06Jul/18

Hendra Andiananta Pradana dan Rhoshandayani K. T. Mewakili Pascasarjana Universitas Jember Mengikuti Seminar Nasional Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Pengelolaan Sumber Daya Air sebagai salah satu upaya pendayagunaan dan menjaga kelestariannya harus dilakukan secara terintegrasi atau terpadu. Ego sektoral otonomi daerah menjadi salah satu polemik dalam pengelolaan sumber daya air terpadu.

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan bagian bentang alam yang berfungsi untuk menyimpan, menampung dan mengalirkan air.

DAS adalah upaya manusia dalam mengendalikan hubungan timbal balik antara sumber daya alam dengan manusia di dalam DAS dan segala aktivitasnya dengan tujuan membina kelestarian dan keserasian ekosistem, serta meningkatkan kemanfaatan sumber daya alam bagi manusia secara berkelanjutan. Koordinasi dan peran yang dilakukan oleh setiap sektor atau para pihak sangat penting dalam Pengelolaan DAS, sehingga dapat menginspirasi dan meningkatkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan hidup, terutama Pengelolaan DAS.

5 Juli 2018 Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS)  Surakarta mengadakan seminar nasional dengan tema Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Menuju Kelestarian Fungsi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme mahasiswa dan peningkatan publikasi, Hendra Andiananta Pradana dan Rhoshandayani K. T. mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian Pascasarjana Universitas Jember mewakili untuk menjadi pemakalah dan peserta seminar nasional tersebut. Judul artikel yang dipresentasikan yaitu peran stakeholder untuk manajemen risiko banjir di Desa Wonosari Kabupaten Jember dan perancangan buku cerita anak tentang kelestarian fungsi DAS. Output yang diharapkan berupa prosiding ISBN dan dipublikasikan dalam jurnal bereputasi. (AAM/HR)

04Jul/18

Indonesia tuan rumah Konferensi Internasional Pendidikan Standarisasi

Konferensi Internasional Pendidikan Standarisasi (ICES) di Yogyakarta, Selasa (3/7). Konferensi itu diikuti oleh para delegasi pegiat pendidikan dari negara-negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) – Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Internasional Pendidikan Standarisasi yang diikuti oleh para delegasi pegiat pendidikan dari negara-negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Dalam konferensi internasional yang berlangsung mulai 3 hingga 5 Juli tersebut, Badan Standarisasi Nasional (BSN), Universitas Islam Indonesia (UII), serta Universitas Diponegoro (Undip) ditunjuk sebagai tuan rumah.

“Inti muara konferensi ini adalah bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai standarisasi melalui pendidikan,” kata Ketua The International Cooperation for Education about Standardization (ICES) 2017-2018 Bambang Purwanggono di Yogyakarta, Selasa. Selengkapnya

03Jul/18

Praktikum Lapang Mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian Pascasarjana UNEJ

2/7/2018 Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang sifatnya melintasi berbagai wilayah sesuai dengan batasannya. Konsep pengelolaan sungai yang diterapkan oleh pemerintah adalah one river one management. Oleh sebab itu mahasiswa didampingi dosen Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian Pascasarjana UNEJ melakukan kunjungan dan praktikum lapang di Perum Jasa Tirta I Malang.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mengetahui aplikasi keilmuan pengelolaan sumber daya air dari matakuliah Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu, Ekonomi Lingkungan, Perilaku dan Konservasi Daerah Aliran Sungai, serta Analisis Kualitas Air.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan umum terkait aplikasi Integrated Water Resource Management (IWRM) pada wilayah kerja Perum Jasa Tirta I oleh Bapak Samsul selaku Manajer Utama Keuangan, Perencanaan dan Manajemen Kerja.

Kemudian dilakukan kunjungan ke labolatorium pengujian kualitas lingkungan. Kunjungan lapang ke Bendungan Karangkates juga dilakukan untuk mengetahui pendayagunaan sumber daya air sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Output yang akan dihasilkan dari kegiatan ini adalah sebuah artikel terkait upaya konservasi sumber daya air yang akan diterbitkan ke salah satu jurnal berputasi. Selain itu dengan adanya kunjungan dan praktikum lapang ini mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian dapat mengetahui secara langsung pengelolaan sumber daya air dari aspek teknologi, sosial dan ekonomi. Respon positif juga diberikan oleh Perum Jasa Tirta I untuk kerja sama riset atau melakukan MoU dengan Universitas Jember.

Penulis: Hendra Andiananta Pradana

02Jul/18

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana Universitas Jember

Pascasarjana Universitas Jember melaksanakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019 Semester Gasal Gelombang III dan IV (30/6/2018) yang diikuti 119 peserta, bertempat di UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember.

Seleksi tersebut terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) yang selama ini telah menggunakan sistem Computer Based Test (CBT).

Karakteristik dari tes CBT ini sama dengan tes tertulis pada umumnya yaitu menggunakan satu perangkat tes untuk beberapa peserta dengan jangka waktu tes yang sama. Bedanya terletak pada teknik penyampaian (delivery) butir soal yang tidak lagi menggunakan kertas, baik untuk naskah soal maupun lembar jawaban.

Huzaini salah seorang peserta mengatakan ”Alhamdulillah, pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar, serta pengawas ujian sangat berperan aktif dalam membantu peserta terkait kendala server”. (AAM/HR)

05Jun/18

PASCASARJANA UNEJ MENGADAKAN KEGIATAN BUKA PUASA BERSAMA

Banyak hal yang menarik selama bulan puasa diantaranya  tradisi buka puasa bersama yang banyak dilakukan oleh beberapa masyarakat . Kegiatan buka puasa bersama banyak sekali hikmahnya diantaranya menyambung silahturahmi dan memererat tali persaudaraan.

4/Juni/2018 Pascasarjana UNEJ mengadakan kegiatan buka puasa bersama yang diikuti oleh pimpinan beserta staf yang bertempat di gedung Pascasarjana UNEJ. Keceriaan sangat nampak sekali dalam acara buka puasa bersama ini.

Rudi Wibowo Direktur Pascasarjana UNEJ menghimbau dalam sambutannya “Bulan puasa ini hendaklah menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih disiplin”.

“Jangan lupa selama liburan hari raya Idul Fitri mari kita jaga keamanan kantor kita”,ungkapnya.(hr)

 

 

30May/18

Sugeng Winarso: Dasyatnya Dampak Erosi

Kata-kata erosi nampaknya sudah sangat familier dengan telinga kita, bahkan anak-anak SD dan TK pun sudah tahu tentang erosi. Gambaran sungai sangat keruh berwarna coklat gelap dan lahan-lahan miring beralur-alur dan hancur atau rusak karena jejak adanya aliran air membuktikan adanya erosi. Secara sederhana erosi dapat dikatakan proses pindahnya partikel-partikel (bahan-bahan) tanah atau sedimen oleh aliran air, angin atau percikan butir-butir hujan.

Erosi tanah terjadi saat permukaan tanah terbuka, pelindung atau penutup yang biasanya berupa vegetasi atau tanaman, serasah atau sisa-sisa tanaman terganggu dan hilang, baik oleh kegiatan pembersihan, pengolahan tanah, pembakaran dan sebagainya.

Jadi tanah-tanah yang terlindungi yang ditunjukkan oleh adanya penutup (cover) baik vegetatif (hidup) maupun mati (mulsa) sangat mengurangi erosi; sebaliknya tanah yang makin terbuka makin peka terhadap erosi. Tanah-tanah yang banyak bahan organiknya juga akan lebih tahan terhadap proses erosi.

