25Jun/16
13515312_1087784267968772_907500938_n

PELAKSANAAN UJIAN MASUK TES TPA/TKBI GEL.3 TAHUN AKADEMIK 2016/2017 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JEMBER.

13530447_1087784371302095_399881082_n

Pelaksanaan di Ruang PPS 1

13515312_1087784267968772_907500938_n

Pelaksanaan di Ruang Aula

Program Pascasarjana Universitas Jember melaksanakan kegiatan tes TPA/TKBI gelombang 3 Tahun Akademik 2016/2017  ( Sabtu, 25 Juni 2016) diikuti sekitar 110 peserta dari berbagai Program Studi Pascasarjana dilingkungan Universitas Jember bertempat di Gedung Program Pascasarjana Universitas Jember.

Terlihat wajah antusias dari peserta menandakan mereka telah mempersiapkan untuk mengikuti tes, TPA dimulai pukul 08.00 s.d 11 .00 WIB sedangkan TKBI dimulai pukul 12.00 s.d 14.00 WIB. Kegiatan Tes diawali pembukaan dan pengarahan oleh Koordinator Tata Usaha Endang Cahyaningsih, S.H., M.H.

Salah satu peserta Siska Elvani, S.P mengatakan” Saya melanjutkan studi ke Pascasarjana karena ingin mendapatkan ilmu yang lebih tinggi sehingga saya bisa mandiri secara ekonomi.”(Hr/foto: MJ)

24Jun/16
13521740_1087060701374462_251632806_n

MAPS ( Mahasiswa Peduli Sesama)

Kamis 23 Juni 2016. Empati dan kekompakan mahasiswa Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat  dan Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember pada bulan Ramadhan 1437 H diisi dengan berbagi sebagian rizki. Diwakili oleh salah satu mahasiswa Dony Setiawan Hendyca Putra, S.Kep.Ns.,MM. dibantu beberapa staff mengunjungi Yayasan Panti Asuhan Arrahmah Jember untuk memberikan makanan untuk berbuka puasa.

 13511528_1087060334707832_460249463_n 13514282_1087060998041099_734267979_n 13521649_1087060958041103_2003375183_n 13521740_1087060701374462_251632806_n 13522387_1087060518041147_244176638_n 13535712_1087060924707773_528693891_n 13536073_1087060568041142_1158130301_n

(Hr/Ysk)

24Jun/16
bdn

Bidan sebagai Social Enterpreneur

Bidan sebagai Social Enterpreneur
Untuk Memperingati Hari Bidan Nasional 24 Juni 2016
Artikel Oleh Aristha Dwi Wirapraja, S.Keb., Bd.bdn

Profesi bidan sejatinya adalah profesi yang mulia, profesi ini lahir beranjak dari keprihatian mengenai tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi saat pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia, dikarenakan pertolongan persalinan pada saat itu dilakukan oleh dukun yang belum mendapatkan pengetahuan dan pelatihan pertolongan persalinan bersih dan aman. Sejarah panjang tercatat mengenai lahirnya profesi bidan,dimulai pada  tahun 1849, dibukalah sekolah kedokteran, Pendidikan Dokter Jawa di Batavia (yang sekarang menjadi RSAD Gatot Soebroto). Dan pada tahun 1851 dibuka pendidikan Bidan bagi wanita pribumi di Batavia oleh dokter militer Belanda (Dr. W Bosch), yang lulusannya bekerja di RS dan masyarakat. Sejak  saat itu pelayanan kesehatan ibu dan anak dilakukan oleh dukun dan bidan. Bidan mulai menunjukkan eksistensinya dengan diadakannya Konferensi Bidan Pertama di Jakarta pada tanggal 24 Juni 1951 atas prakarsa para bidan senior yang berdomisili di Jakarta. Konferensi Pertama ini melahirkan organisasi profesi bernama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bersifat Nasional dan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. IBI terdaftar dengan nomor 133 sebagai Lembaga Sosial Masyarakat di Indonesia dan sesuai dengan UU No.8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Tahun 1990, pelayanan kebidanan mulai merata dan dekat dengan masyarakat. Presiden memberikan instruksi pada tahun 1992 secara lisan pada sidang kabinet tentang perlunya mendidik bidan untuk penempatannya di Desa (Bidan Desa). Dengan tugas yaitu pelaksanaan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) diantaranya, Bumil, Bulin, Bufas, dan Bayi baru lahir; termasuk bidan juga melakukan pembinaan dukun bayi (yang sekarang dikenal dengan bermitra dengan dukun), serta memberikan pelayanan KB. Dalam Konferensi Kependudukan Dunia di Kairo, tahun 1994 membahas perluasan area garapan bidan yaitu Safe Motherhood termasuk bayi baru lahir dan perawatan post abortus, Family Planning, PMS termasuk infeksi saluran alat reproduksi, Kespro Remaja dan Kespro Orang tua.

Continue reading

23Jun/16
Jpeg

Rapat Koordinasi

Jpeg

Program Pascasarjana Universitas Jember mengadakan rapat koordinasi (Kamis, 23 Juni 2016) dalam rangka persiapan tes TPA/TKBI Gel. 3  di ruang sidang gedung Program Pascasarjana Universitas Jember yang di pimpin oleh Sekretaris Dewi Prihatini, S.E., M.M., Ph.D.

Dewi Prihatiningsih dalam pembukaan rapat mengatakan “ Mari kita meningkatkan kinerja dengan  memperdalam ilmu dengan terus belajar menggali potensi supaya kita terus bisa berdaya saing.”  Pimpinan Pascasarjana akan selalu mendorong Staf yang ingin meningkatkan keahlian.

Disamping itu  Koordinator Tata Usaha Endang Cahyaningsih, S.H., M.H. mengatakan “ kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan yang rutin di lakukan oleh Program Pascasarjana tapi  kita perlu koordinasi supaya kegiatan ini berjalan dengan baik dan diharapkan setiap pegawai sudah mengerti akan tugas masing – masing serta melaksanakan penuh tanggung jawab.

Continue reading

23Jun/16
13524427_10209486052364277_8293665543154750340_n

BUKA BERSAMA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JEMBER

13524427_10209486052364277_8293665543154750340_n

Rabu, 22 Juni 2016. Raut kegembiraan terpancar dari seluruh staff Program Pasacasarjana Universitas Jember begitu terlihat, saat Direktur mengundang buka puasa bersama. Acara buka puasa bersama yang didahului dengan sambutan dari Direktur dilanjutkan sholat magrib berjamaah.

Dalam sambutannya Direktur mengatakan “ di acara buka bersama ini disamping untuk mempererat silaturohmi juga sekarang bertepatan dengan tanggal 17 bulan Ramadhan”.

Direktur menekankan “dimalam-malam ganjil diharapkan lebih memperbanyak ibadah dengan semangat”. Pungkasnya.

Dalam sambutan terakhir Direktur mengingatkan kepada seluruh staff untuk lebih meningkatkan kinerja dan berkarya, serta mengupayakan setiap staff dapat meningkatkan kompetensi dalam bekerja.

Acara yang digelar disalah satu rumah makan di daerah Ajung ini juga dihadiri oleh ibu Direktur program Pascasarjana, Sekretaris Direktur,  Ketua Program Studi Multidisiplin Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ketua Program Studi Multidisiplin Program Magister Bioteknologi serta Dosen Program Studi Multidisiplin Magister Bioteknologi.( hr/ysk)

17Jun/16
13474231_10206057754515513_1552807718_n

REKAM MEDIS ELEKTRONIK ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

13474231_10206057754515513_1552807718_n

Oleh : Dony Setiawan Hendyca Putra ( Mahasiswa Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember)

Menurut PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisan-tulisan yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan kepada pasien dalam rangka palayanan kesehatan.

Bentuk Rekam Medis dapat berupa manual yaitu tertulis lengkap dan jelas dan dalam bentuk elektronik sesuai ketentuan. Rekam medis terdiri dari catatan-catatan data pasien yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan. Catatan-catatan tersebut sangat penting untuk pelayanan bagi pasien karena dengan data yang lengkap dapat memberikan informasi dalam menentukan keputusan baik pengobatan, penanganan, tindakan medis dan lainnya. Dokter atau dokter gigi diwajibkan membuat rekam medis sesuai aturan yang berlaku.

Continue reading

13Jun/16
bahanpokok

“Naiknya Harga Bahan Pokok Selama Bulan Ramadhan”

bahanpokok

Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat selama bulan Ramadhan merangkak naik (12/6/2016) “Sudah biasa harga-harga pada naik jelang puasa, begitu juga kalau mau lebaran, pasti selalu naik. Cuma kami berharap, harga-harga ini segera dinormalkan, karena mempengaruhi  daya beli warga,” ucap sebagian masyarakat.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Jember Dr. Siti Komariyah, S.E., M.Si. mengatakan “Fluktuasi harga  dalam suatu perekonomian terjadi karena adanya pergerakan kurva permintaan dan penawaran yang diakibatkan oleh adanya perubahan salah satu atau lebih faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran kurva  permintaan dan penawaran. Kekuatan pergesaran kurva permintaan dan penawaran akan menentukan tinggi rendahnya tingkat harga yang berlaku di pasar. Sebagaimana pergeseran kurva permintaan sebagai akibat meningkatnya permintaan menjelang bulan ramadhan yang terjadi setiap tahun (seasonal). Meningkatnya konsumsi masyarakat  dalam memenuhi kebutuhan selama bulan ramadhan ditambah dengan tingginya permintaan barang-barang kebutuhan untuk lebaran, yang mengakibatkan terjadinya pergeseran kurva permintaan. Bertambahnya permintaan jika tidak diimbangi dengan penawaran yang sebanding akan memicu kenaikan harga. Biasanya kenaikan harga seperti ini hanya bersifat sementara, setelah musim lebaran berlalu seiring dengan itu harga-hargapun akan bergerak turun (normal). Namun perlu diwaspadai terjadinya inflasi jika setelah lebaran harga tidak bergerak turun.”

Continue reading

13Jun/16
nail

“MENJAGA INDEPENDENSI KOMISI PEMILIHAN UMUM”

nail

Ditulis Oleh : Muhammad Hoiru Nail SH.,MH. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum S3 FH Unej. Asisten Peneliti Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (PUSKAPSI) FH UNEJ.

Pemilihan Umum merupakan hal yang akhir akhir ini menjadi topik pembicaraan nasional yang hangat, Hal tersebut dibuktikan dengan pembahasan atas perubahan atas Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang. (Dalam artikel akan disebut Undang-Undang Pilkada). Dewan Perwakilan Rakyat sedang melakukan pembahasan atas beberapa pasal yang ada dalam undang-undang Pilkada tersebut sebagai bentuk manifestasi reperesentatif atau mengikuti kebutuhan hukum kekinian. Beberapa topik yang menjadi pembahasan antara lain terkait uji publik pasangan calon, persyaratan calon independen, sengketa hasil Pemilukada, serta tugas dan kewenangan dari KPU dll.

Hal yang layak untuk diperdebatkan dan dilihat dari segi ilmu hukum adalah terkait norma baru yang dirumuskan oleh DPR yakni merumuskan Pasal 9 “Tugas dan Kewenangan KPU adalah menyusun dan menetapkan Peraturan KPU serta pedoman teknis pemilihan setelah berkonsultasi dengan DPR dan Pemerintah dalam rapat dengar pendapat yang keputusannya mengikat”. Sepintas membaca rumusan norma tersebut tidak ada yang salah, tetapi sebenarnya rumusan norma tersebut telah merampas indepensi dari KPU sebagai penyelenggara pemilihan umum.

Continue reading

02Jun/16

Diklat wira PMR KSR PMI Universitas Jember di Gedung Program Pascasarjana Universitas Jember

Jpeg

Diklat yang digunakan sebagai pembinaan relawan-relawan muda, penambah motivasi kemampuan bagi adik adik PMR tingkat wira begitu menurut elwana kusdianto salah satu relawan PMI kabupaten jember

“Lagaparamnduta sudah dilakukan kesebelas kalinya kegiatan yang sebenarnya dilakukan 2 tahunan ini digunakan sebagai ajang Laga dengan fungsi kegiatan pembinaan dan evaluasi” tambahnya.

Kegiatan yang dilakukan di gedung Pascasarjana Universitas Jember rencananya akan diadakan selama 2 hari ini untuk mencetak bibit unggul dari tingkatan pelajar SMU dan sederajat. (ysk/hr)