Tag Archives: mahasiswa

20May/16
laras'

“Berangkat Dengan Ikhlas dan Penuh Cinta Pada Bidang Yang Digeluti, Mari Kita Bangun Negeri”

laras'

Hari kebangkitan nasional, diawali dari sejarah berdirinya organisasi Budi Utomo yang diprakarsai oleh Soetomo bersama rekan-rekannya, sebagai organisasi nasionalis yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama mengenai pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya  yang juga memicu terbentukknya organisasi-organisasi nasionalis lainnya. Secara harfiah terbentuknya organisasi Budi Utomo ini berasal dari kata Budi yang berarti perangai atau tabiat dan Utomo berarti luhur atau baik. Sehingga dimaknai sebagai pencapaian sesuatu yang bernilai luhur dan berbudi pekerti baik yang di dalamnya terdapat nilai-nilai perjuangan demi kesejahteraan bangsa. Lalu, bagaimana dengan saat ini??

Tantangan global semakin besar, untuk menjadi sebuah bangsa yang sejahtera dan memiliki kehormatan di mata dunia, perlu adanya suatu gerakan bersama seluruh rakyat Indonesia, terutama para pemuda yang merupakan cikal bakal bangsa, sebagai agen penggerak dan perubahan bangsa yang lebih baik. Maka sepatutnya tidak ada kata menyerah untuk tetap berjuang demi kesejahteraan Bangsa. Berangkat dari diri sendiri, tanamkan cinta pada apa yang kita lakukan untuk mencapai cita yang luhur.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
02May/16
Mohammad Tohir.2

Sosok Guru Profesional yang Ideal Ala Ki Hajar Dewantara

Mohammad Tohir.2

Penulis: Mohammad Tohir, S.Pd.

13129059_10204862928653119_582136089_o

Setiap tanggal 2 Mei Masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Hal ini bertepatan dengan hari ulang tahun Sang Guru Kita, yaitu Ki Hadjar Dewantara. Beliau merupakan salah satu Pahlawan Nasional di Indonesia yang dikenal dengan sebutan Bapak Pendidikan Nasional. Semboyan Sang Guru yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Semboyan ini memiliki arti bahwa setiap diri kita  harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi insan yang berkarakter. Untuk mengenang jasa beliau, maka Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada setiap tanggal 2 Mei tidak bisa dipisahkan dari sosok seorang Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia.

Ada lima point penting yang dapat Penulis temukan dari Sosok Ki Hajar Dewantara untuk menjadi guru profesional yang ideal, berikut lima point penting tersebut:

  1. Ki Hajar Dewantara Berani Melakukan Perubahan

Ki Hadjar Dewantara dilahirkan pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Ayahnya seorang pangeran yang bernama Pangeran Suryaningrat yang merupakan putra Paku Alam ke-4 dari Yogyakarta. Beliau menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaj Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.

Soewardi muda sangat ulet sebagai seorang wartawan muda, beliaunya juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, beliaunya aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya. beliaunya juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD). Ketika kemudian DD mendirikan Indische Partij, Soewardi diajaknya pula.

Selama di Belanda Soewardi muda memanfaatkan kesempatan ini untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran. Setelah Soewardi muda kembali ke Indonesia pada bulan September 1919. Segera kemudian ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa. Kemudian beliau memusatkan perjuangan melalui pendidikan dengan mendirikan perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 JuIi 1922. Perguruan ini merupakan wadah untuk menanamkan rasa kebangsaaan kepada anak didik. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Artinya adalah di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
28Apr/16
logoposikm

Best Practice dalam Dokumentasi dan Publikasi Membantu Provider Kesehatan Melawan Tuberculusis (TB)

13020467_10204583122936759_1591203893_n

Oleh: M. Henri Wahyono
Mahasiswa Program Pascasarjana  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pepatah ini menyiratkan betapa berharganya sebuah pengalaman untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, tindakan bahkan dapat memecahkan masalah bagi yang mengadopsi pengalaman baik yang disampaikan secara langsung ataupun melalui media massa dalam penyampaiannnya.  Ini berlaku pada para provider kesehatan khususnya ketika melakukan intervensi program pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberculosis (TB). TB Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus. Upaya penanggulangan penyakit ini masih terus diikuti oleh peningkatan penyebaran epidemic di berbagai wilayah di Indonesia walaupun strategi DOTS (Direct Observe Treatment Short Course) yang dilakukan sejak tahun 1999 lalu dinilai strategis secara cost-effectiveness.

Best practice atau pengalaman terbaik merupakan kumpulan dari berbagai program yang menunjukkan keberhasilan intervensi. Dalam hal ini termasuk intervensi penanggulangan penyakit TB. Best Practice tidak harus selalu mengacu pada pengalaman sempurna dan terstandar tanpa adanya kesalahan pada saat melakukan intervensi, namun dalam Best Practice  lebih mengetengahkan fakta intervensi yang telah terjadi, khususnya pada nilai dan pembelajaran yang bisa diambil dari program yang dijalankan meliputi proses penerapan pengetahuan, perbaikan dan berbagi pengalaman. Pengalaman ini tentu tidak hanya semata pengalaman namun dilakukan oleh provider kesehatan mulai dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Puskesmas, Rumah Sakit baik negeri ataupun swasta, klinik, masyarakat ataupun perorangan.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
26Apr/16
logoposikm

OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)

403840_386056304777520_2057268370_n

Oleh : Dony Setiawan Hendyca Putra
Mahasiswa Program Pascasarjana  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Perkembangan teknologi tumbuh sangat pesat yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Pelayanan kesehatan ditujukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien. Untuk mencapai hal tersebut memerlukan sistem informasi kesehatan lintas sektor seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009. Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan primer, memiliki peran sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan diwajibkan untuk menerapkan SIMPUS sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 Pasal 43 dan 44.

Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama. Konsep Puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) di Jakarta. Melalui gagasan untuk menyatukan semua pelayanan kesehatan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat.

Terjadinya otonomi daerah mempengaruhi tatanan sistem yang ada di pemerintahan daerah termasuk bidang kesehatan. Dengan adanya otonomi daerah, penyelenggaraan SIMPUS menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten/ kota. Seiring waktu, keanekaragaman bentuk SIMPUS tidak dapat dihindari yang menyebabkan timbulnya masalah seperti kurang terintegrasinya data. Selain itu belum ada kebijakan standar yang secara khusus mengatur SIMPUS yang mengakibatkan melemahnya tingkat ketegasan sebuah sistem.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Apr/16
1

MEMBANGUN KETAATAN HUKUM MELALUI PENGAWASAN DAN PENERAPAN SANKSI.

index

Artikel oleh Muhammad Hoiru Nail SH., MH.
Mahasiswa  Program Doktor  Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember.

Indonesia lagi – lagi dihebohkan oleh berita yang membuat decak kagum masyarakat indonesia, lebih tepatnya dihebohkan oleh pegawai di lingkungan Mahkamah Agung.  Kasubdit  Pranata Perdata Mahkamah Agung karena diduga menerima suap atas jasa penundaan pengiriman salinan putusan kasasi, dan terakhir adalah Kementerian Hukum dan HAM  melalui Direktorat Jenderal Imigrasi mengeluarkan pencekalan terhadap sekretaris Mahkamah Agung keluar negeri terkait kasus yang ditangani oleh KPK yakni terkait dugaan kasus pemberian hadiah atau janji dalam kaitan dengan pengajuan Peninjauan Kembali di Pengadilan Jakarta Pusat, dan masih ada beberapa nama oknum hakim yang mencuat namanya yang akan dilakukan pencekalan serupa oleh KPK.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Wakil ketua KPK Saut Situmorang  yang  mengatakan bahwa hal terebut terjadi karena lemahnya sistem (dikutip di kompas.com.). Saya berpendapat bahwa sistem yang sedang dibangun saat ini mengalami kelemahan lebih khusus dalam hal pengawasan terhadap pegawai di Pengadilan Mahkamah Agung. Lemahnya sistem ini  menjadi celah korupsi di lingkungan peradilan.

Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 005/PUU-IV/2006 yang pada intinya hakim hakim tidak bisa diawasi oleh komisi yudisial merupakan cikal bakal hakim tidak bisa dilakukan pengawasan oleh lembaga yang independen yang berda diluar institusi peradilan, argumentasi hukum yang dibangun pada saat itu bahwa di MA sudah ada pengawasan yang bersifat internal dan bertingkat. Terlepas dari konstitusionalitas norma yang memberikan wewenang kepada Komisi Yudisial untuk melakukan pengawasan di lembaga peradilan telah menjadi inkonstitusinal, pengawasan terhadap pelaku kekuasaan kehakiman perlu dilakukan.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Apr/16
logoposikm

Kunci Menuju Kesuksesan

13045463_10205707104189474_2146641381_n 13046149_10205707104109472_521015375_n 13059791_10205707104149473_1975534114_n

Doc/fotografer:Dony Setiawan /ketua kelas A Prodi IKM Program Pascasarjana Unej

Dalam belajar apapun bentuknya, saling kerjasama, menjaga kekompakan, tetep solid apapun hambatannya, kunci menuju kesuksesan, apalagi bagi sosok-sosok pelayan masyarakat yang selalu siap setiap saat, inilah yang dilakukan mahasiswa Prgram Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember angkatan pertama.

Diskusi salah satu yang dilakukan untuk menjaga kekompakan, disamping untuk memecahkan permasalahan dalam bidang akademik, begitu ungkapan Dony salah satu mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Apr/16
1

Ir. Yoyok Mulyadi, M.Si. : APRESIASI LANGKAH PROGRAM MAGISTER ILMU EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER.

12

3

Program Studi Magister Ilmu Ekonomi mengadakan kegiatan promosi dan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana Universitas Jember  Tahun Akademik 2016/2017. Salah satunya bertempat di Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, Kamis 21 April 2016 dipimpin langsung Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Dr. Siti Komariyah, S.E., M.Si. diterima oleh Wakil Bupati Situbondo Ir. Yoyok Mulyadi, M.Si. beserta jajarannya dan diikuti oleh pegawai di lingkungan PEMKAB Situbondo.

Wakil Bupati Situbondo Ir. Yoyok Mulyadi, M.Si. mengatakan Pemerintah Daerah Situbondo sangat mendukung pegawai di lingkungan PEMKAB Situbondo untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan melanjutkan Studi ke jenjang lebih lanjut, selain itu Yoyok Mulyadi menambahkan sangat mengapresiasi kepada Universitas Jember khususnya Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Jember untuk memberikan Sosialisasi kepada pegawai di lingkungan PEMKAB Situbondo.

Dr. Siti Komariyah, S.E., M.Si. dalam sosialisasi memaparkan Visi Program Studi Magister Ilmu Ekonomi yaitu Menjadi pusat pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkualitas pada bidang perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah serta punya Misi yaitu meningkatkan kemampuan mengenai masalah masalah ekonomi dan mengembangkan keahlian dengan pendekatan penalaran ilmiah, Mengembangkan ilmu pengetahuan dalam horizon yang luas mengenai pembangunan daerah dan keuangan daerah, Menambah bekal ilmu pengetahuan yang cukup guna memperoleh jenjang pendidikan tertinggi dalam bidang ekonomi.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
22Apr/16
hoirul na'im

JATUH CINTA KEPADA UNIVERSITAS JEMBER

hoirul na'im

Jember, 17 April 2016. Muhammad Hoiru Nail, S.H., M.H. kelahiran Jember, 7 Juli 1988, salah satu dari ribuan alumni Universitas Jember, merupakan sosok yang sangat mencintai Almamater. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas tak langsung mendaftar menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi, tiga tahun dia menunggu, setelah beberapa kali tidak lolos mendaftar menjadi polisi sesuai cita-cita, akhirnya menentukan pilihan kuliah Strata Satu, Strata Dua di Universitas Jember. Dan Saat ini sedang menempuh Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Jember pula.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Ramo dan Ibu Hanifah bertempat tinggal di desa Sukojember kecamatan Jelbuk kabupaten Jember, daerah batas antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso. mengatakan “orang tua yang selalu memotivasi merupakan modal utama untuk terus menempuh pendidikan kejenjang yang lebih tinggi”.

Pria yang selama melaksanakan studi selalu istiqomah menjalankan puasa Senin Kamis ini, bukanlah dari keluarga yang memiliki latar belakang birokrasi ataupun pendidik. Bapaknya hanya lulusan SMU dan ibu lulusan SMP menjadi salah satu cambuk sosok Hoiru Nail untuk membuktikan bahwa dia bisa berprestasi dan membanggakan bagi kedua orang tuanya. “Orang tua saya ridho saya kuliah sampai Strata Tiga di Universitas Jember”, ujarnya.

Mohammad Hoiru Nail juga menambahkan, “jangan malu kuliah di Unej, meski orang jarang mengenal Kota Jember, Tapi Universitas Jember tidak kalah jika dibandingkan dengan Universitas lain di Indonesia, Lulusan Unej Juga banyak yang jadi Orang top”.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
19Apr/16
biotek.logo

DISKUSI KELOMPOK

biotek.1

biotek.2

biotek

Disela sela jeda kuliah Mahasiswa Program Magister Bioteknologi melakukan diskusi kelompok. Diskusi ini biasanya membahas tentang apa yang telah diajarkan oleh dosen. Tujuannya untuk lebih mendalami materi secara bersama dan sharing pendapat.

jadi yang tadinya pemahamannya cuma parsial, dengan diskusi bersama pemahaman jadi lebih lengkap. Ibarat kalau ada bahasan alfabet dari A-Z, nah ada mahasiswa yg memahami dari A-C, ada yang cuma memahami D-K, ada yg memahami L-Z, akhirnya dengan diskusi itu pemahamannya bisa lengkap. Dari awal sampai akhir, jadi lebih mudah memahami”ujar salah satu mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi.(hr)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS