Tag Archives: Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember

22Feb/18

Tim Assesor LAM-PTKes melakukan Visitasi Akreditasi pada Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana UNEJ.

   

Tim Assesor LAM-PTKes melakukan Visitasi Akreditasi pada Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana UNEJ.

(19/2/2018) Tim Assesor LAM-PTKes yang tediri dari dua orang yaitu Defriman Djafri, S.KM., M.KM., Ph.D. dan dr. M. Furqaan Naiem, M.Sc., Ph.D. disambut langsung oleh  Drs. Dzulfikar, Ph.D selaku Wakil Rektor I UNEJ, Pimpinan Pascasarjana, Ketua Program Studi, Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan di Gedung Pascasarjana UNEJ

Untuk melakukan verifikasi terhadap data borang yang telah dikirimkan oleh Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Pascasarjana UNEJ ke LAM-PTKes. Tim Assesor melakukan verifikasi melalui wawancara dan observasi terhadap pimpinan, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, Mahasiswa dan Alumni.

Tim Assesor juga melakukan survei terhadap fasilitas dan sarana prasarana pendukung proses belajar mengajar di Pascasarjana UNEJ. (hr/aam)

21Dec/16

Efek Pemberian Tempe Kedelai Terhadap Respon Imun Untuk Mencegah Kanker Payudara

Efek Pemberian Tempe Kedelai Terhadap Respon Imun Untuk Mencegah Kanker Payudara

qori.1Penulis: Dia Qori Yaswinda Mahasiswi Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember

Kanker payudara yang termasuk penyakit tidak menular, saat ini menjadi masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Menurut WHO (2012), kejadian kanker payudara sebanyak 1.677.000 kasus. Di negara berkembang dan terdapat 794.000 kasus kanker payudara dan sebanyak 324.000 kasus menyebabkan kematian. Berdasarkan data dari International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2012, insiden kanker payudara sebesar 40 per 100.000 perempuan. Insiden tertinggi penderita kanker payudara pada golongan usia 40 sampai 49 tahun sebesar 23,9 %.

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker cukup tinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2013), 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330.000 orang mengidap kanker. Kanker payudara merupakan kanker dengan prevalensi tertinggi terutama pada  perempuan disusul kanker leher rahim (serviks). Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2010, kasus rawat inap kanker payudara sebesar 12.014 kasus (28,7%) dan disusul kanker serviks dan leukemia. Menurut WHO diperkirakan pada tahun 2030 insiden kanker mencapai 26 juta orang dan 17 juta diantaranya meninggal akibat kanker (Depkes RI, 2013).

Beberapa faktor yang menyebabkan risiko kanker payudara adalah usia tua, menarche (pertama kali menstruasi) dini, usia makin tua saat menopause, usia  tua saat pertama kali melahirkan, tidak pernah hamil, riwayat keluarga menderita kanker payudara, riwayat pernah menderita tumor jinak payudara dan mengkonsumsi obat kontrasepsi hormonal dalam jangka panjang. Selain itu, kanker payudara juga terjadi karena lemahnya sistem pertahanan tubuh (sistem imun) (Kusmardi et al., 2006). Pada umumnya, tubuh melakukan perlawanan terhadap sel-sel yang bermutasi (sel kanker) untuk mencegah terjadinya kanker, tetapi terkadang sistem imun gagal untuk mendeteksi sel yang bermutasi, sehingga menyebabkan sel kanker dapat berkembang (Igney dan Krammer, 2002).

Continue reading