Tag Archives: program pascasarjana

25Jun/16

PELAKSANAAN UJIAN MASUK TES TPA/TKBI GEL.3 TAHUN AKADEMIK 2016/2017 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JEMBER.

13530447_1087784371302095_399881082_n

Pelaksanaan di Ruang PPS 1

13515312_1087784267968772_907500938_n

Pelaksanaan di Ruang Aula

Program Pascasarjana Universitas Jember melaksanakan kegiatan tes TPA/TKBI gelombang 3 Tahun Akademik 2016/2017  ( Sabtu, 25 Juni 2016) diikuti sekitar 110 peserta dari berbagai Program Studi Pascasarjana dilingkungan Universitas Jember bertempat di Gedung Program Pascasarjana Universitas Jember.

Terlihat wajah antusias dari peserta menandakan mereka telah mempersiapkan untuk mengikuti tes, TPA dimulai pukul 08.00 s.d 11 .00 WIB sedangkan TKBI dimulai pukul 12.00 s.d 14.00 WIB. Kegiatan Tes diawali pembukaan dan pengarahan oleh Koordinator Tata Usaha Endang Cahyaningsih, S.H., M.H.

Salah satu peserta Siska Elvani, S.P mengatakan” Saya melanjutkan studi ke Pascasarjana karena ingin mendapatkan ilmu yang lebih tinggi sehingga saya bisa mandiri secara ekonomi.”(Hr/foto: MJ)

17Jun/16

REKAM MEDIS ELEKTRONIK ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

13474231_10206057754515513_1552807718_n

Oleh : Dony Setiawan Hendyca Putra ( Mahasiswa Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember)

Menurut PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisan-tulisan yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan kepada pasien dalam rangka palayanan kesehatan.

Bentuk Rekam Medis dapat berupa manual yaitu tertulis lengkap dan jelas dan dalam bentuk elektronik sesuai ketentuan. Rekam medis terdiri dari catatan-catatan data pasien yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan. Catatan-catatan tersebut sangat penting untuk pelayanan bagi pasien karena dengan data yang lengkap dapat memberikan informasi dalam menentukan keputusan baik pengobatan, penanganan, tindakan medis dan lainnya. Dokter atau dokter gigi diwajibkan membuat rekam medis sesuai aturan yang berlaku.

Continue reading

20May/16

Memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-108 Tahun 2016.

rektor_unej-620x279

Sumber Foto: https://unej.ac.id

Universitas Jember mengadakan Upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-108 Jum’ at 20 Mei 2016 dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Jember Drs. Moh. Hasan, M.Sc., Ph.D dan diikuti oleh seluruh warga Universitas Jember  bertempat di lapangan upacara Universitas Jember.

Kebangkitan Nasional adalah masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo ( 20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda(28 Oktober 1928). Continue reading

18May/16

Dra. Retno Endah Supeni, M.M. “TERUS BERUPAYA MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN MISKIN PEDESAAN”

Retno Endah Supeni

Kebangkitan Nasional merupakan momen tentang bangkitnya semangat kaum pemuda untuk berjuang merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia kala itu, dan setelah kemerdekaan saat ini berjuang bukanlah lagi dengan memanggul senjata, namun langkah nyata mengisi kemerdekaan dengan berjuang terus menerus menorehkan prestasi yang harus ditunjukkan  baik secara formal maupun non formal, terus belajar tanpa mengenal usia dan batas waktu, itulah ungkapan Dra. Retno Endah Supeni, M.M. salah satu dari mahasiswa baru Program Doktor Manajemen tahun ini. “meskipun usia saya 49 tahun, tapi saya masih memiliki semangat ingin kuliah dan mengukir prestasi dalam akademik”, imbuhnya.

Dra Retno Endah Supeni menegaskan “perempuan adalah tiang negara dan hadist Rasullulah juga telah menjelaskan “Wanita adalah tiang negara, jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya maka rusak pula negaranya”.

Perempuan sering dijadikan sebagai ajang perbudakan, di beberapa Negara tenaga kerja wanita diberlakukan tidak manusiawi, taraf kemiskinan masyarakat yang membuat perempuan lebih ekstra dalam seluruh kegiatan, perempuan juga dituntut untuk bisa mengatur keseluruhan manajemen rumah tangga, terutama masalah anak dan keuangan keluarga ditengah himpitan ekonomi yang ada.”Macak manak masak” bukan lagi suatu hak namun kewajiban.

Continue reading