Category Archives: ARTIKEL DAN OPINI

18Oct/16

“Tantangan Terwujudnya Kemandirian Pangan Nasional”

foto web

Konflik energi 70 %  terjadi di Timur Tengah.  Kawasan yang menghasilkan minyak untuk menyuplai kebutuhan energi dunia. Konflik tersebut sudah terjadi selama beberapa tahun dan memakan banyak korban yaitu hancurnya beberapa negara-negara penghasil minyak. Belajar dari konflik energi tersebut, tidak menutup kemungkinan arah pergeseran konflik energi akan bergeser menjadi konflik pangan dunia. Karena diperkirakan pada tahun 2046 jumlah penduduk dunia menjadi 11 milyar. 2,5 milyar berada di kawasan equator dan 8,5 milyar di luar kawasan equator. Menurut teori Thomas Robert Malthus populasi manusia terkecuali dibatasi oleh terjadinya perang selalu bertambah sampai dibatasi oleh kelaparan. Populasi manusia akan bertambah menurut deret ukur sedang suplai pangan hanya bertambah menurut deret hitung. Dari dasar tersebut akan terjadi malapetaka yang mengerikan terhadap ketersediaan pangan dunia. Indonesia salah satu negara yang berada di kawasan equator yang mempunyai potensi yang sangat besar terutama potensi kekayaan sumberdaya alam yang  besar, sehingga Indonesia merupakan negara primadona yang menjadi daya tarik dunia dalam memenuhi kebutuhan pangan. Bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan pangan 8,5 milyar penduduk di luar kawasan equator tersebut? Akankan negara-negara tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya? Hal ini akan menjadi konstelasi konflik baru yang akan merubah tatanan masyarakat dunia untuk mencari pangan dan berpotensi untuk menjadi konflik pangan dunia (krisis energi).

Continue reading

14Oct/16

3P (Petani Pahlawan Pangan)

3P (Petani Pahlawan Pangan)

padi

Oleh : Wiji Lestari, S.TP
Mahasiswa Program Studi Magister Teknologi Agroindustri Universitas Jember

Indonesia adalah Negara Agraris. Sebagai Negara Agraris, kegiatan perekonomian sebagian besar penduduknya adalah di bidang pertanian. Ketika kita berbicara tentang pertanian, maka yang akan terlintas pertama di benak kita adalah petani dan pangan. Keduanya memang tidak dapat dipisahkan. Petani dikenal sebagai pemenuh kebutuhan pangan manusia.

Kegiatan utama petani adalah bercocok tanam di lahan sawah, ladang dan kebun. Tanaman yang mereka tanam sebagian besar adalah tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Mereka berusaha mencukupi kebutuhan pangan keluarganya, bahkan masyarakat di sekitarnya. Penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani banyak sekali jumlahnya. Apalagi bagi mereka yang tinggal di pedesaan, rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, kini banyak Negara – Negara Agraris yang berubah menjadi negara industri. Kegiatan pertanian berubah menjadi kegiatan perindustrian. Lahan-lahan pertanian yang awalnya digunakan untuk bercocok tanam tanaman pangan berubah fungsi menjadi bangunan besar dan megah tempat kegiatan industrialisasi. Petani yang awalnya dapat bercocok tanam kehilangan pekerjaannya. Lalu bagaimana nasib keluarga petani apabila mereka kehilangan pekerjaannya? Pekerjaan apa yang dapat mereka lakukan untuk tetap bisa bertahan hidup? Bagi orang yang memiliki keahlian lain selain bercocok tanam mungkin dapat mencari pekerjaan. Akan tetapi bagaimana nasib petani yang hanya memiliki keahlian bercocok tanam?

Continue reading

11Oct/16

10 – 10 HARI KESEHATAN JIWA

10 – 10 HARI KESEHATAN JIWA 1

0

Oleh : Chikita Rizqi Hanifati, S.Ked (Mahasiswa Pascasarjana  Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember)

Gangguan jiwa kian menghantui masyarakat baik itu di dunia maupun di Indonesia. Jumlah penderita gangguan jiwa dari tahun ke tahun semakin bertambah karena adanya krisis ekonomi maupun krisis sosial yang terjadi. Sebuah data yang dihasilkan berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SK-RT) yang dilakukan Badan Litbang Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2005 menunjukkan hasil suvey yang cukup mengagetkan yaitu diperkirakan terdapat 264 dari 1000 anggota Rumah Tangga menderita gangguan kesehatan jiwa. Dan jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya tingkat stress masyarakat dari tahun ke tahun

Jenis gangguan jiwa sangat beragam. Dari mulai yang ringan hingga tingkatan yang berat. Munculnya masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang besar.

2

Masalah gangguan jiwa yang menyebabkan menurunnya kesehatan mental ini ternyata terjadi hampir di seluruh negara di dunia. WHO (World Health Organization) yaitu suatu badan dunia PBB yang menangani masalah kesehatan dunia, memandang serius masalah kesehatan mental dengan menjadikan isu global WHO. WHO mengangkat beberapa jenis gangguan jiwa seperti Schizoprenia, Alzheimer, epilepsi, keterbelakangan mental dan ketergantungan alkohol sebagai isu yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius lagi.

Continue reading

11Oct/16

MENSTABILKAN KESEHATAN JIWA SESEORANG ITU HARUS PROPORSIONAL

123

“Kesehatan jiwa merupakan hal yang amat komplek disaat kita melakukan sesuatu, dimana tingkatan stabilitas dari manusia untuk mengendalian diri dan mempertahankan keselarasan baik lahir maupun batin “, begitu dr. Roni Prasetyo mengungkapkan.

Mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Jember ini juga mengatakan, “menstabilkan kesehatan jiwa seseorang itu harus proporsional, jadi tata cara mengedepankan antara tugas dan kewajiban harus berkeseimbangan, pada saat kita terlalu keras dalam melaksanakan kewajiban  yang bersifat duniawi, tetapi sisi dalam rohani kita melemah, dan itu yang menyebabkan badan kita sakit”, katanya.

Dokter sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jember ini menjabarkan yang bahwa fisik dan mental harus dipadukan dan penjabaran sandaran vertikal maupun horizontal harus balance.

Continue reading

07Oct/16

“CATATAN NAIL”

14525135_1592951807675469_8436323280386645184_o

5 s.d 12 Oktober 2016 Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember berkunjung ke Faculty of Law Thamasat University untuk mengikuti Program CPG Academy 2016 on Human Rights dengan agenda atau tema besar human right/hak asasi.

Berikut Catatan salah satu peserta Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember Muhammad Hoiru Nail, S.H., M.H. :

“Hak Asasi Manusia  merupakan hak dasar manusia yang sejak awal lahir sudah dibawa. Hak Asasi Manusia  ini secara harfiah melekat kepada tiap insan tanpa menghiraukan dari siapa ia dilahirkan, ras, agama, golongan. Oleh karenanya tidak dapat dielakkan HAM  dalam kehidupan manusia.

Pada prinsipnya HAM merupakan suatu hal yang bisa dikatakan “Memanusiakan Manusia”

Continue reading

29Sep/16

Selamat Hari Jantung Dunia

jantung 2

Oleh: dr. Irma Zakina
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas jember.

Jantung adalah organ yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Jantung berfungsi dalam proses sirkulasi, yakni mengedarkan darah yang mengandung oksigen dan nutrisi keseluruh tubuh. Bayangkan jika jantung kita berhenti berdetak? Atau berkerja namun tidak optimal sehingga mengganggu aktivitas kita.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, setiap tahunnya lebih dari 36 juta orang meninggal dunia karena penyakit tidak menular. Secara global, kematian nomor satu dari penyakit tidak menular, yaitu penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah) antara lain: penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, dan juga gagal jantung.

Faktor-faktor resiko yang dapat memicu terjadinya penyakit kardiovaskular antara lain: Riwayat keluarga, usia, jenis kelamin, stress, kurangnya aktifitas fisik, pola makan yang tidak sehat dan obesitas.

Untuk pencegahan atau deteksi dini dari penyakit-penyakit kardiovaskular, sebaiknya kita perlu mengetahui tanda tanda dari serangan jantung:

  • Rasa sakit, nyeri/tidak nyaman ditengah dada, nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, pinggang atau leher.
  • Sesak napas
  • Mual, muntah atau keringat dingin
  • Pingsan

Continue reading

29Sep/16

INDONESIA KERJA NYATA INDONESIA BERKARYA

logo unej bendera

Sebelum Upacara hari kemerdekaan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2016 di Istana Negara beberapa bulan lalu mungkin menjadi moment pembangkit semangat  bagi generasi muda Indonesia, pasalnya peringatan Kemerdekaan Indonesia yang bertajuk “ Indonesia Kerja Nyata” yang dicanangkan memiliki makna yang beragam, tergantung terlihat dan dilihat dari sudut pandang mana.

Pada pengukuhan Guru Besar Di gedung Soetardjo (27/9), Rektor Universitas Jember melontarkan beberapa pernyataan yang kemungkinan sebagai dasar penyemangat kaum muda untuk terus berprestasi diantaranya:

“Setidaknya dengan  pencapaian  pada posisi guru besar maka pengembangan keilmuan dibidang  itu semakin ada yang mengurusi, sesuai bidang masing masing. Semakin ada terus yang mengerjakan”, katanya.

Moh. Hasan menambahkan “pencapaian guru besar ini bukan  dianggap pencapaian akhir tetapi justru ada babak baru yang memang dilalui pada posisi puncak di bidang akademik mudah mudahan menjadi inspirasi bagi yang lainya”. Imbuhnya.

Continue reading

09Sep/16

SETETES DARAH ANDA NYAWA MEREKA‎.

14256393_10206657354905148_1483396305_nApakah kita mengenal Palang Merah Indonesia? Atau yang lebih dikenal dengan PMI ? menurut sejarah ide pembentukan Palang Merah Indonesia sudah mulai sekitar tahun 1932, dengan pelopor pendirinya Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan, dan pada  3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Sebulan setelah kemerdekaan Palang Merah Indonesia resmi didirikan tepatnya 17 September 1945 dan sampai saat ini dijadikan sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Legalitas pembentukan Palang Merah Indonesia atas segala aktivitasnya di Indonesia, mendapat pengakuan mulai dari:

  1. Keputusan Presiden (Keppres) RIS Nomor 25 tanggal 16 Januari 1950.
  2. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 246 tanggal 29 November 1963.
  3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 023/ Birhub/1972.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1980.
  5. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)

Continue reading