Tag Archives: unej

05Sep/16
UPT. TI

Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JEMBER.

UPT. TI

UPT. Teknologi Informasi memberikan materi tentang Sistem Akademik Online Universitas Jember yaitu SISTER serta memandu mahasiswa baru dibantu operator masing-masing Program Studi seluruh fakultas di Universitas Jember melakukan pemograman rencana studi bersama-sama.

UPT. Perpus

Kegiatan yang berlangsung di UPT. Perpustakaan membahas tentang materi cara menjadi anggota Perpustakaan dan mengakses Perpustakaan online yang pastinya sangat dibutuhkan oleh Mahasiswa serta Jurnal EBSCO yang bisa diakses secara gratis oleh Mahasiswa dilingkungan Universitas Jember.

Pada semester Gasal Tahun Akademik 2016/2017 Program Pascasasarjana Universitas Jember menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) bagi Mahasiswa Baru Program Doktor dan Program Magister Universitas  Jember. Kegiatan dimulai tanggal 29 Agustus s.d 2 September 2016 bertempat di UPT. Teknologi Informasi dan UPT. Perpustakaan Universitas Jember. Diikuti 396 Mahasiswa baru dari berbagai Program Studi Pascasarjana Universitas Jember.

Dalam kegiatan PK2 ini Tim petugas dari UPT. Teknologi Informasi memberikan materi tentang Sistem Akademik Online Universitas Jember yaitu SISTER serta memandu mahasiswa baru dibantu operator masing-masing Program Studi seluruh fakultas di Universitas Jember melakukan pemograman rencana studi bersama-sama.

Dari keseluruhan mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Jember yang rata-rata masih freshgraduate dari lulusan strata satu sudah tidak asing lagi dengan istilah SISTER

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Jun/16
13515312_1087784267968772_907500938_n

PELAKSANAAN UJIAN MASUK TES TPA/TKBI GEL.3 TAHUN AKADEMIK 2016/2017 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JEMBER.

13530447_1087784371302095_399881082_n

Pelaksanaan di Ruang PPS 1

13515312_1087784267968772_907500938_n

Pelaksanaan di Ruang Aula

Program Pascasarjana Universitas Jember melaksanakan kegiatan tes TPA/TKBI gelombang 3 Tahun Akademik 2016/2017  ( Sabtu, 25 Juni 2016) diikuti sekitar 110 peserta dari berbagai Program Studi Pascasarjana dilingkungan Universitas Jember bertempat di Gedung Program Pascasarjana Universitas Jember.

Terlihat wajah antusias dari peserta menandakan mereka telah mempersiapkan untuk mengikuti tes, TPA dimulai pukul 08.00 s.d 11 .00 WIB sedangkan TKBI dimulai pukul 12.00 s.d 14.00 WIB. Kegiatan Tes diawali pembukaan dan pengarahan oleh Koordinator Tata Usaha Endang Cahyaningsih, S.H., M.H.

Salah satu peserta Siska Elvani, S.P mengatakan” Saya melanjutkan studi ke Pascasarjana karena ingin mendapatkan ilmu yang lebih tinggi sehingga saya bisa mandiri secara ekonomi.”(Hr/foto: MJ)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
27May/16
GAMBAR WEB

“Geliat Para Peneliti Muda Universitas Jember yang Menekuni Bioteknologi”

GAMBAR WEB

“yang membuat semangat itu kan rasa kebersamaan, rasa ke ingintahuan yang terus memotifasi kita bersama untuk terus melakukan riset”

Kesehariannya bergelut dengan teknologi, hidupnya selalu berupaya untuk berprestasi, waktunya dihabiskan dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peralatan laboratorium, namun mereka meyakini jerih payah yang dilakukan dapat membuahkan hasil yang meluruhkan stres dan menjadi merk hasil anak negeri yang bermutu ditingkatan Internasional, mereka adalah peneliti muda.

Diantara para peneliti ada yang masih menjadi mahasiswa Multidisiplin Bioteknologi Program Pascasarjana ada juga yang telah bergabung menjadi peneliti di Center for Development of Advanced Sciences and Technology (CADST) salah satu laboratorium terpusat yang dimiliki Universitas Jember.

Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Ketua CDAST Universitas Jember memberikan penjelasan saat peresmian gedung CDAST Universitas Jember (29/2) berharap gedung CDAST yang digunakan menjadi penyemangat untuk berkarya lebih baik lagi dan go internasional.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
13May/16
Jpeg

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER MEMBUKA PROGRAM MAGISTER TEKNIK MESIN

Jpeg

Jember  13.05.2016. Universitas Jember membuka Program Studi baru, Magister Teknik Mesin yang notabenenya dibawah naungan Fakultas Teknik Universitas Jember. Surat keputusan yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi nomor 79/KPT/I/2015 tersebut sesuai permohonan Rektor Universitas Jember pada tanggal 26 Februari 2016, pemberian kuasa pembentukan prodi baru Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Sekjend Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi kepada Universitas Jember melalui Rektor Universitas Jember disebutkan untuk menambah kualitas pendidikan dan memenuhi kebutuhan Magister teknik terutama Teknik Mesin.

Ditemui terpisah Pembantu Dekan I Teknik, Dr. Tri Wahju Hardianto, S.T., M.T mengatakan, “ pembukaan Program Studi Magister Teknik Mesin untuk memenuhi kebutuhan master-master Teknik Mesin secara nasional”. Dosen lulusan Nagaoka University of Technology Jepang Tahun 2008 ini menambahkan “ kalo di luar negeri mahasiswa setelah lulus Strata Satu kebanyakan akan menempuh kembali  Strata Dua dengan Kualifikasi yang sama untuk mengembangkan keilmuannya”.

Dr. Tri Wahju berharap pada saat pembukaan Magister Teknik Mesin ini bisa dan mampu menambah kualitas keilmuan dan keinginan para mahasiswa untuk melanjutkannya di Strata Dua  “kita mencoba dan berharap mahasiswa freshgraduate untuk melanjutkan kuliah di Strata Dua”, imbuhnya.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
28Apr/16
logoposikm

Best Practice dalam Dokumentasi dan Publikasi Membantu Provider Kesehatan Melawan Tuberculusis (TB)

13020467_10204583122936759_1591203893_n

Oleh: M. Henri Wahyono
Mahasiswa Program Pascasarjana  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pepatah ini menyiratkan betapa berharganya sebuah pengalaman untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, tindakan bahkan dapat memecahkan masalah bagi yang mengadopsi pengalaman baik yang disampaikan secara langsung ataupun melalui media massa dalam penyampaiannnya.  Ini berlaku pada para provider kesehatan khususnya ketika melakukan intervensi program pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberculosis (TB). TB Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus. Upaya penanggulangan penyakit ini masih terus diikuti oleh peningkatan penyebaran epidemic di berbagai wilayah di Indonesia walaupun strategi DOTS (Direct Observe Treatment Short Course) yang dilakukan sejak tahun 1999 lalu dinilai strategis secara cost-effectiveness.

Best practice atau pengalaman terbaik merupakan kumpulan dari berbagai program yang menunjukkan keberhasilan intervensi. Dalam hal ini termasuk intervensi penanggulangan penyakit TB. Best Practice tidak harus selalu mengacu pada pengalaman sempurna dan terstandar tanpa adanya kesalahan pada saat melakukan intervensi, namun dalam Best Practice  lebih mengetengahkan fakta intervensi yang telah terjadi, khususnya pada nilai dan pembelajaran yang bisa diambil dari program yang dijalankan meliputi proses penerapan pengetahuan, perbaikan dan berbagi pengalaman. Pengalaman ini tentu tidak hanya semata pengalaman namun dilakukan oleh provider kesehatan mulai dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Puskesmas, Rumah Sakit baik negeri ataupun swasta, klinik, masyarakat ataupun perorangan.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
26Apr/16
logoposikm

OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)

403840_386056304777520_2057268370_n

Oleh : Dony Setiawan Hendyca Putra
Mahasiswa Program Pascasarjana  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Perkembangan teknologi tumbuh sangat pesat yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Pelayanan kesehatan ditujukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang efektif dan efisien. Untuk mencapai hal tersebut memerlukan sistem informasi kesehatan lintas sektor seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009. Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan primer, memiliki peran sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan diwajibkan untuk menerapkan SIMPUS sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 Pasal 43 dan 44.

Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama. Konsep Puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) di Jakarta. Melalui gagasan untuk menyatukan semua pelayanan kesehatan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat.

Terjadinya otonomi daerah mempengaruhi tatanan sistem yang ada di pemerintahan daerah termasuk bidang kesehatan. Dengan adanya otonomi daerah, penyelenggaraan SIMPUS menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten/ kota. Seiring waktu, keanekaragaman bentuk SIMPUS tidak dapat dihindari yang menyebabkan timbulnya masalah seperti kurang terintegrasinya data. Selain itu belum ada kebijakan standar yang secara khusus mengatur SIMPUS yang mengakibatkan melemahnya tingkat ketegasan sebuah sistem.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS