Category Archives: BERITA

15Oct/18

MAHASISWA PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PASCASARJANA UNIVERSITAS JEMBER MELAKUKAN RESIDENSI DI PULAU DEWATA BALI.

Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Universitas Jember melakukan residensi di pulau Dewata Bali selama tiga hari. Pada hari pertama, senin, 15 Oktober 2018 diawali dengan kunjungan ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Residensi bertujuan agar mahasiswa mampu membuat project proposal kegiatan dan dapat melakukan perbaikan secara sederhana. Kehadiran rombongan di sambut oleh kepala bidang Sumber Daya Kesehatan dan beberapa staf bidang SDK, P2, Kesling, Kesmas, dan Yankes.

Selengkapnya

08Oct/18

Peneliti, Dosen dan Mahasiswa mengikuti pelatihan MICMAC dan MACTOR di Pascasarjana Universitas Jember

6 Oktober 2018, 30 Peneliti, Dosen dan Mahasiswa mengikuti pelatihan MICMAC (Matrix  of  Cross  Impact Analysis) dan MACTOR (Matrix of Alliance and Conflict: Tactic, Objectives and Recommendation) di aula lantai III Pascasarjana Universitas Jember.

Selama 8 jam Pemateri Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.Sc. Guru Besar aktif pada Fakultas Ekonomi   dan   Manajemen   (FEM),   Institut   Pertanian Bogor (IPB) bersama Peserta mengulas serta praktek aplikasi Interaksi antara aktor dan faktor beririsan dengan objective atau tujuan dari suatu kebijakan itu sendiri.  Interaksi ini bisa bersifat sangat kompleks sehingga membutuhkan instrumen untuk membantu menyederhanakan kompleksitas interaksi tersebut, sekaligus memahami secara struktural dan sistematis baik konvergensi, divergensi maupun ambivalensi yang terjadi antar-aktor, dan interaksi antara aktor dan tujuan.

“Pelatihan ini membekali peserta untuk memahami kompleksitas interaksi antar-aktor serta antara aktor dan tujuan melalui metode Prospective Analysis yang juga dikenal dengan French School (mazhab Perancis) dalam konteks analisis strategi”, ungkapnya.

Dewi Prihatini, S.E, M.M., Ph.D Wakil Direktur II Pascasarjana Universitas Jember dalam pembukaan kegiatan menyampaikan Pascasarjana sangat mendukung sekali bentuk pelatihan peningkatan keilmuan penelitian.

“Saya mewakili Direktur Pascasarjana Universitas Jember sangat senang sekali dengan kegiatan ini dan berharap Dosen dan Mahasiswa mendapatkan manfaat sehingga dalam penelitian selalu update”,katanya.

Dr. Luh Putu Suciati, SP., M.Si. Ketua Pelaksana Kegiatan mengatakan metode ini akan dikembangkan dalam forum Focus Group Disscusion (FGD) nanti di SDGs Center UNEJ.(hr)

02Oct/18

PENYUSUNAN PROFIL DESA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI DESA WONOASRI KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER

Tujuan pembangunan berkelanjutan sudah menjadi komitmen global dengan prinsip utama no one left behind. Universitas Jember juga berkomitmen untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan melalui peran tri darma perguruan tinggi. Upaya mendukung tercapainya tujuan tersebut, maka Kelompok Riset Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Universitas Jember mengadakan survey di beberapa tipologi desa untuk merekam kesiapan desa menuju tujuan pembangunan berkelanjutan yang harus dipenuhi sampai tahun 2030.

Sebagai bagian dari upaya mempersiapkan profil desa menuju pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Jember, maka Tim Kelompok Riset “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” yang diwakili oleh Dr. Luh Putu Suciati,S.P,M.Si dan Budhy Santoso, S.Sos, M.Si, Ph,D melakukan diskusi dengan perangkat desa dan perwakilan masyarakat desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Karakteristik desa Wonoasri yang merupakan salah satu desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri menjadi daya tarik utama. Selain itu Desa Wonoasri merupakan desa mitra Universitas Jember dengan berbagai program seperti kegiatan mitigasi berbasis lahan dalam kerangka ICCTF (Indonesia Climate Change Trust Fund) Project, KKN Tematik Buruh Migran, KKN Tematik Stunting dan KKN tematik SDGs yang program LP2M Universitas Jember dll. Tipologi desa pinggir hutan dengan masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian petani hutan dan petani lahan kering menjadi karakter tersendiri. Selain itu desa Wonoasri juga dikenal sebagai salah satu kantong buruh migran di kabupaten Jember.

Kegiatan FGD dilaksanakan  pada Rabu, 26 September 2018 di Balai Desa Wonoasri, dimulai dengan penjelasan dari kepala desa Wonoasri Bapak Sugeng Priyadi tentang maksud tim Keris SDGs dan dilanjutkan dengan penjelasan mekanisme FGD oleh tim. Peserta FGD meliputi perwakilan kelompok masyarakat di desa yang memiliki pengetahuan tentang desa Wonoasri sehingga secara singkat dapat memprediksi kondisi desa dan target pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Kelompok masyarakat yang terlibat aktif dalam diskusi adalah pengurus BUMDES Dana Asri Sejahtera, Kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana), Kelompok Desbumi (Desa Buruh Migran) Srikandi Wonoasri, Karang Taruna Tunas Bangsa, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), pengurus Griya Asih, pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Batik Warna Alam, KUBE Camilan Khas Wonoasri, KUBE minumal Herbal, LMDHK (Lembaga Masyarakat Desa Hutan Konservasi) Wono Mulyo, perwakilan Resort Wonasri Balai Taman Nasional Meru Betiri juga turut memberikan masukan terkait dengan kondisi lingkungan hutan.

Sejumlah tujuan SDG’s yang terdiri dari 4 pilar yaitu pilar sosial, ekonomi, lingkungan dan tata kelola, dirangkum dalam kuisioner dengan pertanyaan terstruktur dengan metode skoring dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Indikator SDGs yang diukur antara lain: (1) tanpa kemiskinan (2) tanpa kelaparan (3) kehidupan sehat dan sejahtera (4) Pendidikan berkualitas (5) Mencapai kesetaraan gender (6) Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi (7) Menjamin akses terhadap sumber energi yang bersih dan terjangkau (8) pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (9) industri,inovasi dan infrastruktur; (10) berkurangnya kesenjangan; (11) kota dan permukiman yang berkelanjutan; (12) Pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (13) penanganan perubahan iklim; (15) ekosistem daratan dan (16) perdamaian,keadilan dan kelembagaan yang tangguh. Indikator yang kurang cocok bagi desa Wonoasri adalah (14) ekosistem laut, sehingga pertanyaan ini tidak termasuk dalam daftar. Hasil FGD akan dianalisis dan menjadi bahan untuk Seminar Nasional “Agribusiness for SDGs” di IPB dan penyusunan buku Profil Desa Menuju Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Jember.

28Sep/18

SDGs Center UNEJ mengadakan kegiatan Focus Group Discussion di Desa Binaan Desa Gumuk Mas Kabupaten Jember

SDGs Center UNEJ mengadakan kegiatan Focus Group Discussion bersama di balai Desa Gumuk Mas Jember  27/9/2018 yang diikuti oleh Kepala Desa, Ketua PKK, Tim BUMDES, Perangkat Desa serta para Tokoh Masyarakat dan Pemuda.

Focus Group Discussion ini bertema Pembangunan Berkelanjutan.

Isa Ma’rufi tim SDGs UNEJ mengatakan “kita ingin mengukur kemampuan desa melaksanakan pembangunan berkelanjutan sampai dengan tahun 2030”.

Diskusi sangat menarik karena ada beberapa poin yang menjadi sebuah ukuran.

“Pengukuran meliputi pilar sosial, pilar ekonomi, pilar lingkungan dan pilar tata kelola”,katanya.

Sementara itu Kepala Desa Gumuk Mas Bambang Wijanarko mengatakan ” sangat berterima kasih dengan adanya diskusi ini sangat menambah keilmuan bagi kami”.

Desa Gumuk Mas salah satu Desa Binaan Pascasarjana Universitas Jember.

“Kami siap mengawal setiap program dari Universitas Jember”,ungkapnya.(hr)

24Sep/18

Ali Amrah Muhammad, S.P. : “ Terima Kasih kepada Pimpinan dan kawan – kawan yang telah banyak memberi dukungan kepada saya”.

 

Ali Amrah Muhammad S.P.

Pimpinan dan Staf Pascasarjana Universitas Jember menggelar kegiatan Pisah Sambut Kasubag  Tata Usaha. Jabatan yang selama ini dilaksanakan oleh Ali Amrah Muhammad, SP. berpindah Kepada Edi Pitaya.

Kegiatan Pisah Sambut ini dilaksanakan di ruang aula Pascasarjana Universitas Jember, Senin, 24 September 2018.

Dalam sambutannya Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S. selaku Direktur Pascasarjana  Universitas Jember mengatakan” setelah pisah sambut ini diharapkan segera melaksanakan tugas sebaik-baiknya”.

Ali Amrah Muhammad, S.P melaksanakan tugas baru sebagai Kabag. Tata Usaha FMIPA Universitas Jember.

“ Terima Kasih kepada Pimpinan dan kawan – kawan yang telah banyak memberi dukungan kepada saya”,ungkapnya.(hr)

 

 

14Sep/18

Desa Pesisir: Berlimpah Potensi, Minim Perhatian

Jember, 13 September 2018

Adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dengan daerah pesisir merupakan salah satu ‘momok’ yang masih menghantui pemerintah Indonesia hingga saat ini. Ketimpangan pembangunan yang terjadi mengakibatkan roda perekonomian di daerah, termasuk desa pesisir, menjadi tidak berkembang dan berkelanjutan. Berbagai kritik dan saran membangun terus bergulir disampaikan oleh para pakar dan akademisi demi meratanya pembangunan yang terjadi di Indonesia, khususnya wilayah pesisir. Dosen sekaligus Wakil Rektor I Universitas Teknologi Surabaya, Rukin, S.Pd., M.Si, juga turut menuangkan gagasan dan ketertarikannya terhadap fakta tersebut menjadi sebuah karya disertasi.

Selengkapnya

10Sep/18

Redaktur Pelaksana Harian Kompas : Saring Sebelum Sharing

Jember, 8 September 2018

Mohammad Bakir, Redaktur Pelaksana Harian Kompas berpesan kepada segenap sivitas akademika dan wisudawan Universitas Jember agar bijak menggunakan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang makin canggih, termasuk dalam memanfaatkan media sosial. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing (berbagi) informasi yang didapat. Jika prinsip ini diterapkan, maka kegaduhan di dunia maya seperti yang kini terjadi di tanah air dapat dihindari, apalagi menjelang tahun politik. Pesan ini disampaikan oleh alumnus Program Studi Hubungan Internasional FISIP angkatan tahun 1981 saat memberikan orasi ilmiah dalam upacara wisuda Universitas Periode I tahun akademik 2018/2019 di Gedung Soetardjo (8/9).

Selengkapnya

29Aug/18

Upaya Peningkatan Kualitas Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Air Pertanian Dengan Mengikuti Ajang Kompetisi Nasional

Keterangan Foto: dari kiri Mahasiswa MPSDAP Mohamad Wawan Sujarwo, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, MS., Mahasiswa MPSDAP Jenitra Milan Petrina, KPS MPSDAP Dr. Luh Putu Suciati, S.P., M.Si.

Permasalahan di sektor pertanian dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan tidak hanya terfokus pada masalah teknik budidaya. Bidang sosial ekonomi pertanian menjadi sangat penting terutama dalam membangun sumber daya manusia dalam bidang pertanian.

Melalui seminar nasional yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada, mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Air Pertanian Pascasarjana Universitas Jember Jenitra Milan Petrina dan Mohamad Wawan Sujarwo ikut serta dalam memeriahkan kegiatan seminar yang rutin dilakukan setiap tahun.  Mengangkat tema “Peran Sumberdaya Dalam Pembangunan Pertanian Berkelanjutan”, Panitia mengundang pakar-pakar yang memiliki keilmuan di bidang sosial dan ekonomi sebagai pembicara seperti Priyastomo dan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.. Acara diselenggarakan di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada pada tanggal 25 s/d 26 Agustus 2018.

Dalam upaya peningkatan daya saing dan publikasi mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Air Pertanian, kedua mahasiswa tersebut mewakili untuk menjadi pemakalah dan peserta dalam acara seminar. Permasalahan yang diangkat dalam makalah adalah Peran Pengetahuan Lokal Masyarakat Dalam Mengatasi Krisis Air Lahan Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri. Keikutsertaan tersebut setidaknya membantu memperkenalkan kearifan lokal masyarakat di wilayah Taman Nasional Meru Betiri dalam beradaptasi mengatasi permasalahan kekeringan di lahan rehabilitasi.

27Aug/18

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Pascasarjana Universitas Jember.

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Pascasarjana Universitas Jember hari pertama dimulai Senin (27/8/2018). PKKMB Pascasarjana Universitas Jember dilaksanakan mulai tanggal 27 Agustus s.d 3 September 2018 dengan terbagi beberapa Program Studi yang mengikutinya bertempat di Aula UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan UPT Perpustakaan Universitas Jember.

Hari pertama diikuti oleh Program Studi Magister Ilmu Hukum dan Program Studi Magister Kenotariatan. Pada sesi pertama di UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan pembahasan mengenai Sistem Informasi Terpadu (Sister) Universitas Jember.

Dewi Prihatini, S.E., M.M., Ph.D, selaku penjabat Wakil Direktur II Pascasarjana Universitas Jember sangat mengapresiasi Sister yang dikembangkan oleh Universitas Jember.

“Universitas Jember memiliki Sister yang menyangkut banyak hal di antaranya perkuliahan, kepegawaian, keuangan dan anggaran”, ungkapnya.

“Saya berharap kegiatan PKKMB Pascasarjana kali ini membawa awal baru mahasiswa mendapat manfaat besar terkait sistem akademik”, imbuhnya.

Dedy Trisaksono selaku narasumber dari UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Jember memperkenalkan kepada mahasiswa baru yang terkait dengan Sister Universitas Jember.

“Sister adalah Sistem Informasi Terpadu Universitas Jember yang mencakup banyak hal diantaranya untuk menunjang kegiatan sivitas akademik Universitas Jember yang didalamnya terdapat berbagai modul layanan pendukung akademik (SBMPTBR, KRS, SIMKEU , SIKD, SIMANGGA, BKD, SKPI, e-Vote, e-Office, e-Payment), E-Learning, Kawanda, UC3, Jurnal, dan FB UNEJ.”, katanya.

Dedy juga mengatakan “Sister juga mengembangkan aplikasi yang berbasis android diantaranya Sister For Student (SFS), Sister For Lecture (SFL) dan Sister For Parent (SFP)”. (Aam/Hr)

06Jul/18

Hendra Andiananta Pradana dan Rhoshandayani K. T. Mewakili Pascasarjana Universitas Jember Mengikuti Seminar Nasional Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Pengelolaan Sumber Daya Air sebagai salah satu upaya pendayagunaan dan menjaga kelestariannya harus dilakukan secara terintegrasi atau terpadu. Ego sektoral otonomi daerah menjadi salah satu polemik dalam pengelolaan sumber daya air terpadu.

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan bagian bentang alam yang berfungsi untuk menyimpan, menampung dan mengalirkan air.

DAS adalah upaya manusia dalam mengendalikan hubungan timbal balik antara sumber daya alam dengan manusia di dalam DAS dan segala aktivitasnya dengan tujuan membina kelestarian dan keserasian ekosistem, serta meningkatkan kemanfaatan sumber daya alam bagi manusia secara berkelanjutan. Koordinasi dan peran yang dilakukan oleh setiap sektor atau para pihak sangat penting dalam Pengelolaan DAS, sehingga dapat menginspirasi dan meningkatkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan hidup, terutama Pengelolaan DAS.

5 Juli 2018 Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS)  Surakarta mengadakan seminar nasional dengan tema Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Menuju Kelestarian Fungsi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme mahasiswa dan peningkatan publikasi, Hendra Andiananta Pradana dan Rhoshandayani K. T. mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian Pascasarjana Universitas Jember mewakili untuk menjadi pemakalah dan peserta seminar nasional tersebut. Judul artikel yang dipresentasikan yaitu peran stakeholder untuk manajemen risiko banjir di Desa Wonosari Kabupaten Jember dan perancangan buku cerita anak tentang kelestarian fungsi DAS. Output yang diharapkan berupa prosiding ISBN dan dipublikasikan dalam jurnal bereputasi. (AAM/HR)