Tag Archives: MPSDAP UNEJ

11May/18

Forum Group Discussion Terhadap Kekeringan Di Lahan Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo

Permasalahan yang terjadi di lahan rehab diantaranya banyak tanaman pokok yang mati, rawan kebakaran hutan saat kemarau, dan kekurangan air saat musim kemarau. Kegiatan diskusi ini sangat membantu petani lahan rehab dalam pemberian informasi dan pengetahuan teknologi terhadap masalah kekeringan. Petani kesulitan dalam menyimpan air, sehingga perlu membawa air dari sungai atau cekungan dengan jerigen. Dr. Yenny Dhokikah dan Prof Nawianto selaku dosen pengampu mata kuliah Dinamika Sosial dan Kearifan Lokal memberikan masukan untuk menyimpan air saat musim hujan, seperti membuat cekungan kemudian diberi terpal, agar air tidak meresap ke dalam tanah dan bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman pokok saat musim kemarau. Selain itu, bisa juga dengan menangkap kabut dengan jaring-jaring, tetesan embun ditampung dalam bak atau drum. Dr. Luh Putu Suciati selaku dosen pengampu mata kuliah ekonomi lingkungan memeberikan masukan untuk menanbah bibit tanaman Loh di lahan rehab, karena tanaman Loh akarnya mampu menyimpan air, daunna bisa untuk pakan ternak, getahnya bisa untuk obat oles yang terkena gigitan serangga.

Salah satu kearifan lokal masyarakat petani lahan rehab adalah acara selametan atau dikenal dengan istilah Brokohan yang dilakukan ketika buka lahan dan panen. Acara selametan/brokohan bertujuan untuk mensyukuri hasil yang di dapat. Petani lahan rehab masih melakukan adat Cok Bakol, yaitu membuat sesaji dalam bentuk jenang. Jenang tersebut dibacakan doa-doa yang kemudian di letakkan di lahan milik petani. Ada sekitar 70% petani lahan rehab yang masih yakin dengan adat istiadat brokohan dan cok bakol. Kearifan lokal lainnya adalah memanfaatkan putung rokok sebagai pengganti sumbu kompor yang dimasukkan ke dalam lubang botol yang berisi air. Hal ini berfungsi sebagai irigasi dengan cara infus yang dirasa oleh petani lebih efisien terhadap pengairan tanaman pokok.

Penulis: Jenitra Milan Petrina

09May/18

Diskusi Konflik Sosial dan Ketahanannya di Desa Semboro Bersama Kementerian Sosial Jawa Timur dan Dinas Sosial Jember.

Selasa 8/5/2018 Mahasiswa Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian (MPSAP) Pascasarjana Universitas Jember menghadiri kegiatan diskusi berjudul “Penguatan Desa Berketahanan Sosial Tahun 2018” di balai Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Diskusi tersebut menghadirkan para pakar, yaitu Isnaini Dwi Susanti, S.H selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Hanifi selaku perwakilan dari Kapolres Jember, serta Selfi Budi Helpiastuti selaku dosen Universitas Jember. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 75 peserta yang merupakan warga desa Semboro.

Kegiatan diskusi ini dilatarbelakangi oleh konflik sosial yang terjadi di Desa Semboro pada tahun 2015. Konflik sosial tersebut berupa perebutan sumber air yang hanya satu dan memiliki volume kecil. Sehingga terjadilah konflik antar warga sehingga membuat suasana desa tidak rukun dan tidak guyub. Kementerian Sosial Jawa Timur datang ke lokasi kejadian lalu mengusulkan untuk penyelesaian masalah. Kemensos bersama Dinsos Jember melakukan pengeboran sumber air sampai artesis dan penyediaan tandon yang kemudian airnya dialirkan ke rumah warga melalui pipa-pipa.

Warga yang telah mampu meredam konflik sosialnya dan telah mampu mengatur pengelolaan air secara mandiri, kemudian dikukuhkan menjadi Sahabat Pelopor Perdamaian. Pengukuhan tersebut diresmikan secara langsung oleh Kabid Linjamsos Kementerian Sosial Provinsi Jawa Timur dengan membunyikan kentongan secara bersama-sama. Serangkaian kegiatan penyelesaian konflik air di desa Semboro telah menjadi pionir atau percontohan bagi desa-desa lain karena kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Indonesia.

Penulis:
Rhoshandhayani KT
Email: halokakros@gmail.com
Web: www.halokakros.com

 

17Apr/18

Diskusi Penanganan Banjir Desa Wono Asri

Jember, 16 April 2018

Dr. Ir. Sugeng Winarso, M.Si peneliti bidang pengelolaan sumber daya air sekaligus Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Jember mengatakan, untuk mengatasi persoalan banjir yang sering kali merendam kawasan Desa Wono Asri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember kala musim hujan, diperlukan sinergi pemerintah dan masyarakat secara serius. Salah satu langkah kecil yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan membuat sumur resapan secara masal agar air hujan tidak langsung mengalir ke sungai. Sumur resapan ini berfungsi untuk menyimpan air hujan di dalam tanah agar bisa dimanfaatkan saat kemarau.


Hal itu disampaikan oleh Sugeng Winarso dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Konservasi Sumber Daya Air Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Di Taman Nasional Meru Betiri” bersama perwakilan organisasi masyarakat Wono Asri di Balai Desa Wono Asri Kecamatan Tempurejo Jember, (14/04). Acara ini terselenggara atas Kerjasama Pascasarjana Universitas Jember dengan SDGs Center Universitas Jember.

Winarso mengatakan, pemerintah bersama-sama masyarakat perlu melakukan normalisasi fungsi hutan dengan melakukan penanaman hutan-hutan yang setiap tahun luasannya semakin berkurang. Selengkapnya

16Apr/18

AIR MERUPAKAN SALAH SATU KOMPONEN KEHIDUPAN YANG TIDAK BISA DIGANTIKAN

Air merupakan salah satu komponen kehidupan yang tidak bisa digantikan. Hari Air Dunia merupakan salah satu peringatan tingkat dunia tentang pentingnya air untuk kehidupan yang jatuh pada setiap tanggal 22 Maret. Tahun 2018 peringatan Hari Air Dunia ke XXVI bertemakan solusi alami untuk air.

Sumber daya air dapat memberikan permasalahan jika tidak dikelola dengan baik. Permasalahan yang timbul biasanya banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Kondisi ini terjadi di Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember

Di wilayah lahan rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Desa Wonoasri mengalami masalah kekeringan dan masalah banjir terjadi di Dusun Curahlele Desa Wonoasri. Sebagai salah satu upaya pihak akademisi, melakukan identifikasi kedua masalah tersebut dengan menggunakan metode PRA dan RRA yang dilakukan mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pascasarjana Universitas Jember. Hasil identifikasi permasalahan digunakan sebagai isu fokus dan akar masalah dalam Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 14 April 2018. FGD tersebut mempertemukan petani lahan rehabilitasi dengan BPBD Kabupaten Jember, TNMB, SDGs Center Unej dan Tropical NRC. Hasil FGD berupa optimalisasi teknologi penyimpanan air untuk mengatasi masalah kekeringan di lahan rehabilitasi dan penguatan DESTANA untuk pencegahan dan penanggulangan banjir yang dibantu oleh dinas dinas terkait.

Penulis: Hendra Andiananta Pradana (Mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pascasarjana Universitas Jember).

06Feb/18

INTERNATIONAL MASTER CLASS IN PLANT BIOSECURITY

INTERNATIONAL MASTER CLASS IN PLANT BIOSECURITY

GRAND INNA BEACH HOTEL DENPASAR, BALI

DISELENGGARAKAN:

ATSE CROWFORD FUND, WWW.CABI.ORG, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR, CRC PLANT BIOSECURITY

Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan(Air Pertanian) Pascasarjana Universitas Jember mengikuti kegiatan International Master Class In Plant Biosecurity (15/1 s.d 27/1/2018) di Denpasar Bali.

Delegasi yang hadir dalam kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengkoordinir penelitian dan pengembangan dari ketahanan hayati tanaman, hewan, dan manusia di Indonesia di wakili oleh Dr. Luh Putu Suciati, SP., M.Si. selaku Ketua Program Studi dan Fariz Kustiawan Alfarisy, SP. Mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan(Air Pertanian) Pascasarjana Universitas Jember

Riset-riset berbasis fakta dan pengembangan-pengembangan kapasitas dapat membantu kebijakan dan peraturan baik disektor publik manupun swasta.

“salah satu tujuan kita hadir disini adalah ingin membantu merumuskan kebijakan dan peraturan baik disektor publik manupun swasta dalam hal riset”, ungkap Luh Putu.

Faris dalam laporan kegiatan menuliskan bahwa Prof. John Loffet Chairman Foundation Chairman, Plant Biosecurity Cooperative Reseacrh Center, Australia mengatakan ada beberapa poin penting dalam kegiatan ini diantaranya:

  1. Indonesia merupakan negara yang menarik dan memiliki keanekaragaman yang melimpah
  2. Membicarakan masalah-masalah biosecurity baik yang terjadi pada tanaman, hewan, lingkungan, dan manusia
  3. Prinsip yang harus dikerjakan sekarang adalah bagaimana caranya kita ware a problem dan rather be !
  4. Secara umum bagian dari yang dibahas adalah mengenai kesempatan dalam melakukan tindakan, hama, dan manajemen tanaman
  5. Keuntungan yang didapat dari acara Master Class ini adalah bisa berkolaborasi dari inter disipliner maupun berbagai kelembagaan
  6. Poin pentingnya membahas biosecurity dan food security
  7. Membangun kapasitas sumber daya manusia dalam bidang hama, tanaman, dan manajemen.

18Dec/17

Kelola Limbah Kopi Menjadi Sesuatu Yang Bermanfaat Bagi Masyarakat.

17/12/2017 Penguatan literasi akademisi salah satunya dapat dilakukan dengan keikutsertaan kompetisi menulis ilmiah. Lomba Menulis Esai Nasional yang diadakan oleh Keluarga Alumni Universitas Jendral Soedirman merupakan kompetisi ilmiah dengan tema “Optimalisasi Pangan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat” bertujuan untuk meningkatkan semangat literasi dan kompetensi.

Kegiatan yang bertempat di Hall Hotel Lorin Solo ini di ikuti oleh delegasi dari Universitas terkemuka di Indonesia seperti ITB, UGM dan UNDIP. Selain itu kompetisi ini di ikuti delegasi kategori umum yang  berprofesi sebagai Dokter, Dosen, Guru dan Praktisi.

Dengan mengikuti kegiatan ini harapannya memperoleh tambahan pengetahuan terkait pentingnya literasi, semangat berkompetisi dan tekun meneliti.

Hendra Andiananta Pradana mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian Pascasarjana Universitas Jember  ikut serta dalam kegiatan kompetisi menulis ilmiah tersebut.

“Dengan mengikuti kegiatan ini saya berharap memperoleh tambahan pengetahuan terkait pentingnya literasi, semangat berkompetisi dan tekun meneliti”, ungkapnya.

Hendra menulis ilmiah dengan judul “Pengelolaan Penanganan Limbah Industri Kopi Terpadu untuk Produksi Biogas dan Pupuk Organik”. Continue reading

18Oct/17

Fariz Kustiawan Alfarisy mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Air Pertanian Pascasarjana Universitas Jember mengikuti kegiatan Delegasi Great Indonesia Leaders Summit (GILS) 2017

Fariz Kustiawan Alfarisy mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Air Pertanian Pascasarjana Universitas Jember  mengikuti kegiatan  Delegasi  Great Indonesia Leaders Summit (GILS) 2017 yang dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 15 Oktober 2017 bertempat di kota Malang.

Tujuan pelaksanaan  kegiatan tersebut sebagai upaya penciptaan wadah terintegrasinya para pemuda yang siap memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi permasalahan dalam negeri.

Faris mengatakan “ dalam kegiatan ini saya bersama teman-teman mengambil topic tentang lingkungan”.

Lingkungan perlu perhatian khusus agar  kelestarian alam terjaga

“kami fokus dalam bagaimana mengelola tempat pembuangan sampah agar semakin baik”,ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang membangun jaringan – jaringan kolaborasi antar pemuda yang memiliki passion dan interest yang sama dalam memberikan karya nyata bagi Indonesia.

“ alhamdulilah kami bisa bertemu dengan mahasiswa universitas lain sehingga kita berdiskusi sesuatu hal untuk kemajuan Negara”, ungkapnya. (hr)