), lembar (sheet), parit (gully), saluran aliran air (stream channel), terowongan (tunnel), pengolahan (tillage). Gambaran atau kenampakan erosi-erosi tersebut adalah beruturu-turu sebagai berikut:

This slideshow requires JavaScript.

Berdasarkan gambaran di atas, erosi sangat merugikan sehingga harus dicegah atau minimal dikurangi. Sudah barang tentu pemahaman, tindakan, dan pencegahan erosi untuk setiap orang berbeda. Berikut adalah informasi tentang erosi yang mungkin dapat menambah pengetahuan kita tentang dasyatnya dampak erosi, sehingga kita lebih peduli yang akhirnya berbuat untuk mencegah erosi menjadi seminimal mungkin. Continue reading

16May/18

Sosialisasi Beasiswa LPDP

12 Mei 2018 Sosialisasi Beasiswa LPDP di Fakultas Teknik Universitas Jember dengan pemateri  Ilmiyah Budi DN, Anjar Putro Utomo BPI LN dan Atika Mustaghfiroh BPI DN.

Peserta terlihat antusias sekali, hal ini dapat dilihat dari sesi tanya jawab dengan 7 penanya dan masing-masing membawa lebih dari 2 pertanyaan.

“Alhamdulillah sosialisasi berjalan dengan lancar dan detail terkait informasi awal untuk menggapai mimpi melalui LPDP”,ungkap Ilmiyah.

 

11May/18

Forum Group Discussion Terhadap Kekeringan Di Lahan Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo

Permasalahan yang terjadi di lahan rehab diantaranya banyak tanaman pokok yang mati, rawan kebakaran hutan saat kemarau, dan kekurangan air saat musim kemarau. Kegiatan diskusi ini sangat membantu petani lahan rehab dalam pemberian informasi dan pengetahuan teknologi terhadap masalah kekeringan. Petani kesulitan dalam menyimpan air, sehingga perlu membawa air dari sungai atau cekungan dengan jerigen. Dr. Yenny Dhokikah dan Prof Nawianto selaku dosen pengampu mata kuliah Dinamika Sosial dan Kearifan Lokal memberikan masukan untuk menyimpan air saat musim hujan, seperti membuat cekungan kemudian diberi terpal, agar air tidak meresap ke dalam tanah dan bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman pokok saat musim kemarau. Selain itu, bisa juga dengan menangkap kabut dengan jaring-jaring, tetesan embun ditampung dalam bak atau drum. Dr. Luh Putu Suciati selaku dosen pengampu mata kuliah ekonomi lingkungan memeberikan masukan untuk menanbah bibit tanaman Loh di lahan rehab, karena tanaman Loh akarnya mampu menyimpan air, daunna bisa untuk pakan ternak, getahnya bisa untuk obat oles yang terkena gigitan serangga.

Salah satu kearifan lokal masyarakat petani lahan rehab adalah acara selametan atau dikenal dengan istilah Brokohan yang dilakukan ketika buka lahan dan panen. Acara selametan/brokohan bertujuan untuk mensyukuri hasil yang di dapat. Petani lahan rehab masih melakukan adat Cok Bakol, yaitu membuat sesaji dalam bentuk jenang. Jenang tersebut dibacakan doa-doa yang kemudian di letakkan di lahan milik petani. Ada sekitar 70% petani lahan rehab yang masih yakin dengan adat istiadat brokohan dan cok bakol. Kearifan lokal lainnya adalah memanfaatkan putung rokok sebagai pengganti sumbu kompor yang dimasukkan ke dalam lubang botol yang berisi air. Hal ini berfungsi sebagai irigasi dengan cara infus yang dirasa oleh petani lebih efisien terhadap pengairan tanaman pokok.

Penulis: Jenitra Milan Petrina

09May/18

Diskusi Konflik Sosial dan Ketahanannya di Desa Semboro Bersama Kementerian Sosial Jawa Timur dan Dinas Sosial Jember.

Selasa 8/5/2018 Mahasiswa Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian (MPSAP) Pascasarjana Universitas Jember menghadiri kegiatan diskusi berjudul “Penguatan Desa Berketahanan Sosial Tahun 2018” di balai Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Diskusi tersebut menghadirkan para pakar, yaitu Isnaini Dwi Susanti, S.H selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Hanifi selaku perwakilan dari Kapolres Jember, serta Selfi Budi Helpiastuti selaku dosen Universitas Jember. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 75 peserta yang merupakan warga desa Semboro.

Kegiatan diskusi ini dilatarbelakangi oleh konflik sosial yang terjadi di Desa Semboro pada tahun 2015. Konflik sosial tersebut berupa perebutan sumber air yang hanya satu dan memiliki volume kecil. Sehingga terjadilah konflik antar warga sehingga membuat suasana desa tidak rukun dan tidak guyub. Kementerian Sosial Jawa Timur datang ke lokasi kejadian lalu mengusulkan untuk penyelesaian masalah. Kemensos bersama Dinsos Jember melakukan pengeboran sumber air sampai artesis dan penyediaan tandon yang kemudian airnya dialirkan ke rumah warga melalui pipa-pipa.

Warga yang telah mampu meredam konflik sosialnya dan telah mampu mengatur pengelolaan air secara mandiri, kemudian dikukuhkan menjadi Sahabat Pelopor Perdamaian. Pengukuhan tersebut diresmikan secara langsung oleh Kabid Linjamsos Kementerian Sosial Provinsi Jawa Timur dengan membunyikan kentongan secara bersama-sama. Serangkaian kegiatan penyelesaian konflik air di desa Semboro telah menjadi pionir atau percontohan bagi desa-desa lain karena kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Indonesia.

Penulis:
Rhoshandhayani KT
Email: halokakros@gmail.com
Web: www.halokakros.com

 

02May/18

KeRis AgriEcon : Tembakau Tidak Hanya Untuk Rokok Dan Cerutu Saja !

Jember, 30 April 2018

Tembakau tidak hanya untuk bahan pembuatan rokok dan cerutu saja ! Ternyata banyak manfaat yang bisa dikembangkan dari tanaman yang juga dikenal sebagai emas hijau ini.  Dari obat luka bagi penderita diabetes, soft candy sebagai pengganti rokok, bahan penghilang jamur pada perabot kayu, asap cair organik, bahan parfum, hingga potensi tembakau sebagai bahan obat HIV/AIDS. Beragam manfaat  tembakau ini dirangkum dalam buku berjudul Agribisnis Tembakau yang disunting oleh para peneliti Universitas Jember yang tergabung dalam Kelompok Riset (KeRis) AgriEcon. Buku Agribisnis Tembakau diluncurkan pada hari Senin (30/4) di aula Fakultas Pertanian Universitas Jember, yang sekaligus menandai perkenalan KeRis AgriEcon, dalam acara bertajuk Diskusi Terpumpun, Membuka Ruang Inovasi dan Bisnis Untuk Kemajuan Industri.

Selengkapnya

20Apr/18

KUNJUNGAN TIM SDGs KABUPATEN GRESIK TERKAIT SOSIALISASI DAN PENYUSUNAN RAD (RENCANA AKSI DAERAH) TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KABUPATEN GRESIK

17 April 2018 TIM SDGs Kabupaten Gresik : Ibu W. Kurniastuti, Koesri Trihandayani, Angga Suksma Pramana dan Masagung H, dari Bappekab Gresik Bidang Sosial Budaya mengadakan rapat koordinasi dengan Tim SDGs Center UNEJ dengan Ketua SDGs Center Universitas Jember : Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S., Sekretaris : Dewi Prihatini, SE., MM., Ph.D, pilar Sosial : Dr. Luh Putu Suciati, SP., M.Si dan pilar Lingkungan  Dr. Ir. Sugeng Winarso, M.Si. bertempat di ruang sidang Pascasarjana Universitas Jember.

Tujuan kunjungan : merancang kegiatan kerjasama “Sosialisasi Dan Penyusunan RAD (Rencana Aksi Daerah) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Kabupaten Gresik” yang akan dilakukan pada tanggal 2 sampai 4 Mei 2018.

SDGs Center UNEJ akan mendampingi Bappekab Gresik untuk penyusunan RAD yang didahului sosialisasi Perpres no. 59 tahun 2017 dan FGD kesiapan daerah dalam pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan. Tim SDGs Center UNEJ akan memberikan penjelasan dan pendampingan pemetaan 4 pilar SDGs yaitu pilar sosial, ekonomi, lingkungan dan hokum dan tata kelola. Kegiatan akan ditindaklanjuti dengan pendampingan penyusunan RTL (Rencana Tindak Lanjut). (LPS)

17Apr/18

Diskusi Penanganan Banjir Desa Wono Asri

Jember, 16 April 2018

Dr. Ir. Sugeng Winarso, M.Si peneliti bidang pengelolaan sumber daya air sekaligus Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Jember mengatakan, untuk mengatasi persoalan banjir yang sering kali merendam kawasan Desa Wono Asri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember kala musim hujan, diperlukan sinergi pemerintah dan masyarakat secara serius. Salah satu langkah kecil yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan membuat sumur resapan secara masal agar air hujan tidak langsung mengalir ke sungai. Sumur resapan ini berfungsi untuk menyimpan air hujan di dalam tanah agar bisa dimanfaatkan saat kemarau.


Hal itu disampaikan oleh Sugeng Winarso dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Konservasi Sumber Daya Air Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Di Taman Nasional Meru Betiri” bersama perwakilan organisasi masyarakat Wono Asri di Balai Desa Wono Asri Kecamatan Tempurejo Jember, (14/04). Acara ini terselenggara atas Kerjasama Pascasarjana Universitas Jember dengan SDGs Center Universitas Jember.

Winarso mengatakan, pemerintah bersama-sama masyarakat perlu melakukan normalisasi fungsi hutan dengan melakukan penanaman hutan-hutan yang setiap tahun luasannya semakin berkurang. Selengkapnya

16Apr/18

AIR MERUPAKAN SALAH SATU KOMPONEN KEHIDUPAN YANG TIDAK BISA DIGANTIKAN

Air merupakan salah satu komponen kehidupan yang tidak bisa digantikan. Hari Air Dunia merupakan salah satu peringatan tingkat dunia tentang pentingnya air untuk kehidupan yang jatuh pada setiap tanggal 22 Maret. Tahun 2018 peringatan Hari Air Dunia ke XXVI bertemakan solusi alami untuk air.

Sumber daya air dapat memberikan permasalahan jika tidak dikelola dengan baik. Permasalahan yang timbul biasanya banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Kondisi ini terjadi di Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember

Di wilayah lahan rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Desa Wonoasri mengalami masalah kekeringan dan masalah banjir terjadi di Dusun Curahlele Desa Wonoasri. Sebagai salah satu upaya pihak akademisi, melakukan identifikasi kedua masalah tersebut dengan menggunakan metode PRA dan RRA yang dilakukan mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pascasarjana Universitas Jember. Hasil identifikasi permasalahan digunakan sebagai isu fokus dan akar masalah dalam Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 14 April 2018. FGD tersebut mempertemukan petani lahan rehabilitasi dengan BPBD Kabupaten Jember, TNMB, SDGs Center Unej dan Tropical NRC. Hasil FGD berupa optimalisasi teknologi penyimpanan air untuk mengatasi masalah kekeringan di lahan rehabilitasi dan penguatan DESTANA untuk pencegahan dan penanggulangan banjir yang dibantu oleh dinas dinas terkait.

Penulis: Hendra Andiananta Pradana (Mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pascasarjana Universitas Jember).