25Apr/16

MEMBANGUN KETAATAN HUKUM MELALUI PENGAWASAN DAN PENERAPAN SANKSI.

index

Artikel oleh Muhammad Hoiru Nail SH., MH.
Mahasiswa  Program Doktor  Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember.

Indonesia lagi – lagi dihebohkan oleh berita yang membuat decak kagum masyarakat indonesia, lebih tepatnya dihebohkan oleh pegawai di lingkungan Mahkamah Agung.  Kasubdit  Pranata Perdata Mahkamah Agung karena diduga menerima suap atas jasa penundaan pengiriman salinan putusan kasasi, dan terakhir adalah Kementerian Hukum dan HAM  melalui Direktorat Jenderal Imigrasi mengeluarkan pencekalan terhadap sekretaris Mahkamah Agung keluar negeri terkait kasus yang ditangani oleh KPK yakni terkait dugaan kasus pemberian hadiah atau janji dalam kaitan dengan pengajuan Peninjauan Kembali di Pengadilan Jakarta Pusat, dan masih ada beberapa nama oknum hakim yang mencuat namanya yang akan dilakukan pencekalan serupa oleh KPK.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Wakil ketua KPK Saut Situmorang  yang  mengatakan bahwa hal terebut terjadi karena lemahnya sistem (dikutip di kompas.com.). Saya berpendapat bahwa sistem yang sedang dibangun saat ini mengalami kelemahan lebih khusus dalam hal pengawasan terhadap pegawai di Pengadilan Mahkamah Agung. Lemahnya sistem ini  menjadi celah korupsi di lingkungan peradilan.

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 005/PUU-IV/2006 yang pada intinya hakim hakim tidak bisa diawasi oleh komisi yudisial merupakan cikal bakal hakim tidak bisa dilakukan pengawasan oleh lembaga yang independen yang berda diluar institusi peradilan, argumentasi hukum yang dibangun pada saat itu bahwa di MA sudah ada pengawasan yang bersifat internal dan bertingkat. Terlepas dari konstitusionalitas norma yang memberikan wewenang kepada Komisi Yudisial untuk melakukan pengawasan di lembaga peradilan telah menjadi inkonstitusinal, pengawasan terhadap pelaku kekuasaan kehakiman perlu dilakukan.

Continue reading

25Apr/16

Kunci Menuju Kesuksesan

13045463_10205707104189474_2146641381_n 13046149_10205707104109472_521015375_n 13059791_10205707104149473_1975534114_n

Doc/fotografer:Dony Setiawan /ketua kelas A Prodi IKM Program Pascasarjana Unej

Dalam belajar apapun bentuknya, saling kerjasama, menjaga kekompakan, tetep solid apapun hambatannya, kunci menuju kesuksesan, apalagi bagi sosok-sosok pelayan masyarakat yang selalu siap setiap saat, inilah yang dilakukan mahasiswa Prgram Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember angkatan pertama.

Diskusi salah satu yang dilakukan untuk menjaga kekompakan, disamping untuk memecahkan permasalahan dalam bidang akademik, begitu ungkapan Dony salah satu mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat.

22Apr/16

Ir. Yoyok Mulyadi, M.Si. : APRESIASI LANGKAH PROGRAM MAGISTER ILMU EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER.

12

3

Program Studi Magister Ilmu Ekonomi mengadakan kegiatan promosi dan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana Universitas Jember  Tahun Akademik 2016/2017. Salah satunya bertempat di Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, Kamis 21 April 2016 dipimpin langsung Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Dr. Siti Komariyah, S.E., M.Si. diterima oleh Wakil Bupati Situbondo Ir. Yoyok Mulyadi, M.Si. beserta jajarannya dan diikuti oleh pegawai di lingkungan PEMKAB Situbondo.

Wakil Bupati Situbondo Ir. Yoyok Mulyadi, M.Si. mengatakan Pemerintah Daerah Situbondo sangat mendukung pegawai di lingkungan PEMKAB Situbondo untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan melanjutkan Studi ke jenjang lebih lanjut, selain itu Yoyok Mulyadi menambahkan sangat mengapresiasi kepada Universitas Jember khususnya Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Jember untuk memberikan Sosialisasi kepada pegawai di lingkungan PEMKAB Situbondo.

Dr. Siti Komariyah, S.E., M.Si. dalam sosialisasi memaparkan Visi Program Studi Magister Ilmu Ekonomi yaitu Menjadi pusat pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkualitas pada bidang perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah serta punya Misi yaitu meningkatkan kemampuan mengenai masalah masalah ekonomi dan mengembangkan keahlian dengan pendekatan penalaran ilmiah, Mengembangkan ilmu pengetahuan dalam horizon yang luas mengenai pembangunan daerah dan keuangan daerah, Menambah bekal ilmu pengetahuan yang cukup guna memperoleh jenjang pendidikan tertinggi dalam bidang ekonomi.

Continue reading

22Apr/16

“KEPO HARI BUMI” Kenapa ada hari bumi??? (Part 1)

13081590_10205706975826265_452768094_n

Kepo, suatu bahasa prokem yang sering digunakan anak muda zaman sekarang, berasal dari bahasa Bahasa Cina (Hokkian) kay poh (atau kaypo) yang artinya pengen tahu atau perasaan pengen tahu terhadap sesuatu hal. Apa kaitanya dengan hari Bumi atau kata Bumi itu sendiri?, kenapa kita harus “kepo”?, kenapa dengan Bumi, apa penyebabnya, siapa pencipta hari bumi dan masih banyak pertanyaan lain. Pertanyaan yang sebenarnya sepele namun bisa di asumsikan banyak arti.

Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Pemrakarsa hari bumi sendiri adalah negara adidaya Amerika Serikat, melalui senatornya Gaylord Nelson pada tahun 1970, juga seorang pengajar lingkungan hidup. Hingga pada tahun 1992 tercetuslah KTT Bumi bertempat di Rio De Jeneiro. Tepat pada 22 april 2016 ini, 46 tahun sudah usia hari bumi sejak dilahirkan.

Sebenarnya hari bumi sendiri diciptakan untuk lebih memperhatikan akibat yang terjadi pada bumi, yang ditinjau dari beberapa sebab-sebab. Pola hidup ramah lingkungan sebagai salah satu cara sederhana menyelamatkan bumi. Mengapa harus diselamatkan, bumi adalah planet terindah yang didiami manusia, yang mampu menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan manusia, utamanya oksigen.

Continue reading

22Apr/16

JATUH CINTA KEPADA UNIVERSITAS JEMBER

hoirul na'im

Jember, 17 April 2016. Muhammad Hoiru Nail, S.H., M.H. kelahiran Jember, 7 Juli 1988, salah satu dari ribuan alumni Universitas Jember, merupakan sosok yang sangat mencintai Almamater. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas tak langsung mendaftar menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi, tiga tahun dia menunggu, setelah beberapa kali tidak lolos mendaftar menjadi polisi sesuai cita-cita, akhirnya menentukan pilihan kuliah Strata Satu, Strata Dua di Universitas Jember. Dan Saat ini sedang menempuh Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Jember pula.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Ramo dan Ibu Hanifah bertempat tinggal di desa Sukojember kecamatan Jelbuk kabupaten Jember, daerah batas antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso. mengatakan “orang tua yang selalu memotivasi merupakan modal utama untuk terus menempuh pendidikan kejenjang yang lebih tinggi”.

Pria yang selama melaksanakan studi selalu istiqomah menjalankan puasa Senin Kamis ini, bukanlah dari keluarga yang memiliki latar belakang birokrasi ataupun pendidik. Bapaknya hanya lulusan SMU dan ibu lulusan SMP menjadi salah satu cambuk sosok Hoiru Nail untuk membuktikan bahwa dia bisa berprestasi dan membanggakan bagi kedua orang tuanya. “Orang tua saya ridho saya kuliah sampai Strata Tiga di Universitas Jember”, ujarnya.

Mohammad Hoiru Nail juga menambahkan, “jangan malu kuliah di Unej, meski orang jarang mengenal Kota Jember, Tapi Universitas Jember tidak kalah jika dibandingkan dengan Universitas lain di Indonesia, Lulusan Unej Juga banyak yang jadi Orang top”.

Continue reading

22Apr/16

STRATEGI BELAJAR MENEMPUH PROGRAM PASCASARJANA

SITIKOMARIYAH

Jember, 18 April 2016.  Menciptakan suatu metode untuk menggugah semangat kuliah di Strata Dua Dan Starta Tiga,  tak membuat Siti Komariyah menyerah, dia tak bisa tinggal diam dan ingin terus berinovasi. Memotivasi mahasiswa yang ingin kuliah atau sudah menempuh Strata Dua ataupun Strata Tiga tidaklah mudah, harus tahu strategi alias memiliki cara tersendiri. Hal ini diungkapkan Siti Komariyah disela kesibukannya melakukan bimbingan mahasiswa Strata Satu.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jember yang juga sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Jember ini mengungkapkan bahwa “memotivasi mahasiswa yang rata-rata sudah bekerja, tidak semudah yang kita bayangkan tidak seperti mahasiswa fresh graduate”. “Motivasi pertama terbentuk dari sosialisasi, link para alumni dan kerja sama antar rekan kerja”, tambahnya. Inspirasi ini terbentuk dari opini-opini yang berkembang bahwa untuk melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi itu sulit.

Continue reading

19Apr/16

DISKUSI KELOMPOK

biotek.1

biotek.2

biotek

Disela sela jeda kuliah Mahasiswa Program Magister Bioteknologi melakukan diskusi kelompok. Diskusi ini biasanya membahas tentang apa yang telah diajarkan oleh dosen. Tujuannya untuk lebih mendalami materi secara bersama dan sharing pendapat.

jadi yang tadinya pemahamannya cuma parsial, dengan diskusi bersama pemahaman jadi lebih lengkap. Ibarat kalau ada bahasan alfabet dari A-Z, nah ada mahasiswa yg memahami dari A-C, ada yang cuma memahami D-K, ada yg memahami L-Z, akhirnya dengan diskusi itu pemahamannya bisa lengkap. Dari awal sampai akhir, jadi lebih mudah memahami”ujar salah satu mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi.(hr)

14Apr/16

Mengenal sosok “wanita karier” dunia pendidikan…. Dewi Prihatini, SE., M.M., Ph.D

dewi p

Dewi Prihatini, SE., M.M., Ph.D, sosok muda sarat prestasi, meniti karier menjadi dosen sejak tahun 1993 hingga kini sudah 23 tahun dilalui tentu bukan hal mudah untuk mendapatkannya. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jember yang juga menjabat sebagai sekretaris Program Pascasarjana Univeristas Jember menuturkan bahwa sejak kuliah di Strata Satu Fakultas Ekonomi Universitas Jember Jurusan Manajemen tidak ada yang menyuruh dan tidak ada yang  mengarahkan. Dewi menambahakan pula, menjadi dosen bukanlah suatu cita-cita. Ayahnya pegawai yang Dinas di Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi selalu berpesan untuk lebih meningkatkan prestasi belajarnya.

Putri ke empat dari lima beraudara dari pasangan Soegijo Hadipranoto dan Soekarsi ini pada awalnya tidak berkeinginan menjadi dosen hingga pada saat kuliah Strata Satu mendapat beasiswa TID, salah satu beasiswa yang diberikan DIKTI KEMENDIKBUD. TID merupakan beasiswa ikatan dinas untuk mahasiswa yang ingin berkarier menjadi tenaga pendidik perguruan tinggi. Berawal dari sinilah muncul cita-citanya untuk menjadi Dosen.

Continue reading