Koordinasi Pelaksanaan Matrikulasi dan Perkuliahan

ikm2

Dr. Isa Ma’rufi, S.KM. M.Kes. Ketua Program Studi Multidisplin Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember

Hari Senin (15/08) Program Studi Multidisiplin Magister  Ilmu Kesehatan Masyarakat menggelar acara bersama MABA IKM 2016-2017, bertajuk Koordinasi pelaksanaan Matrikulasi dan  perkuliahan.

Koordinasi yang diadakan di lantai 3 gedung Program Pascasarjana Universitas Jember  ini langsung di pimpin oleh Ketua Program Studi Multidisiplin Magister  Ilmu Kesehatan Masyarakat, Dr. Isa Ma’rufi, S.KM. M.Kes.

Menurut Dr. Isa. “kegiatan  yang dilakukan digunakan sebagai peningkatan pelayanan kepada mahasiswa baru, Prodi Magister IKM melakukan pembekalan untuk mahasiswa dan mulai awal sampai akhir perkuliahan”.

Senada dengan hal tersebut Diyah Lidia Dwiretnani Salah satu satu staff akademik Program Studi Multidisiplin Magister Ilmu Kesehatan  Masyarakat menjelaskan “karena ini masih program studi baru dan berkaitan dengan  mahasiswa baru ada pemaparan dari kaprodi tentang  ruang  lingkup seluruh kegiatan dari Program Studi Multidisiplin Ilmu Kesehatan Masyarakat kepada mahasiswa sebelum berlangsungnya perkuliahan”.

Pembekalan yang dilakukan ini juga bertujuan untuk mengelola seluruh kegiatan perkuliahan, apa saja yang harus dipersiapkan sebelum perkuliahan, termasuk persyaratan admisnitrasi akademik, peminatan atau konsentrasi matakuliah, hasil akhirnya mencetak lulusan yang sesuai target program kerja sesuai dengan kebutuhan pokok di dunia pekerjaan  kepada seluruh lulusan Program Studi Multidisiplin Magister  Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Hal ini di benarkan oleh Dr. Isa selaku Ketua Program Studi Multidisiplin Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat.

 “seluruh rangkain yang dilakukan bersama dengan mahasiswa baru tersebut terkait dengan kisi-kisi yang dilakukan sesuai program kerja Program Studi. Termasuk kurikulum, metode perkuliahan, cepat menyelesaikan masa studi, dan penyesuaian mata kuliah sehingga masing-masing perkuliahan tidak memberatkan mahasiswa karena rata-rata memang bekerja, dan kegiatan ini kita diskusikan dari awal sehingga pelaksanakan perkuliahan itu tidak merugikan kedua belah pihak, sehingga pelayanan yang kita berikan bisa maksimal”. Katanya.

Dr. Isa merespon positif capaian mahasiswa untuk tahun ajaran baru Gasal 2016/2017 ini, dengan jumlah terbanyak calon mahasiswa dari lulusan dan profesi keperawatan,

“Saya bersyukur tahun ini, jumlah mahasiswanya banyak peminatnya, semoga tahun tahun selanjutnya sama, dan nanti saat perkuliahan akan terbagi menjadi 2 kelas A dan kelas B”, katanya saat pemaparan kepada mahasiswa baru.

“…….Sedangkan persentase dari Program Studi Multidisiplin Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat untuk saat ini paling banyak dari keperawatan yang kemungkinan sekitar 50% dari seluruh total mahasiswa, ada dari kebidanan sekitar 15 sampai 20% dan dokter memiliki persentasi yang sama sekitar 15 sampai 20%”. Imbuhnya.

Terkait dengan peminatan yang ada di Program Studi Multidisiplin Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Dr. Isa menjelaskan,  “Program Studi Multidisiplin Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat memiliki lima peminatan. Diantaranya Manajemen pelayanan kesehatan, kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja, minat epidemologi, minat minat biomedik dan terakhir minat tropis dan agromedicine”.

Isa menyebutkan seluruh Kegiatan ini merupakan rangkaian yang dilakukan Program Studi Multidisiplin Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sedangkan untuk kegiatan matrikulasi mahasiswa akan dilaksanakan selama 3 minggu secara berturut turut .

“semua yang dilakukan merupakan rangkaian kegiatan Program Studi, sedangkan matrikulasi dilakukan selama 3 minggu berturut turut, mulai hari Kamis Jum’at  dan Sabtu,  jadi selama 3 minggu tadi dalam 1 minggunya 3 hari, dan maksud dari matrikulasi tadi bertujuan untuk menetapkan minat dari masing masing mahasiswa, dan pembekalan tadi juga sudah kita tetapkan tentang peminatan dari setiap mahasiswa”. katanya.

“Materi Matrikulasi nanti kita sesuaikan dengan peminatan masing masing, ini memang kita dasarkan bahwa matrikulasi sebagai dasar di peminatan yang ada, dan matrikulasi tidak terpakai secara umum karena kalo yang bersifat umum sudah terwakili dari basic mahasiswanya”. Imbuhnya. (YSK)