16Nov/17

KULIAH TAMU PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL

Program Studi Magister Teknik Sipil mengundang Prof. Tavio, PhD., pakar struktur dari ITS untuk memberikan kuliah tamu tentang “struktur tahan gempa dan retrofitting”. Beliau yang merupakan member dari American Concrete Institute (ACI-ASCE) menyatakan bahwa stuktur bangunan harus dirancang untuk menahan beban gempa selama periode gempa terjadi. Beliau memaparkan 3 sila dalam falsafah bangunan tahan gempa modern, yaitu : 1). Gempa ringan : boleh rusak kecil pada komponen non struktural, 2). Gempa sedang : elemen struktural boleh rusak menengah tetapi dapat diperbaiki, 3). Gempa kuat : elemen struktural dan non struktural boleh rusak parah tetapi struktur tidak roboh. Tidaklah bijaksana dan ekonomis untuk mendesain struktur bangunan berprilaku elastis penuh pada saat gempa besar terjadi. Pencegahan keruntuhan atau robohnya bangunan dengan kerusakan yang terkendali pada saat gempa bumi besar, merupakan konsep desain bangunan tahan gempa bumi modern. Selengkapnya

09Nov/17

MAKNA HARI PAHLAWAN SUBSTANSI ATAU PROSESI

MAKNA HARI PAHLAWAN

SUBSTANSI ATAU PROSESI

Oleh Muchamad Taufiq, S.H., M.H.*

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi” (Yogyakarta, 17 Agustus 1948), adalah serangkaian kata indah bermakna yang diucapkan Jenderal Besar Sudirman, sosok tokoh pejuang dan pahlawan yang religius.

UPACARA HARI PAHLAWAN.

Di tahun 2017 ini, tepatnya 10 Nopember kita kembali memperingati Hari Pahlawan dengan upacara. Pelaksanaan upacara rutin biasanya di Alun-alun Kota/ Kabupaten yang diselenggarakan oleh Pemkab/ Pemkot, lembaga pendidikan bahkan ada yang di gunung maupun di laut untuk mengapresiasikan diri terhadap Hari Pahlawan. Semangat untuk mengikuti prosesi ini sangat besar bahkan lebih tepatnya euphoria memperingati Hari Pahlawan ini luar biasa disepanjang durasi waktu upacara.

Rutinitas upacara ini sebenarnya harus dimaknai sebagai starting point setiap tahun untuk mengambil makna dari sebuah peringatan. Setiap peringatan sebenarnya selalu mengandung makna untuk diambil hikmahnya, bukan sekedar mengikuti prosesinya. Dewasa ini banyak fenomena peringatan dalam berbangsa dan bernegara ini yang hanya terjadi sebatas rutinitas/ ritual belaka. Selesai mengikuti peringatan itu, selesailah rangkaian acaranya. Padahal substansi yang diharakan dalam sebuah Upacara peringatan adalah terbumikannya nilai-nilai luhur dalam peringatan itu untuk diimplementasikan oleh segenap masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama untuk kaum mudanya termasuk mahasiswa di dalamnya. Bagaimana dengan Upacara Hari Pahlawan di kampus kita tercinta?

NILAI-NILAI KEPAHLAWAN

Nilai-nilai kepahlawanan ini adalah nilai luhur yang telah dilakukan oleh para pahlawan bangsa yang menghiasi romantikan perjuangan bangsa Indonesia. Nilai-nilai baik inilah yang seharusnya terus digelorakan kepada generasi berikutnya guna tetap terjaga semangat perjuangan yang tidak pernah lekang oleh zaman. Nilai-nilai kepahlawanan sangat banyak, namun pada kesempatan ini penulis akan mengangkat 4 nilai yang sangat menonjol  adalah : Continue reading

09Nov/17

DOSEN SERTA SATU MAHASISWA PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNEJ MELAKUKAN PRESENTASI KONFERENSI INTERNASIONAL TERINDEKS SCOPUS.

This slideshow requires JavaScript.

7-9 November 2017 Dosen serta satu Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP UNEJ melakukan Presentasi Konferensi Internasional Terindeks Scopus yaitu pada: 2017 3rd International Conference on Education (ICOED 2017) bertempat di “The Mudzaffa Hotel MITC”, Jalan Wisma Persekutuan MITC, Ayer Keroh 75450, Melaka.

3 artikel yang dipresentasikan sebagai berikut:

Berikut link artikelnya : https://icoed.org/

02Nov/17

Program Studi Magister Bioteknologi Gelar Seminar Proposal

“Program Studi Magister Bioteknologi memiliki beberapa target yang harus dicapai untuk dapat mewujudkan visi dan misinya. Salah satu fokus utama dalam mencapai target tersebut adalah dengan memberikan fokus pada kualitas calon lulusannya.” tutur Tri Agus dalam pembukaan acara.

Jember, 31 Oktober 2017

Sejalan dengan visi dan misinya, Program Studi Magister Bioteknologi Universitas Jember terus berupaya menjadi program studi yang unggul di bidang bioteknologi dengan berorientasi pada pengembangan agroindustri untuk kepentingan akademisi, masyarakat, dan industri, yang diakui pada skala nasional dan internasional. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Bioteknologi, Prof. Tri Agus Siswoyo, SP., M.Agr., Ph.D., dalam Seminar Proposal dan Hasil Penelitian Program Studi Magister Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember, pada Selasa (31/10).

“Program Studi Magister Bioteknologi memiliki beberapa target yang harus dicapai untuk dapat mewujudkan visi dan misinya. Salah satu fokus utama dalam mencapai target tersebut adalah dengan memberikan fokus pada kualitas calon lulusannya.” tutur Tri Agus dalam pembukaan acara.

Lebih lanjut Tri Agus menyampaikan, seminar kali ini bertujuan sebagai evaluasi terhadap seberapa jauh penelitian yang telah dilakukan dan rencana penelitian apa saja yang dikembangkan oleh mahasiswa magister Bioteknologi. Dasar pengembangan penelitian mahasiswa tidak terlepas dari riset grup yang dikembangkan oleh Prodi Bioteknologi. Riset grup tersebut terdiri dari bioteknologi kesehatan, bioteknologi pertanian, serta bio-process dan bio-material. Namun, seminar kali ini menjadi istimewa bagi Prodi Magister Bioteknologi karena diikuti oleh mahasiswa semester 4 yang diharapkan mampu lulus dalam waktu dua bulan ke depan. Selengkapnya

31Oct/17

Peringati Dies Natalis ke 53 Universitas Jember, Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Gelar Bakti Sosial

Jember, 28 Oktober 2017

Tepat di Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2017, Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember menggelar bakti sosial dalam bentuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Gumukmas Kabupaten Jember. Menurut Dewi Prihatini, Wakil Direktur II Program Pascasarjana Universitas Jember, pemilihan Desa Gumukmas sebagai lokasi bakti sosial antara lain karena Desa Gumukmas adalah desa binaan Universitas Jember. Bakti sosial melibatkan 60 mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, yang memiliki beraneka ragam latar belakang dari dokter, dokter gigi dan perawat.

Selengkapnya

31Oct/17

Perguruan Tinggi, Bermutu Atau Mati !

Jember, 30 Oktober 2017

Mutu menjadi hal yang tidak bisa ditawar-tawar dalam pengelolaan sebuah perguruan tinggi. Bahkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengambil langkah tegas menutup perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan, dan atau melanggar aturan. Oleh karena itu Kemenristekdikti saat ini berusaha keras meningkatkan mutu perguruan tinggi di Indonesia dengan berbagai cara dan program. Salah satunya dengan Program Asuh. Pendek kata bagi perguruan tinggi, pilihannya bermutu atau mati ! Peringatan ini disampaikan oleh Masluhin Hajaz, Kepala Seksi Revitalisasi Program, Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemenristekdikti, saat memberikan materi dalam kegiatan seminar Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi, sekaligus Laporan Hasil Program Asuh Universitas Jember di Hotel Aston, Jember (29/10).

Menurut Masluhin Hajaz, saat ini dari sekitar 26 ribuan program studi di Indonesia, hanya 19.534 program studi yang sudah terakreditasi, terdiri dari 2.749 program studi terakreditasi A, 10.529 program studi terakreditasi B dan sisanya yang berjumlah 7.226 masih terakreditasi C. “Oleh karena itu Ditjen Belmawa tahun ini berusaha meningkatkan akreditasi program studi, terutama yang masih C dengan berbagai program. Mulai dari seminar, workshop, klinik dan termasuk Program Asuh dimana perguruan tinggi yang sudah mendapatkan akreditasi A mengasuh perguruan tinggi lainnya. Oleh karena itu beruntung lah perguruan tinggi yang masuk dalam Program Asuh, sebab banyak perguruan tinggi lainnya yang berebut untuk diasuh,” jelas Masluhin Hajaz. Selengkapnya