Erosi yang terjadi di alam dapat dikelompokan menjadi dua yaitu 1) erosi geologi dan 2) erosi dipercepat. Erosi geologi adalah erosi yang terjadi secara alami tanpa adanya pengaruh dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan manusia. Erosi ini telah terjadi pada jutaan tahun yang lalu hingga sekarang, akan tetapi berjalan secara lambat sehingga tidak terasa atau berpengaruh secara nyata pada perubahan-perubahan alam atau lingkungan dan menggambarkan kesetimbangan alam. Erosi dipercepat adalah juga proses alam yang terjadinya lebih cepat (dipercepat) oleh ketidaksetimbangan kondisi lingkungan. Erosi ini pada umumnya sangat membahayakan dan berdampak besar baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungan. Selain di atas, erosi juga dapat dibedakan menjadi erosi percikan (splash), alur (riil), lembar (sheet), parit (gully), saluran aliran air (stream channel), terowongan (tunnel), pengolahan (tillage). Gambaran atau kenampakan erosi-erosi tersebut adalah beruturu-turu sebagai berikut:

This slideshow requires JavaScript.

Berdasarkan gambaran di atas, erosi sangat merugikan sehingga harus dicegah atau minimal dikurangi. Sudah barang tentu pemahaman, tindakan, dan pencegahan erosi untuk setiap orang berbeda. Berikut adalah informasi tentang erosi yang mungkin dapat menambah pengetahuan kita tentang dasyatnya dampak erosi, sehingga kita lebih peduli yang akhirnya berbuat untuk mencegah erosi menjadi seminimal mungkin. Continue reading

23May/18

Berikan Solusi Pengelolaan Air Bersih untuk Masyarakat

Kekeringan merupakan salah satu dari beberapa jenis bencana yang dapat menyebabkan terganggunya proses alamiah antara manusia dan lingkungan. Kekeringan sangat identik dengan kurangnya ketersediaan air disuatu wilayah. Air sangat mempengaruhi keberadaan makhluk hidup dalam melangsungkan proses kehidupan. Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang sebagian besar dikelilingi oleh perairan. Namun World Water Forum (2000) mengatakan bahwa Indonesia pada tahun 2025 diprediksi akan mengalami krisis air (bencana kekeringan).

Dusun pedati merupakan salah satu dusun dari Desa Kampung Baru, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso yang letaknya di atas pegunungan sekitar Kawah Ijen. Dusun Pedati memilik topografi ketinggian ±1.800 mdpl dengan suhu yang rendah sekitar 190 C dan kelembaban yang tinggi. Dusun ini merupakan dusun yang lokasinya hasil dari deforestasi hutan menjadi lahan produksi kopi. Mayoritas masyarakat Dusun Pedati sebagai petani kopi rakyat. Namun dalam melangsungkan hidup di Dusun Pedati, masyarakat selalu mengalami kekeringan (krisis air), baik dalam kebutuhan air sebagai penopang hidup maupun air sebagai proses pengolahan kopi.

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi maka kami melakukan sebuah kajian untuk mengidentifikasi permasalahan air di Dusun Pedati. Hasil identifikasi tandon air dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Berdasarkan hasil identifikasi dan observasi di lapangan bahwa kondisi tandon penampungan air yang ada belum cukup memadai. Sebagian tandon tidak berfungsi sehingga masyarakat memusat ke salah satu tandon yang tersedia. Kemudian setelah dilakukan perhitungan debit air maka dipastikan masih belum cukup memulihkan fungsi tandon yang ada. Pada tandon 1, 4, dan 5 kondisi tandon tidak berfungsi karena kondisi lebih tinggi. Kondisi tersebut tidak seimbang dengan kecepatan aliran air dari sumber sehingga pada saat kondisi tandon yang lebih rendah air bisa mengalir yaitu tandon 2 dan 3. Tandon tembusan kadang-kadang juga mengalir ketika tandon 2 dan 3 dalam kondisi penuh. Tetapi ketika sebaliknya, maka satu Dusun Pedati masyarakat mengambil air di tandon 2 dan 3. Pada tandon 2 dan 3 pun dapat dilihat bahwa volume air yang mengalir sangat jauh dari harapan. Oleh sebab itu sangat perlu upaya konservasi dalam pengembalian fungsi hutan untuk menghasilkan air yang melimpah untuk masyarakat Dusun Pedati. Continue reading