13May/16

“Magister Teknik Mesin memiliki prospek yang baik dalam bidang industri maupun bidang pengembangan keilmuan”

nasrul

Ketua Program Studi Magister Teknik Mesin Fakultas Teknik  Universitas Jember Dr. Nasrul Ilminnafik, ST., MT. sangat antusias sekali dengan dibukanya Program Studi Magister Teknis Mesin pada Tahun Akademik 2016/2017 semester Gasal   hal ini merupakan sebuah terobosan baru suatu pengembangan ilmu.

Berikut pemaparannya kepada tim website pasca.unej.ac.id :

Apa Latar belakang dibukanya Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas jember?

Teknik Mesin memiliki prospek yang baik dalam bidang industri maupun bidang pengembangan keilmuan.  Prospek kedepan, ilmu Teknik Mesin  tidak hanya pada bidang manufaktur atau otomotif saja. Karena keberagaman aplikasi di bidang teknik mesin, banyak bidang yang berkembang pada ilmu teknik mesin terutama bidang perancangan, proses manufaktur, otomasi, komputerisasi dan bidang energi.

Secara tradisional, lulusan teknik mesin harus mempelajari  konsep-konsep seperti mekanika, termodinamika, robotika, kinematika, analisis struktur, mekanika fluida dan banyak lainnya.  Konsep-konsep ini diterapkan dalam proses perancangan manufaktur, teknologi pada berbagai jenis kendaraan bermotor, energi, kedirgantaraan serta beragam aplikasi mesin industri. Lulusan teknik mesin juga berkontribusi dalam pengembangan berbagai mesin, peralatan pembangkit listrik, sistem pemanas dan pendingin, mesin sederhana dan kompleks lainnya. Insinyur mekanik tidak hanya merancang sistem mekanik baru tapi mereka juga bertanggung jawab untuk pengujian, pemeliharaan dan manufaktur mereka.

Saat ini ruang lingkup teknik mesin sangat luas dan melampaui batas-batas tradisional. Keilmuan teknik mesin telah merambah wilayah  baru penelitian seperti pengembangan bahan komposit, aplikasi biomedis, pelestarian lingkungan, dan lain-lain. Juga, muncul teknologi di bidang bioteknologi, ilmu material, dan nanoteknologi hingga pengembangan energi baru dan terbarukan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Continue reading

12May/16

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

197807102003122001-foto

Mengenal Kesehatan dan Keselamatan Kerja bersama bersama Ibu Anita Dewi PS, S.KM., M.Sc.

Apa Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)?

Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu bentuk perlindungan terhadap pekerja dari risiko-risiko pekerjaan dan  lingkungan yang ada di tempat kerja yang dapat menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Risiko-risiko ini bersumber dari mesin, peralatan kerja, proses kerja, material maupun perilaku yang berbahaya. Risiko ini dapat dikurangi dengan penerapan K3 yang baik tepat. Tiap pekerja memiliki hak untuk selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan.

Apa di Indonesia, ada Undang-Undang yang mengatur mengenai K3?

Ya. Di Indonesia sudah ada peraturan perundangan yang mengatur tentang K3, yaitu UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Setiap pengusaha wajib untuk memberikan perlindungan keselamatan dan kesehatan bagi pekerjanya. Apabila tidak dilakukan, maka  pengusaha akan mendapatkan sangsi. Masalah utama mengenai perundangan-undangan K3 yang lemah adalah mengenai sangsi terhadap pengusaha yang lalai dalam melaksanan K3.

Continue reading

03May/16

SHARING SESSION DISERTASI DOKTOR UNIVERSITAS JEMBER.

13161230_10205767225012457_154423972_o

Jember, 2 Mei 2016. Sharing session disertasi Doktor Universitas Jember yang dihadiri oleh sekitar 75 peserta dari mahasiswa Program Doktor dan Magister Pogram Pascasarjana Univeristas Jember di lantai 1 gedung CDAST lama, yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Jember. Dibuka oleh Direktur Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S. Bertindak sebagai Moderator Ketua Program Studi Magister Bioteknologi, Prof. Tri Agus Iswoyo, beberapa dosen turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Prof. Bambang Sugiharto yang juga ketua C-DAST Universitas Jember.

Acara sharing session ini menghadirkan pemateri yang juga peneliti muda fresh graduate lulusan Luar Negeri antara lain Agung Nugroho Puspito, S.Pd., M.P., Ph.D, membahas tentang Genetic improvement of cotton for herbicide and bollworm tolerances. Erlia Narulita, S.Pd., M.Si., Ph.D. membahas tentang Molecular study on dynamic interaction between Ralstonia solanacearum and its phages in biocontrol of bacterial wilt disease. Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. membahas tentang Study on structure and func/on of sucrose phosphate synthase (SPS) from sugarcane,  seangkan pemateri terakhir, Muhammad Ubaidillah S.Si., M.Agr., Ph.D. membahas tentang  Transgenic Rice Overexpressing anti-Apoptosis Gene Related with Drought Stress Tolerance and endows to multiple stress tolerance.

Continue reading

02May/16

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional tim website Program Pascasarjana Universitas Jember mencoba mengulas tentang sosok pimpinan berlatar kesederhanaan, dengan berkunjung ke rumah bapak Prof. Dr. A. Khusyairi, M.A. salah satu guru besar Universitas Jember. Banyak ulasan menarik tentang Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei . Suhu ruang rumah Jalan Nanas No 2 Jember yang stabil, membuat suasana lebih tenang dan rileks.

Sejarah memang menentukan orang untuk menjadi sukses, dan dari hal-hal yang kecilah semua terus berjalan hingga besar. Prof. Dr. A. KHUSYAIRI, M.A. salah satu dari sekian hal yang kecil tersebut. Mulai tahun 1964 berkarya menjadi dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Jember, pada saat itu masih bergabung dengan Universitas Brawijaya dan bernama Universitas Tawang Alun.

Khusyairi kecil tidak menyangka kehidupanya akan berubah seperti ini, dengan banyak kesuksesan yang diraihnya, mulai pendamping hidup yang selalu setia bersama sampai hari ini, putra-putrinya yang tumbuh dewasa dan sukses meraih cita-citanya. Dosen yang berhasil meraih gelar profesor dan kini sudah pensiun kini, sungguh anak desa dari keluarga sederhana di kota pisang Lumajang hanya memiliki cita-cita yang sederhana, ingin merubah nasib diri.

Continue reading

02May/16

Sosok Guru Profesional yang Ideal Ala Ki Hajar Dewantara

Mohammad Tohir.2

Penulis: Mohammad Tohir, S.Pd.

13129059_10204862928653119_582136089_o

Setiap tanggal 2 Mei Masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Hal ini bertepatan dengan hari ulang tahun Sang Guru Kita, yaitu Ki Hadjar Dewantara. Beliau merupakan salah satu Pahlawan Nasional di Indonesia yang dikenal dengan sebutan Bapak Pendidikan Nasional. Semboyan Sang Guru yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Semboyan ini memiliki arti bahwa setiap diri kita  harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi insan yang berkarakter. Untuk mengenang jasa beliau, maka Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada setiap tanggal 2 Mei tidak bisa dipisahkan dari sosok seorang Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia.

Ada lima point penting yang dapat Penulis temukan dari Sosok Ki Hajar Dewantara untuk menjadi guru profesional yang ideal, berikut lima point penting tersebut:

  1. Ki Hajar Dewantara Berani Melakukan Perubahan

Ki Hadjar Dewantara dilahirkan pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Ayahnya seorang pangeran yang bernama Pangeran Suryaningrat yang merupakan putra Paku Alam ke-4 dari Yogyakarta. Beliau menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaj Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.

Soewardi muda sangat ulet sebagai seorang wartawan muda, beliaunya juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, beliaunya aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya. beliaunya juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD). Ketika kemudian DD mendirikan Indische Partij, Soewardi diajaknya pula.

Selama di Belanda Soewardi muda memanfaatkan kesempatan ini untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran. Setelah Soewardi muda kembali ke Indonesia pada bulan September 1919. Segera kemudian ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa. Kemudian beliau memusatkan perjuangan melalui pendidikan dengan mendirikan perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 JuIi 1922. Perguruan ini merupakan wadah untuk menanamkan rasa kebangsaaan kepada anak didik. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Artinya adalah di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan.

Continue reading

02May/16

Selamat Hari Pendidikan Nasional

alik

Makna Pendidikan Nasional menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  20   Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.  Menurut saya makna pendidikan nasional merupakan senjata negara dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu wajah pendidikan nasional juga merupakan wujud jati diri bangsa. Setiap orang berhak untuk memperoleh pendidikan yang layak karena pendidikan merupakan suatu arahan yang dapat mengatur tingkah laku manusia mulai dari usia dini hingga dewasa. Mencakup proses panjang yang ditempuh untuk memperoleh ilmu yang lebih luas dan tercapai pemikiran serta cara pandang yang lebih luas agar memiliki kepribadian yang lebih baik.

Alik Ul Rochmana, S.Pd. Mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Universitas Jember mengatakan “kita sudah sepatutnya menjalankan tri dharma perguruan tinggi sebagai amanah yang dititipkan universitas kepada para mahasiswa. Tidak hanya menjalankan kewajiban pendidikan seputar kuliah namun juga menjalankan penelitian dan pengabdian. Karena bagaimanapun ilmu yang kita dapatkan dan kita miliki akan lebih bermanfaat jika kita dapat membagi kepada orang lain karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.

Continue reading

02May/16

Memperingati Hari Pendidikan Nasional

13128697_10204701341092646_1084953627_o

Foto: Humas Universitas Jember.

Universitas Jember mengadakan Upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional Senin 2 Mei 2016 dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Jember Drs. Moch. Hasan, Ph.D dan diikuti oleh seluruh warga Universitas Jember  bertempat di lapangan depan Pepustakaan Universitas Jember.

Hari Pendidikan Nasional yang  merupakan hari lahir Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang pemikirannya menjadi benih bertumbuhnya pendidikan Indonesia. Ki Hajar Dewantara mengumandangkan pemikirannya tentang pendidikan Indonesia, yaitu Ing Ngarso Sing Tulodo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani.

Dalam sambutannya Drs. Moch Hasan, Ph.d mengatakan” Kita sebagai Civitas Akademika Universitas Jember harus ikut menjadi bagian terpenting dalam kemajuan pendidikan dan meneladani perjuangan yang telah dilakukan oleh pejuang bangsa  Ki Hajar Dewantara”. “Kepada adik-adik mahasiswa terima kasih telah ikut andil dalam mengharumkan nama Universitas Jember dengan meraih banyak prestasi tingkat nasional maupun internasional, “tuturnya.

Continue reading