13Nov/18

SDGs Center UNEJ Sebagai Wujud Responsif Tri Dharma Perguruan Tinggi

Direktur Pascasarjana UNEJ sekaligus Ketua SDGs Center UNEJ Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S. menjadi pembicara di Politeknik Negeri Jember dengan Tema “ Peran serta Pendidikan Tinggi Vokasi dalam Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kegiatan Tri Dharma (13/11/2018).

Seperti diketahui bahwa Universitas Jember dengan SDGs Center UNEJ sebagai wujud Responsif Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Visi menjadi pusat kajian dan pengembangan untuk mencapai sinergitas kegiatan-kegiatan terkait implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Menurut Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, MS. ada yang berbeda antara Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Tujuan Pembangunan Milenium” dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang didalamnya memiliki 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dan mempunyai tenggat waktu yang ditentukan.

“ada penyempurnaan yang lebih komprehensif dengan melibatkan lebih banyak Negara dengan tujuan universal serta memperluas sumber pendanaan (Pemerintah, Swasta, dan Sumber lain)”, ungkapnya.

“Selain itu perbedaan yang lain menekankan pada hak asasi manusia dalam penanggulangan kemiskinan, melibatkan seluruh pemangku jabatan, menargetkan untuk menuntaskan seluruh indikator dan cara pelaksanaan”,imbuhnya.

Indonesia berkomitmen melaksanakan SDGs untuk transformasi peradaban global yang lebih adil, damai, sejahtera, dan berkelanjutan.

“ Komitmen tersebut diwujudkan dengan Perpres Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”,tuturnya. Continue reading

05Nov/18

Pasar Desa Bikin Makmur Desa

Nanik Hariyana Mahasiswa Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember mengatakan “ sangat senang jika ada Desa yang mendirikan pasar karena itu sebuah aset ekonomi desa”.

“Pasar memiliki kontribusi yang besar bagi kehidupan masyarakat pedesaan, tidak hanya di bidang ekonomi tapi juga di bidang sosial dan budaya. Pasar desa pada masyarakat pedesaan dapat diartikan sebagai pintu gerbang yang menghubungkan masyarakat tersebut dengan dunia luar. Hal ini menunjukkan bahwa pasar mempunyai peranan dalam perubahan-perubahan kebudayaan yang berlangsung dalam suatu masyarakat”  ungkapnya.

“Pasar Desa harus mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya Pemerintah Desa sebagai tonggak ekonomi pedesaan. Dan juga diperlukan suatu upaya pemberdayaan terhadap pasar desa agar tetap terjaga eksistensinya untuk mampu bersaing dengan pasar modern”imbuhnya.

Mengungkap data dasar potensi pasar desa sebagai acuan pengembangan. Mencari masukan secara partisipatif pembangunan dan pengembangan pasar desa dari staekholder yang ada.

“Bisa melakukan Penelitian  jenis penelitian deskriptif, jadi dalam hal ini berusaha menggali dan mencari fakta-fakta atau bukti, serta permasalahan yang berhubungan dengan pemberdayaan pasar tradisional. Metode penarikan sampel yang digunakan  bersifat purposive sampling yaitu memilih informan yang dianggap mengetahui dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data”,pungkasnya. Continue reading

26Oct/18

“I can do it, I must do it”

Pascasarjana Universitas Jember menggelar Yudisium Periode II Tahun Akademik 2018/2019 (26/10/2018) di aula lantai III gedung Pascasarjana Universitas Jember.

Pada Yudisium kali ini Riskita Ikmala Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat berhasil meraih indeks prestasi tertinggi dengan IPK 3,98 dengan judul penelitian “Pengaruh Karakteristik Individu, Antibodi, Lingkungan Kerja Terhadap Kejadian Sick Building Syndrome (SBS)”. Saat ditanya bagaimana cara melakoni proses belajar sehingga mencapai prestasi tersebut gadis berwajah manis ini mengaku memanajemen waktu dalam menyelesaikan tesis perlu strategi jitu.

“Setiap penelitian seseorang pasti mengalami kendala, oleh karena itu saya mengantisipasi dengan memulainya lebih awal, kemudian merencanakan step by step untuk sampai pada akhir penelitian saya”, ungkapnya.

Motivasi diri adalah hal yang terpenting kemudian melakukan tindakan yang tepat.

“Ada satu hal yang selalu saya jadikan motivasi diri yaitu kepercayaan diri dengan meyakini bahwa “I can do it, I must do it” saya bisa dan saya harus melakukan itu.  Menurut saya keyakinan diri dan bertindak adalah hal penting yang harus saya lakukan”,katanya.

Pembelajaran selama Magister wajib melaksanakan tugas yang dosen berikan tepat waktu.

Riskita juga mengatakan “Pembelajaran selama Magister wajib untuk melaksanakan semua tugas dari dosen tepat waktu dan serius, jadi selama ini ketika ada tugas presentasi, take home ataupun turun lapang, saya melakukan dengan serius dan merasa senang”.

Plagiarisme pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri  adalah tindakan yang tidak baik dalam akademisi.

“Saya tipe yang anti copas, saya selalu mengerjakan tugas dengan gaya sendiri dan bahasa sendiri walaupun jadi lebih lama”,imbuhnya.

Menjadikan teman kuliah sebagai saudara, menjaga hubungan yang harmonis salah satu kunci keberhasilan dalam studi.

“Bayangan saya sebelum kuliah saya pikir teman-teman saya tidak asik dan berumur tetapi ternyata subhanallah saya bertemu dengan teman-teman yang super baik dan sangat pengertian, perkenalan diawal dengan mereka membuat kita makin mengenal satu dengan yang lainnya dan pada akhirnya kita akan menemukan seorang sahabat yang melebihi saudara”, tuturnya.(hr)

24Oct/18

Diskusi Masa Depan Pangan dan Pertanian di Pascasarjana UNEJ


Tengah: Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S. ( Direktur Pascasarjana UNEJ)
Kiri :Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si.( Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB)
Kanan: Dr. Ir. Jani Januar, MT. (Ketua Perhepi Komda Jember)
22 Oktober 2018, Dalam sebuah sesi diskusi tentang Masa Depan Pangan dan Pertanian di Pascasarjana UNEJ yang diikuti Dosen dan Mahasiswa

 


Peserta yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa


Sesi Tanya Jawab

24Oct/18

Universitas Jember Jajaki Kerjasama Penelitian Jejak Karbon Dengan Institut Pertanian Bogor

Jember, 23 Oktober 2018

Para peneliti Universitas Jember menjajaki kerjasama penelitian jejak karbon (carbon footprint) bersama peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB). Rintisan kerjasama ini dimulai dengan kegiatan sharing session antara Dr. Ir. Nunung Nuryartono, MSi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB), yang juga peneliti jejak karbon, dengan para peneliti lintas disiplin di Universitas Jember di gedung Pascasarjana hari Senin sore (22/10). Kegiatan sharing session bertema Inequality Carbon Footprint In Indonesia ini difasilitasi oleh Program Studi Pascasarjana Universitas Jember bersama Kelompok Riset SDGs. Selain dihadiri para peneliti di Kampus Tegalboto, kegiatan diskusi juga menggunakan fasilitas video conference sehingga bisa diikuti oleh peneliti dari perguruan tinggi, dan lembaga lainnya.

Selanjutnya

23Oct/18

Pendidikan Tinggi Wajib Berubah Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Jember, 22 Oktober 2018

Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bakal menghapus banyak pekerjaan. Lantas pekerjaan apa yang bakal bertahan di era Revolusi Industri 4.0. ? Bagaimana perguruan tinggi harus menyiapkan lulusannya agar mampu berkompetisi ? Pertanyaan ini menjadi diskusi hangat saat kuliah umum bertema Pendidikan Tinggi dan Era Entrepreunership di Era Revolusi Industri 4.0  yang disampaikan oleh Dr. Ir. Nunung Nuryartono, MSi., Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) di hadapan mahasiswa S2 dan S3 Universitas Jember di Gedung Soerachman (22/10). Dan jawabannya menurut Dekan FEM IPB, pekerjaan yang tidak pernah tergantikan oleh kemajuan TIK adalah pekerjaan yang membutuhkan daya inovasi dan kreativitas. Oleh karena itulah tugas perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusan yang inovatif dan kreatif.

Selengkapnya