Kelola Limbah Kopi Menjadi Sesuatu Yang Bermanfaat Bagi Masyarakat.

17/12/2017 Penguatan literasi akademisi salah satunya dapat dilakukan dengan keikutsertaan kompetisi menulis ilmiah. Lomba Menulis Esai Nasional yang diadakan oleh Keluarga Alumni Universitas Jendral Soedirman merupakan kompetisi ilmiah dengan tema “Optimalisasi Pangan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat” bertujuan untuk meningkatkan semangat literasi dan kompetensi.

Kegiatan yang bertempat di Hall Hotel Lorin Solo ini di ikuti oleh delegasi dari Universitas terkemuka di Indonesia seperti ITB, UGM dan UNDIP. Selain itu kompetisi ini di ikuti delegasi kategori umum yang  berprofesi sebagai Dokter, Dosen, Guru dan Praktisi.

Dengan mengikuti kegiatan ini harapannya memperoleh tambahan pengetahuan terkait pentingnya literasi, semangat berkompetisi dan tekun meneliti.

Hendra Andiananta Pradana mahasiswa Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian Pascasarjana Universitas Jember  ikut serta dalam kegiatan kompetisi menulis ilmiah tersebut.

“Dengan mengikuti kegiatan ini saya berharap memperoleh tambahan pengetahuan terkait pentingnya literasi, semangat berkompetisi dan tekun meneliti”, ungkapnya.

Hendra menulis ilmiah dengan judul “Pengelolaan Penanganan Limbah Industri Kopi Terpadu untuk Produksi Biogas dan Pupuk Organik”.

“Saya ambil penulisan dengan judul “Pengelolaan Penanganan Limbah Industri Kopi Terpadu untuk Produksi Biogas dan Pupuk Organik” karena saya tertarik  limbah industri kopi melimpah saat panen raya”, tuturnya.

Limbah industri kopi melimpah saat panen raya sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan berupa bau dan berpotensi sebagai media tumbuh bakteri pathogen.

“saya berfikir bagaimana limbah ini menjadi bermanfaat? ternyata limbah kopi mengandung bahan organik yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai biogas untuk bahan bakar alternative”, katanya.

Selain itu limbah kopi dapat di proses menjadi pupuk organik yang nantinya bermanfaat bagi petani.

“Proses pembuatan biogas akan menghasilkan lumpur dan cairan yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik”, ungkap Hendra. (hr).

%d bloggers like this: