06Dec/16
widhi.1

Australia Indonesia Science Symposium (AISS) di Canberra, Australia.

widhi

Penulis: Widhi Dyah Sawitri, Ph.D. Dosen Program Studi Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember.

Tanggal 28 November hingga 1 Desember 2016, pertama kali diselenggarakannya Australia Indonesia Science Symposium (AISS) di Canberra, Australia. AISS ini adalah forum yang mempertemukan antara ilmuwan senior dan junior baik dari pihak Indonesia maupun Australia, sehingga diharapkan melalui forum ini dapat terjalin kerjasama sains antara kedua negara tersebut mengingat kerjasama sains antara Indonesia dan Australia sudah berjalan beberapa dekade. Acara ini turut dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang  Brodjonegoro, Menteri Pembangunan Internasional dan Pasifik Australia Concetta Fierravanti-Wells, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Australia Andrew Holmes, dan Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Sangkot Marzuki.

Topik yang dibahas dalam forum AISS ini sangat beragam mulai dari bidang kesehatan, pertanian, kelautan, dan informatika. pada hari pertama tanggal 28 November 2016 dalam AISS, Prof. Bambang Sugiharto, salah satu guru besar Universitas Jember sekaligus dosen beberapa mata kuliah di Program Studi Magister  Bioteknologi Pascasarjana Universitas Jember, menjadi salah satu Public Plenary Speaker sesi pertanian.

Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Bambang Sugiharto memberikan materi mengenai GMO tebu bersama Professor James Dale dari Australia yang mengembangkan GMO pisang  dengan kandungan beta-karoten dan Dr. Andrew Ash sebagai kepala riset ilmuwan di CSIRO bidang pertanian, Australia dan telah menjalin kerjasama dengan Universitas Jember dalam riset cassava (dengan grup Prof. Achmad Subagio).

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
05Dec/16
RKA

Dr. Purnamie Titisari, S.E., M.Si. : “Kami Siap Membantu Semaksimal Mungkin”

rapat kegiatan dan anggaran

Kegiatan Rapat Kerja Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran 2018 Program Pascasarjana Universitas Jember.

Program Pascasarjana Universitas Jember mengadakan rapat penyusunan rencana kegiatan dan anggaran 2018 dengan melibatkan satuan pendukung, Satuan Pengawasan Internal dan Badan Penjamin Mutu, sebagai bentuk keterkaitan kerjasama dan sinergitas antar lembaga di lingkungan Universitas Jember. Dua lembaga yang terlibat masing masing mengirimkan satu wakil untuk pendampingan dalam “urun rembug” penyusunan kegiatan tersebut. Satuan pengawasan internal yang diwakili oleh  Dr. Purnamie Titisari, M.Si dan Badan Penjamin mutu di wakili Dr. Ir. Sigit Winarso .

Kegiatan Rapat Kerja Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran 2018 Program Pascasarjana Universitas Jember yang dilaksanakan mulai tanggal 2 sampai 4 Desember 2016 lalu di Tretes Pasuruan.

Dr. Purnamie Titisari, M.Si. pendamping dari Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Jember mengatakan” Visi SPI Menjadi Satuan Pengawas Internal yang memiliki dedikasi dan profesionalisme tinggi, dan memberikan kontribusi bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan serta membantu universitas mewujudkan good university governance”.

Purnamie juga mengungkapkan SPI sebagai satuan dilingkungan Universitas Jember siap membantu dalam pendampingan penyusunan anggaran.  “Dalam rangka Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran 2018 Program Pascasarjana Universitas Jember, kami siap membantu semaksimal mungkin agar tercapainya sebuah rencana kegiatan serta pengolahan anggaran yang bisa mewujudkan visi dan misi Program Pascasarjana Universitas Jember”, ungkapnya.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
28Nov/16
15280918_1471170499563815_40100961_n

Dr. Yosefa Sayekti, M.Com., Ak: Mendiseminasikan Hasil-Hasil Penelitian di Bidang Bisnis dan Akuntansi”.

15204140_1471151059565759_958903869_o

4 s.d 5 November 2016, Pascasarjana Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember  menyelenggarakan Konferensi Internasional “The 1st International Conference on Business and Accounting Studies (ICBAS) 2016” bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember . Diikuti sekitar  175 peserta dari berbagai wilayah Indoenesia diantaranya  Jakarta, Purwokerto, Bekasi, Batam, Bali, Kutai, Probolinggo, Blitar, dan Jember.

Pemateri diantaranya Elvia Shauki, PhD (University of South Australia), Mr. Fransiscus Monera Largo, Mrs. Grace Marie Villaluz Lape, Mrs. Concepcian Rasalan Racaza (University of San Carlos).

(28/11/2016)  Dr. Yosefa Sayekti, M.Com., Ak. Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan “Tujuan dari kegiatan ini memperoleh pengetahuan termutakhir terkait tema international conference yaitu socio-culture enterpreneurship and corporate accountability di lingkup Indonesia, Filiphina, Australia, dan Internasional pada umumnya, juga mendiseminasikan hasil-hasil penelitian di bidang bisnis dan akuntansi”.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Nov/16
HARI GURU.web

Menjadi Guru Idaman Siswa

Menjadi Guru Idaman Siswa

WhatsApp Image 2016-11-25 at 16.14.51

Oleh: Mohammad Tohir
Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember
dan Guru SMP Negeri 2 Jember

 

Peran Guru ketika disekolah sebagai orang tua bagi siswa. Dimana Guru harus berperan sebagai sosok panutan siswanya agar suasana belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Siapa yang tidak mau menjadi guru yang diidamkan oleh siswa. Sepertinya semua guru akan mengharapkan hal ini. Akan tetapi tahukah kita bahwa semakin minta diidamkan siswa, maka akan semakin jauh kita dari kriteria guru yang layak diidamkan siswa? jika menjadi guru yang diidamkan oleh siswa merupakan tujuan utama kita, maka sebagai guru tidak ada yang namanya profesionalisme lagi, yang ada hanyalah menuruti apa yang siswa mau dan yang diinginkan oleh siswa. Menjadi guru yang diidamkan oleh siswa juga bukan berarti menuruti semua yang siswa mau atau inginkan. Karena jika guru menuruti semua keinginan siswa bisa jadi malah membuat keluar dari tujuan dan kegiatan proses belajar mengajar.

Berikut adalah hasil survey dari pengalaman penulis tentang Guru yang di idamkan oleh siswa. Hasil survey ini didapat setelah upacara Hari Guru pada tanggal 25 November 2016 pagi ini.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
25Nov/16
HARI GURU.web

Muchamad Taufiq, S.H.,M.H : HARI GURU: MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

HARI GURU : MOMENTUM KEMBALI KE JATIDIRI

pak taufiq

Oleh : Muchamad Taufiq, S.H.,M.H. [1]

PENGANTAR

Tiada kata terindah yang dapat diucapkan dihari yang indah ini, kecuali “DIRGAHAYU GURU INDONESIA, DITANGANMU NASIB GENERASI INI KAU BENTUK”. Guru merupakan istilah yang sangat lama telah bersemayam dihati segenap anak bangsa, sebagai “PAHLAWAN TANPA TANDA JASA”. Sebagai tanda penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan, menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Meski term sebagai “Pahlawan Tanda Jasa” itu tidak lagi “seangker” masa lalu seiring dengan berbagai fenomena yang “mungkin” dinilai telah mencederai sebuah tugas mulia sebagai seorang “GURU”.  Dimasa lampau akan selalu terngiang bahwa hampir semua orang tua akan bangga bahkan mendorong kelak anaknya akan menjadi seorang guru, karena “Guru” merupakan profesi teramat mulia, memberikan ilmu yang saat ini lebih dikenal dengan istilah “knowledge transformation”.

Saat ini perlu pemahaman secara normatif bahwa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen maka term ”Guru” tidak lagi sendiri namun bersama “Dosen” yang  mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Justifikasi terhadap kedudukan guru dan dosen  sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Guru dan Dosen didefinisikan profesional. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
24Nov/16

Kunjungan Studi Mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember

Ps. Bioteknologi

23 s.d 25 Nopember 2016 Kunjungan Studi Mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember menuju BB Biogen dan Pusat Penelitian Bioteknologi, Bioindustri Indonesia di Bogor serta dilanjutkan ke PT. Biofarma (Persero) di Bandung dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Bioteknologi Prof. Tri Agus Siswoyo, Ph.D.

Kegiatan kunjungan studi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang bioteknologi serta memperoleh wawasan berwirausaha dalam bidang bioteknologi, menjalin ikatan kerjasama antara PS . Magister Bioteknologi dan instansi-instansi  yang bergerak dalam bidang bioteknologi.

ps. bioteknologi. 1

Alik Ul Rochmana salah satu mahasiswa bioteknologi  mengatakan”  Saat kami sedang berada di pusat penelitian bioteknologi dan bioindustri yang terletak di bogor kami dikenalkan dengan aplikasi hasil-hasil produk bioteknologi yang siap untuk di pasarkan dan sudah produksi skala besar”.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
24Nov/16

Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M. Agr., Ph.D. :”Functional role of removing N-terminal domain results in enhanced sugarcane Sucrose Phosphate Synthase activity”.

widhi

Merck Indonesia (perusahaan farmasi) bersama International Institute for Life-Sciences (i3L) menginisasikan kompetisi riset Merck – i3L Indonesia Life Sciences Award sebagai bentuk apresiasi para ilmuwan Indonesia yang melakukan riset mengenai life science (ilmu hayati), terutama bagi ilmuwan yang telah mengabdikan ilmunya untuk kemaslahatan masyarakat.

Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran ilmuwan akan pentingnya ilmu hayati dan menemukan sebuah terobosan ilmu baru atau ide-ide guna memecahkan masalah kesehatan, pertanian, dan lingkungan di Indonesia. Kompetisi Merck-i3L Indonesia Life Science Award ini pertama adalah seleksi ringkasan penelitian pada akhir September 2016 yang partisipasinya adalah seluruh lembaga riset dan institusi akademisi di Indonesia.

Dari seleksi tersebut, akhirnya terpilih finalis yang akan mempresentasikan poster dan melakukan oral presentation di hadapan para juri yang salah satunya adalah ketua lembaga riset Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, MD, Ph.D.

Akhir september 2016 Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M. Agr., Ph.D. Dosen Program Studi Magister Bioteknologi Program Pascasarjana Universitas Jember berkesempatan untuk  mengikuti kompetisi ini dan akhirnya lolos di seleksi awal, kemudian mewakili Universitas Jember lanjut ke tahap finalis yang seleksinya tanggal 23 November 2016, di Kampus The Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), Jakarta Timur.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
23Nov/16

EDY SUPRIYANTO : MOTIVASI YANG KITA UTAMAKAN SERTA HASIL AKHIR LULUSAN.

F. MIPA

Dr. Artoto Arkundoto, M.Si. mengucap syukur atas terbentuknya Program Studi Magister Fisika MIPA Universitas Jember, “ alhamdulillah, usulan kami diterima tanpa revisi, karena saat pengusulan kita betul-betul all out untuk mendesain Prodi ini”, katanya.

Program Studi Magister Fisika yang dalam pengajuannya di desain untuk memenuhi perkembangan teknologi fisika yang tepat guna dan diarahkan pada industri.  Artoto mengungkapkan “dalam mendesain Prodi Magister Fisika lulusan yang diarahkan ke dunia industri dan mampu bersaing dan memecahkan problem dunia industri”, katanya.

Senada dengan Artanto, Edy Supriyanto salah satu Dosen Jurusan Fisika saat ramah tamah bersama Dewi Prihatini, Ph.D. Sekretaris Program Pascasarjana Universitas Jember, memiliki keinginan untuk desain dan kualitas lulusan Magister Fisika yang tepat guna serta unggul dikawasan ASEAN.

“karena ini Program Studi baru kita coba mendesain kurikulum serta mahasiswa sebagai stageholder agar lebih tepat guna, karena itu motivasi yang kita utamakan serta hasil akhir lulusan setelah menyandang gelar magister, yang mampu menerapkan keilmuannya sesuai visi Program Studi”, ungkapnya.

Artanto memetakan industri dan pertanian di daerah tapal kuda saat ini, diantaranya pesisir Probolinggo dan Pasuruan sebagai sentra. “ disekitar Kabupaten Jember mulai Probolinggo, Pasuruan banyak perindustrian dan sekitar kita banyak pertanian, kita akan berusaha memecahkan beberapa masalah perindustrian, sedangkan kurikulum nanti akan kita masukan materi tentang fisika industri”, katanya.

Continue reading

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS