03May/16
KEGIATAN

SHARING SESSION DISERTASI DOKTOR UNIVERSITAS JEMBER.

13161230_10205767225012457_154423972_o

Jember, 2 Mei 2016. Sharing session disertasi Doktor Universitas Jember yang dihadiri oleh sekitar 75 peserta dari mahasiswa Program Doktor dan Magister Pogram Pascasarjana Univeristas Jember di lantai 1 gedung CDAST lama, yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Jember. Dibuka oleh Direktur Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S. Bertindak sebagai Moderator Ketua Program Studi Magister Bioteknologi, Prof. Tri Agus Iswoyo, beberapa dosen turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Prof. Bambang Sugiharto yang juga ketua C-DAST Universitas Jember.

Acara sharing session ini menghadirkan pemateri yang juga peneliti muda fresh graduate lulusan Luar Negeri antara lain Agung Nugroho Puspito, S.Pd., M.P., Ph.D, membahas tentang Genetic improvement of cotton for herbicide and bollworm tolerances. Erlia Narulita, S.Pd., M.Si., Ph.D. membahas tentang Molecular study on dynamic interaction between Ralstonia solanacearum and its phages in biocontrol of bacterial wilt disease. Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. membahas tentang Study on structure and func/on of sucrose phosphate synthase (SPS) from sugarcane,  seangkan pemateri terakhir, Muhammad Ubaidillah S.Si., M.Agr., Ph.D. membahas tentang  Transgenic Rice Overexpressing anti-Apoptosis Gene Related with Drought Stress Tolerance and endows to multiple stress tolerance.

Continue reading

02May/16
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional tim website Program Pascasarjana Universitas Jember mencoba mengulas tentang sosok pimpinan berlatar kesederhanaan, dengan berkunjung ke rumah bapak Prof. Dr. A. Khusyairi, M.A. salah satu guru besar Universitas Jember. Banyak ulasan menarik tentang Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei mendatang. Suhu ruang rumah Jalan Nanas No 2 Jember yang stabil, membuat suasana lebih tenang dan rileks.

Sejarah memang menentukan orang untuk menjadi sukses, dan dari hal-hal yang kecilah semua terus berjalan hingga besar. Prof. Dr. A. KHUSYAIRI, M.A. salah satu dari sekian hal yang kecil tersebut. Mulai tahun 1964 berkarya menjadi dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Jember, pada saat itu masih bergabung dengan Universitas Brawijaya dan bernama Universitas Tawang Alun.

Khusyairi kecil tidak menyangka kehidupanya akan berubah seperti ini, dengan banyak kesuksesan yang diraihnya, mulai pendamping hidup yang selalu setia bersama sampai hari ini, putra-putrinya yang tumbuh dewasa dan sukses meraih cita-citanya. Dosen yang berhasil meraih gelar profesor dan kini sudah pensiun kini, sungguh anak desa dari keluarga sederhana di kota pisang Lumajang hanya memiliki cita-cita yang sederhana, ingin merubah nasib diri.

Continue reading

02May/16
Mohammad Tohir.2

Sosok Guru Profesional yang Ideal Ala Ki Hajar Dewantara

Mohammad Tohir.2

Penulis: Mohammad Tohir, S.Pd.

13129059_10204862928653119_582136089_o

Setiap tanggal 2 Mei Masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Hal ini bertepatan dengan hari ulang tahun Sang Guru Kita, yaitu Ki Hadjar Dewantara. Beliau merupakan salah satu Pahlawan Nasional di Indonesia yang dikenal dengan sebutan Bapak Pendidikan Nasional. Semboyan Sang Guru yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Semboyan ini memiliki arti bahwa setiap diri kita  harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi insan yang berkarakter. Untuk mengenang jasa beliau, maka Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada setiap tanggal 2 Mei tidak bisa dipisahkan dari sosok seorang Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia.

Ada lima point penting yang dapat Penulis temukan dari Sosok Ki Hajar Dewantara untuk menjadi guru profesional yang ideal, berikut lima point penting tersebut:

  1. Ki Hajar Dewantara Berani Melakukan Perubahan

Ki Hadjar Dewantara dilahirkan pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Ayahnya seorang pangeran yang bernama Pangeran Suryaningrat yang merupakan putra Paku Alam ke-4 dari Yogyakarta. Beliau menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaj Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.

Soewardi muda sangat ulet sebagai seorang wartawan muda, beliaunya juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, beliaunya aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya. beliaunya juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD). Ketika kemudian DD mendirikan Indische Partij, Soewardi diajaknya pula.

Selama di Belanda Soewardi muda memanfaatkan kesempatan ini untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran. Setelah Soewardi muda kembali ke Indonesia pada bulan September 1919. Segera kemudian ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa. Kemudian beliau memusatkan perjuangan melalui pendidikan dengan mendirikan perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 JuIi 1922. Perguruan ini merupakan wadah untuk menanamkan rasa kebangsaaan kepada anak didik. Ajaran Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Artinya adalah di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan.

Continue reading

02May/16
alik

Selamat Hari Pendidikan Nasional

alik

Makna Pendidikan Nasional menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  20   Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.  Menurut saya makna pendidikan nasional merupakan senjata negara dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu wajah pendidikan nasional juga merupakan wujud jati diri bangsa. Setiap orang berhak untuk memperoleh pendidikan yang layak karena pendidikan merupakan suatu arahan yang dapat mengatur tingkah laku manusia mulai dari usia dini hingga dewasa. Mencakup proses panjang yang ditempuh untuk memperoleh ilmu yang lebih luas dan tercapai pemikiran serta cara pandang yang lebih luas agar memiliki kepribadian yang lebih baik.

Alik Ul Rochmana, S.Pd. Mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Universitas Jember mengatakan “kita sudah sepatutnya menjalankan tri dharma perguruan tinggi sebagai amanah yang dititipkan universitas kepada para mahasiswa. Tidak hanya menjalankan kewajiban pendidikan seputar kuliah namun juga menjalankan penelitian dan pengabdian. Karena bagaimanapun ilmu yang kita dapatkan dan kita miliki akan lebih bermanfaat jika kita dapat membagi kepada orang lain karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.

Continue reading

02May/16
13128697_10204701341092646_1084953627_o

Memperingati Hari Pendidikan Nasional

13128697_10204701341092646_1084953627_o

Foto: Humas Universitas Jember.

Universitas Jember mengadakan Upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional Senin 2 Mei 2016 dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Jember Drs. Moch. Hasan, Ph.D dan diikuti oleh seluruh warga Universitas Jember  bertempat di lapangan depan Pepustakaan Universitas Jember.

Hari Pendidikan Nasional yang  merupakan hari lahir Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang pemikirannya menjadi benih bertumbuhnya pendidikan Indonesia. Ki Hajar Dewantara mengumandangkan pemikirannya tentang pendidikan Indonesia, yaitu Ing Ngarso Sing Tulodo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani.

Dalam sambutannya Drs. Moch Hasan, Ph.d mengatakan” Kita sebagai Civitas Akademika Universitas Jember harus ikut menjadi bagian terpenting dalam kemajuan pendidikan dan meneladani perjuangan yang telah dilakukan oleh pejuang bangsa  Ki Hajar Dewantara”. “Kepada adik-adik mahasiswa terima kasih telah ikut andil dalam mengharumkan nama Universitas Jember dengan meraih banyak prestasi tingkat nasional maupun internasional, “tuturnya.

Continue reading

02May/16
KEGIATAN

MATERI SHARING SESSION DOKTOR UNIVERSITAS JEMBER

MATERI:

  1. Study on structure and function of sucrose phosphate synthase (SPS) from sugarcane. (SILAHKAN KLIK)
  2. Alteration of Hormone Levels in Transgenic Rice Overexpressing anti-Apoptosis Gene Related Drought Stress Tolerance Under Stress Condition.(SILAHKAN KLIK)
  3. Molecular Study on Dynamic Interaction between Ralstonia solanacearum and its phages in biocontrol of bacterial wilt disease. (SILAHKAN KLIK)
  4. Genetic Improvement of Cotton for Herbicide and Bollworm Tolerance.(SILAHKAN KLIK)

 

 

 

 

30Apr/16
KEGIATAN

Endang Cahyaningsih, S.H.,M.H : “Bapak/Ibu harus bangga Akreditasi Institusi Universitas Jember meraih A”

123

Pelaksanaan Tes TPA-TKBI Program Pascasarjana Universitas Jember Gelombang II Tahun Akademik 2016/2017 Semester Gasal Sabtu, 30 April 2016 bertempat di gedung Program Pascasarjana Universitas Jember di ikuti 94 peserta yang terdiri dari berbagai Program Studi S2 dan S3.

Koordinator Tata Usaha Program Pascasarjana Universitas Jember Endang Cahyaningsih, S.H.,M.H. dalam pembukaanya memberikan penjelasan tentang aturan yang harus dipatuhi oleh peserta dan memberikan apresiasi terhadap peserta yang penuh semangat untuk terus melanjutkan studi. “Terima Kasih telah memilih Universitas Jember sebagai tempat menempuh studi, dan Bapak/Ibu juga harus bangga Akreditasi Institusi Universitas Jember meraih A,”ujarnya.

Continue reading

29Apr/16
logoposikm

Bertolak ke Universitas Gadjah Mada untuk mempresentasikan Karya Ilmiah

IMG_20160423_151041

Khairul Anwar, S.KM lulusan S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember dan saat ini sedang menempuh S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Universitas Jember patut dibanggakan, sesuai misi dan tujuan Universitas Jember, salah satunya adalah terwujudnya lulusan yang cendikia dengan mengembangkan sains melalui berbagai penelitian dan mampu berkompetisi di tingkat Nasional. Baru-baru ini Khairul Anwar menjadi pemakalah pada Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang di selengarakan oleh Bagian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (23/4/2016). Pada seminar tersebut mengangkat tema “standarisasi penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Iklim Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”

IMG_20160423_142718

Kegiatan tersebut awali dengan penyampaian keynote speaker oleh Prof. Dr. dr. KRT. Adi Heru Sutomo, M.Sc kemudian dilanjutkan pembicara panel oleh guru besar bidang K3 yaitu Prof. Dr. dr. Santoso, M.S., Sp. Ok dan Bapak Sukaelan, S.H, M.Kes selaku praktisi K3. Selain itu, acara ini di hadiri oleh ketua APKJK3 (Asosiasi Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan beberapa tokoh K3 di Indonseia. Setelah itu, dilanjutkan oral presentation oleh beberapa peneliti di bidang K3 dari perguruan tinggi dan perusahaan se- indonesia diantaranya adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Sriwijaya, Universitas Jember, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Universitas Balikpapan, Universitas Jambi, Universitas Riau, Universitas Medan, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Hang Tuah, Universitas Baiturrah Padang, Universitas NU Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandira, Universitas Gontor Ponorogo, STIKES Surya Global, PT. Pupuk Kalimantan Timur dan beberapa instansi perguruan tinggi dan perusahaan BUMN dan swata lainya.

Khairul Anwar, S.KM mengatakan “Menjadi pemakalah di seminar nasional merupakan pengalaman kedua saya, pada presentasi kali ini saya mengangkat penelitian tentang menagement risiko dengan judul “Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Pengendalian Risiko pada pekerjaan Tambang Belerang (Studi pada Pekerja Tambang Belerang di Taman Wisata Kawah Ijen)”. Selain menjadi pemakalah, ketika menjadi mahasiswa S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Alhamdulillah saya telah keliling Indonesia dengan mengikuti lomba karya tulis ilmiah dan telah mendapatkan beberapa Juara baik di tingkat Nasional maupun regional.”

Continue reading

28Apr/16
logoposikm

Best Practice dalam Dokumentasi dan Publikasi Membantu Provider Kesehatan Melawan Tuberculusis (TB)

13020467_10204583122936759_1591203893_n

Oleh: M. Henri Wahyono
Mahasiswa Program Pascasarjana  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pepatah ini menyiratkan betapa berharganya sebuah pengalaman untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, tindakan bahkan dapat memecahkan masalah bagi yang mengadopsi pengalaman baik yang disampaikan secara langsung ataupun melalui media massa dalam penyampaiannnya.  Ini berlaku pada para provider kesehatan khususnya ketika melakukan intervensi program pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberculosis (TB). TB Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus. Upaya penanggulangan penyakit ini masih terus diikuti oleh peningkatan penyebaran epidemic di berbagai wilayah di Indonesia walaupun strategi DOTS (Direct Observe Treatment Short Course) yang dilakukan sejak tahun 1999 lalu dinilai strategis secara cost-effectiveness.

Best practice atau pengalaman terbaik merupakan kumpulan dari berbagai program yang menunjukkan keberhasilan intervensi. Dalam hal ini termasuk intervensi penanggulangan penyakit TB. Best Practice tidak harus selalu mengacu pada pengalaman sempurna dan terstandar tanpa adanya kesalahan pada saat melakukan intervensi, namun dalam Best Practice  lebih mengetengahkan fakta intervensi yang telah terjadi, khususnya pada nilai dan pembelajaran yang bisa diambil dari program yang dijalankan meliputi proses penerapan pengetahuan, perbaikan dan berbagi pengalaman. Pengalaman ini tentu tidak hanya semata pengalaman namun dilakukan oleh provider kesehatan mulai dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Puskesmas, Rumah Sakit baik negeri ataupun swasta, klinik, masyarakat ataupun perorangan.

Continue reading