02May/16

MATERI SHARING SESSION DOKTOR UNIVERSITAS JEMBER

MATERI:

  1. Study on structure and function of sucrose phosphate synthase (SPS) from sugarcane. (SILAHKAN KLIK)
  2. Alteration of Hormone Levels in Transgenic Rice Overexpressing anti-Apoptosis Gene Related Drought Stress Tolerance Under Stress Condition.(SILAHKAN KLIK)
  3. Molecular Study on Dynamic Interaction between Ralstonia solanacearum and its phages in biocontrol of bacterial wilt disease. (SILAHKAN KLIK)
  4. Genetic Improvement of Cotton for Herbicide and Bollworm Tolerance.(SILAHKAN KLIK)

 

 

 

 

30Apr/16

Endang Cahyaningsih, S.H.,M.H : “Bapak/Ibu harus bangga Akreditasi Institusi Universitas Jember meraih A”

123

Pelaksanaan Tes TPA-TKBI Program Pascasarjana Universitas Jember Gelombang II Tahun Akademik 2016/2017 Semester Gasal Sabtu, 30 April 2016 bertempat di gedung Program Pascasarjana Universitas Jember di ikuti 94 peserta yang terdiri dari berbagai Program Studi S2 dan S3.

Koordinator Tata Usaha Program Pascasarjana Universitas Jember Endang Cahyaningsih, S.H.,M.H. dalam pembukaanya memberikan penjelasan tentang aturan yang harus dipatuhi oleh peserta dan memberikan apresiasi terhadap peserta yang penuh semangat untuk terus melanjutkan studi. “Terima Kasih telah memilih Universitas Jember sebagai tempat menempuh studi, dan Bapak/Ibu juga harus bangga Akreditasi Institusi Universitas Jember meraih A,”ujarnya.

Continue reading

29Apr/16

Bertolak ke Universitas Gadjah Mada untuk mempresentasikan Karya Ilmiah

IMG_20160423_151041

Khairul Anwar, S.KM lulusan S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember dan saat ini sedang menempuh S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Universitas Jember patut dibanggakan, sesuai misi dan tujuan Universitas Jember, salah satunya adalah terwujudnya lulusan yang cendikia dengan mengembangkan sains melalui berbagai penelitian dan mampu berkompetisi di tingkat Nasional. Baru-baru ini Khairul Anwar menjadi pemakalah pada Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang di selengarakan oleh Bagian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (23/4/2016). Pada seminar tersebut mengangkat tema “standarisasi penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Iklim Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”

IMG_20160423_142718

Kegiatan tersebut awali dengan penyampaian keynote speaker oleh Prof. Dr. dr. KRT. Adi Heru Sutomo, M.Sc kemudian dilanjutkan pembicara panel oleh guru besar bidang K3 yaitu Prof. Dr. dr. Santoso, M.S., Sp. Ok dan Bapak Sukaelan, S.H, M.Kes selaku praktisi K3. Selain itu, acara ini di hadiri oleh ketua APKJK3 (Asosiasi Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan beberapa tokoh K3 di Indonseia. Setelah itu, dilanjutkan oral presentation oleh beberapa peneliti di bidang K3 dari perguruan tinggi dan perusahaan se- indonesia diantaranya adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Sriwijaya, Universitas Jember, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Universitas Balikpapan, Universitas Jambi, Universitas Riau, Universitas Medan, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Hang Tuah, Universitas Baiturrah Padang, Universitas NU Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandira, Universitas Gontor Ponorogo, STIKES Surya Global, PT. Pupuk Kalimantan Timur dan beberapa instansi perguruan tinggi dan perusahaan BUMN dan swata lainya.

Khairul Anwar, S.KM mengatakan “Menjadi pemakalah di seminar nasional merupakan pengalaman kedua saya, pada presentasi kali ini saya mengangkat penelitian tentang menagement risiko dengan judul “Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Pengendalian Risiko pada pekerjaan Tambang Belerang (Studi pada Pekerja Tambang Belerang di Taman Wisata Kawah Ijen)”. Selain menjadi pemakalah, ketika menjadi mahasiswa S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Alhamdulillah saya telah keliling Indonesia dengan mengikuti lomba karya tulis ilmiah dan telah mendapatkan beberapa Juara baik di tingkat Nasional maupun regional.”

Continue reading

28Apr/16

Best Practice dalam Dokumentasi dan Publikasi Membantu Provider Kesehatan Melawan Tuberculusis (TB)

13020467_10204583122936759_1591203893_n

Oleh: M. Henri Wahyono
Mahasiswa Program Pascasarjana  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pepatah ini menyiratkan betapa berharganya sebuah pengalaman untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, tindakan bahkan dapat memecahkan masalah bagi yang mengadopsi pengalaman baik yang disampaikan secara langsung ataupun melalui media massa dalam penyampaiannnya.  Ini berlaku pada para provider kesehatan khususnya ketika melakukan intervensi program pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberculosis (TB). TB Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus. Upaya penanggulangan penyakit ini masih terus diikuti oleh peningkatan penyebaran epidemic di berbagai wilayah di Indonesia walaupun strategi DOTS (Direct Observe Treatment Short Course) yang dilakukan sejak tahun 1999 lalu dinilai strategis secara cost-effectiveness.

Best practice atau pengalaman terbaik merupakan kumpulan dari berbagai program yang menunjukkan keberhasilan intervensi. Dalam hal ini termasuk intervensi penanggulangan penyakit TB. Best Practice tidak harus selalu mengacu pada pengalaman sempurna dan terstandar tanpa adanya kesalahan pada saat melakukan intervensi, namun dalam Best Practice  lebih mengetengahkan fakta intervensi yang telah terjadi, khususnya pada nilai dan pembelajaran yang bisa diambil dari program yang dijalankan meliputi proses penerapan pengetahuan, perbaikan dan berbagi pengalaman. Pengalaman ini tentu tidak hanya semata pengalaman namun dilakukan oleh provider kesehatan mulai dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Puskesmas, Rumah Sakit baik negeri ataupun swasta, klinik, masyarakat ataupun perorangan.

Continue reading

27Apr/16

“MENUNTUT KEADILAN ATAS LARANGAN UPAYA HUKUM ATAS PUTUSAN PRAPERADILAN”

nail

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum FH UNIVERSITAS JEMBER.

Asisten Peneliti Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (PUSKAPSI) FH UNEJ.

Mahkamah Agung (MA) dibulan april ini telah mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 4 Tahun 2016. Perma ini secara keseluruhan mengatur mengenai larangan bagi para pencari keadilan (justiciabel) untuk melakukan upaya hukum terhadap putusan Praperadilan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri. Perma ini secara resmi diumumkan langsung oleh Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur di ruang kerjanya Selasa 26 April 2016 (dikutip dari beritacenter.com dan hukum online)

Lantas apa yang di maksud dengan putusan praperadilan, menurut pasal 1 angka 10 junto pasal 77 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP Praperadilan adalah wewenang pengadilan negeri untuk memeriksa dan memutus menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini, tentang sah tidaknya penangkapan dan atau penahanan, sah tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan, permintaan ganti kerugian atas rehabilitasi oleh tersangka. Semula tidak ada yang membuat Mahkamah Agung harus mengeluarkan perma terkait aturan putusan praperadilan tidak dapat dilakukan upaya hukum. Keadaan berbeda pada saat praperadilan menyita perhatian banyak masyarakat tatkala kuasa hukum dari Budi Gunawan yang statusnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Permohonan praperadilan kuasa hukum Budi Gunawan selanjutnya didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta selatan.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Sarpin)  hakim tunggal praperadilan pada putusannya menyatakan penetapan tersangka Budi Gunawan dinyatakan tidak sah, artinya pada saat itu hakim pengadilan negeri tidak membatasi objek praperadilan yang ada dalam Pasal 77 KUHAP saja, melainkan menggunakan perluasan penafsiran dengan memasukkan penetapan status tersangka dapat menjadi objek praperadilan. Terlepas pro dan konta yang terjadi putusan praperadilan yang telah dikeluarkan oleh hakim Sarpin dan dalam hukum Indonesia putusan tersebut dapat menjadi sumber bagi hakim – hakim lainnya untuk mengikutinya sebagi sumber hukum atau yurisprudensi.

Continue reading

27Apr/16

“KEPO HARI BUMI” (Part III/HABIS.) Dr. Isa Ma’rufi, S.KM., M.Kes: ‘’KITA BUTUH AKSI NYATA’’

index

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Ketua Program Studi Magister  Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember dan Anggota Pelaksana Forum Jember Sehat Dr. Isa Ma’rufi, S.KM., M.Kes.  mengatakan, bumi kita saat ini dalam kondisi yang perlu perhatian, setiap hari sering terjadi pencemaran yang meliputi pencemaran udara, air, tanah yang mengakibatkan berbagai macam efek yang merugikan masyarakat dan ini membutuhkan kesadaran di masyarakat.

Forum Jember Sehat  menyerap aspirasi masyarakat dan kemudian mendorong partisipasi masyarakat yang nantinya akan bisa memunculkan dan mengkreasikan program-program yang mendukung kegiatan terutama terhadap kepedulian lingkungan dan  masalah kesehatan di Kabupaten Jember. Forum ini sendiri didukung oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Akademisi serta Masyarakat.

Continue reading

27Apr/16

RAPAT KOORDINASI

rapat

Program Pascasarjana Universitas Jember mengadakan rapat Koordinasi (Rabu, 27/April/2016) dalam rangka  persiapan pelaksanaan Tes TPA/TKBI Gel.2 dan Sharing Session Doktor Universitas Jember  di Ruang Sidang Gedung Program Pascasarjana yang di pimpin oleh KTU Endang Cahyaningsih, S.H., M.H.  dan di ikuti Staff Program Pascasarjana.

Endang Cahyaningsih mengatakan “ 2 kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan yang rutin di lakukan oleh Program Pascasarjana tapi  kita perlu koordinasi supaya kegiatan ini berjalan dengan baik dan diharapkan setiap pegawai sudah mengerti akan tugas masing – masing serta melaksanakan penuh tanggung jawab.

Kasi Pendidikan Dra. Nanik Endah Tjahjaningsih melaporkan untuk kegiatan Sharing Session Disertasi Doktor sudah dipersiapkan meliputi undangan, daftar hadir dan materi yang berasal dari narasumber dll sedangkan untuk Tes TPA-TKBI gel. 2  album peserta,  berkas soal, verifikasi pendaftar juga sudah siap,”ujarnya.

Continue reading

26Apr/16

“KEPO HARI BUMI” Part II. Regulasi Kebijakan Pemerintah, Mengurangi Kerusakan Alam.

index

Bumi sudah tua, kepadatan penduduk mulai nampak, apalagi di kota-kota besar dengan lahan minim untuk perkampungan penduduk, lahan terbuka hijau makin berkurang atau bahkan tidak ada, padahal sangatlah penting bagi daerah perkotaan untuk memiliki lahan terbuka hijau. Disamping lahan tersebut bisa digunakan sebagai sarana rekreasi “gratisan” bagi masyarakat, lahan terbuka hijau yang notabenenya diaplikasikan untuk mengurangi dampak polusi yang terjadi.

Kurangnya lahan hijau harus menumbuhkan suatu inovasi-inovasi dari pemerintah untuk mengurangi kerusakan alam yang berdampak pada rasa nyaman bagi masyarakatnya, dan kekompakan dari seluruh elemen mulai dari tingkat atas hingga kebawah sangat diperlukan untuk dapat melaksanakan seluruh kegiatan pelestarian alam. Begitu Dr. Isa Ma’rufi, S.KM., M.Kes. mengungkapkan.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat ini menambahkan “regulasi kebijakan sangat penting, sebagai dasar untuk mengatur pencegahan kerusakan alam”. Isa mencontohkan beberapa kegiatan yang membutuhkan regulasi kebijakan pemerintah, hal ini dilakukan karena dimungkinkan memiliki dampak merusak alam, salah satunya adalah masalah Reklamasi laut Jakarta.Regulasi dikuatkan untuk mencegah terjadinya kerusakan alam tersebut, ketika regulasi sudah dibuat, diterapkan, dan harus ditaati bersama.

Tidak hanya bumi saja, air, udara, tanah juga yang mengalami kerusakan, banyak pencemaran yang terjadi mulai hulu sampai hilir, “sekarang banyak terjadi pabrik yang langsung mengalirkan limbah ke sungai, akibat penggunaan pupuk berlebih juga menentukan, limbah rumah tangga yang langsung dibuang dan tidak terurai dengan tanah” begitu ungkapan Dr.Isa. Pelaksana Lapangan FORJES (Forum Jember Sehat, Red) ini mencontohkan secara konkrit kerusakan alam dan lingkungan yang ada disekitar kita adalah penggunaan detergen atau sabun mandi yang ternyata sulit terurai air dan tanah hingga berakibat pencemaran tanah dan air.

Continue reading

26Apr/16

OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)

403840_386056304777520_2057268370_n

Oleh : Dony Setiawan Hendyca Putra
Mahasiswa Program Pascasarjana  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Perkembangan teknologi tumbuh sangat pesat yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Pelayanan kesehatan ditujukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien. Untuk mencapai hal tersebut memerlukan sistem informasi kesehatan lintas sektor seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009. Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan primer, memiliki peran sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan diwajibkan untuk menerapkan SIMPUS sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 Pasal 43 dan 44.

Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama. Konsep Puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) di Jakarta. Melalui gagasan untuk menyatukan semua pelayanan kesehatan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat.

Terjadinya otonomi daerah mempengaruhi tatanan sistem yang ada di pemerintahan daerah termasuk bidang kesehatan. Dengan adanya otonomi daerah, penyelenggaraan SIMPUS menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten/ kota. Seiring waktu, keanekaragaman bentuk SIMPUS tidak dapat dihindari yang menyebabkan timbulnya masalah seperti kurang terintegrasinya data. Selain itu belum ada kebijakan standar yang secara khusus mengatur SIMPUS yang mengakibatkan melemahnya tingkat ketegasan sebuah sistem.

Continue reading