16Dec/18

Fenomena dan Dampak Meletusnya Gunung Raung, Juli, 2015

Gunung Raung merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa. Aktivitas vulkanik berupa letusan terekam sejak 1586 dan sepanjang tahun dengan periode yang tidak tetap. Berdasarkan catatan sejarah G. Raung merupakan ibu dari semua bukit kecil atau gumuk yang tersebar di Kabupaten Jember. Saat ini berdasarkan komunitas atau kelompok pecinta alam, ada dua jalur pendakian ke Puncak Gunung Raung yaitu Jalur Kalibaru hingga puncak sejati dan Jalur Sumberweringin hingga puncak sejati atau juga ada yang menyebut pucak bayangan. Dalam manuskrip ekspedisi barat di kawasan Hindia Belanda, orang Eropa pertama kali naik ke Raung, adalah inspektur Belanda Bondowoso, Charles Bosch pada bulan Juli 1844. Tiga bulan kemudian, pada 12 Oktober 1844, Franz Wilhelm Junghuhn, seorang naturalis Belanda kelahiran Jerman, menaiki puncak G. Raung bersama-sama dengan Mr Bosch.

http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-raung.html

Pendakian ke Puncak Gunung Raung Jalur Kalibaru

Pada 21 Juni 2015 aktifitas vulkanik G. Raung mengalami peningkatan yang ditandai dengan letusan abu dan lontaran material pijar di kawah puncak serta terekamnya gempa tremor dengan amplitudo maksimum yang terus meningkat secara signifikan, sehingga 29 Juni 2015, pukul 09.00 WIB dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Zona steril 3 kilometer dari puncak Raung dan Desa terdekat jaraknya sekitar 10 kilometer dari puncak ada 10 di 4 kecamatan yang terdampak primer, yang semuanya aman.

Dampak langsung oleh semburan abu G. Raung yang terbawa angin ke segala arah terjadi pada tanaman pangan dan khususnya tembakau yang peka terhadap permasalahan kualitas. Secara umum semburan abu G. Raung ke arah barat, Jember relatif kecil dibandingkan dengan yang ke arah Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan bahkan Bali. Dampak yang sangat dasyat di rasakan masyarakat khususnya berhubungan dengan aktivitas penerbangan. Bandara-bandara yang mengalami penutupan akibat dampak semburan G. Raung adalah Bandara Internasional Juanda Surabaya, Bandara Abdurahman Saleh Malang, Bandara Notohadinegoro Jember, Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi, dan Bandara Udara Internasional Ngurah Rai di Bali. Continue reading

15Dec/18

PASCASARJANA UNEJ BAKTI SOSIAL UNTUK WARGA J88 (Sucopangepok-Jelbuk Jember).

Foto: Penyuluhan Gizi

15/12/2018 Pascasarjana UNEJ melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat mengadakan kegiatan bakti sosial di Desa Sucopangepok Kecamatan Jelbuk  Jember.  Kegiatan tersebut meliputi senam lansia, penyuluhan gizi dan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Dewi Prihatini Wakil Direktur II Pascasarjana UNEJ, Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan kegiatan rutin dari Pascasarjana yang memiliki tiga Program Studi yaitu Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bioteknologi dan Pengelolaan Sumberdaya Air Pertanian yang masing masing memiliki agenda bakti sosial.

Foto: Senam Lansia

Ketua Pelaksana kegiatan Aditya  Sapta Wardana menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini adalah wujud dari kepedulian terhadap sesama dan sebuah kerjasama.

“Kegiatan ini juga telah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Pemerintah Desa Sucopangepok, Puskesmas Jelbuk   dan alhamdulilah masyarakat antusias”, katanya.

Wajah ceria nampak sekali terlihat dari warga hal ini sangat menumbuhkan suasana akrab antara warga dan mahasiswa.

Foto: Pemeriksaan Kesehatan

Rangkaian kegiatan bakti sosial seperti ini, menurut Isa ma’rufi selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan, sebagai suatu kegiatan yang positif.

“Kegiatan Bakti Sosial ini adalah sebuah usaha bersama-sama meningkatkan kesehatan masyarakat”,ungkapnya.

Dalam pemeriksaan kesehatan panitia menyediakan pemeriksaan tes glukosa diperuntukkan untuk masyarakat dan  melayani konsultasi kesehatan .

Foto: Care, Share, Fair

(har/jio)

04Dec/18

PELATIHAN AUDIT INTERNAL INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN MUTU SNI ISO 9001 DAN SISTEM MANAJEMEN ANTI PENYUAPAN SNI ISO 37001

Dalam rangka implementasi Keputusan Rektor Universitas Jember Nomor: 183/UN25/OT/2018 tentang Zone Integritas di Lingkungan Universitas Jember, UNEJ bertekat untuk menerapkannya dalam sistem manajemen mutu integrasi implementasi sistem manajemen mutu (SNI ISO 9001) dan anti penyuapan (SNI ISO 37001) di semua unit kerja. Dalam mempersiapkan, menerapkan, mengevaluasi, dan mengembangkan atau meningkatkannya, UNEJ bekerjasama dengan BSN, sebagai pedamping dan supporting.

30 November hingga 2 Desember 2018 Universitas Jember mengadakan kegiatan PELATIHAN AUDIT INTERNAL INTEGRASI SISTEM MANAJEMEN MUTU SNI ISO 9001 DAN SISTEM MANAJEMEN ANTI PENYUAPAN SNI ISO 37001 yang diikuti oleh sekitar 42 peserta yang mewakili hampir semua personel penjaminan mutu di Universitas , Fakultas, Lembaga, serta UPT di lingkungan UNEJ.

Hari pertama arahan dari Wakil Rektor II UNEJ Drs. Wachju Subchan, M.S., Ph.D. yang kemudian diteruskan pemberian materi Indektifikasi Resiko oleh Sugeng Winarso.

Hari kedua  Refresh SNI ISO 37001 oleh Narasumber Ari Nugraheni dari BSN dan diteruskan dengan pembagian kelompok latihan identifikasi resiko. Pada sorenya diberikan materi dan praktek audit internal oleh Bapak Bagus dari BPSMB-BSN.

Hari ketiga Latihan dan simulasi kelompok kasus temuan audit internal dan tambahan pengalaman dari Ibu Desak kemudian dilanjutkan dengan penutupan serta foto bersama.

 

 

25Nov/18

PERAN UNEJ DALAM PENJAGAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH)

Wakil Rektor II UNEJ Drs. Wachju Subchan, M.S., Ph.D.

Wakil Rektor II UNEJ Drs. Wachju Subchan, M.S., Ph.D. memberikan materi pada Workshop Penghitungan Karbon di Lingkungan Universitas Jember: Peran Strategis Pendidikan Tinggi Dalam Menghadapi Perubahan Iklim dengan judul Early Warning System Cilmate Change: Peran dan Aktif Perguruan Tinggi (25/11/2018) dihadapan Seluruh Perwakilan Himpunan Pencinta Alam di Lingkungan UNEJ bertempat di aula Pascasarjana UNEJ.

Peran UNEJ dalam penjagaan Ruang Terbuka Hijau atau disingkat RTH dengan kebijakan green campus  diantaranya penanaman kembali di kampus tegalboto: 1500 pohon (2017) , penanaman kembali di kampus bondowoso:18.000 pohon (2018) serta peningkatan keindahan kampus yaitu menanam tanaman hias berupa anggrek, dendrobium, vanda dan masih banyak lainnya.

“Kita terus berupaya meningkatan program penghijauan untuk terus menjaga akan kebutuhan karbon di UNEJ”,katanya.

Selain di dalam Kampus, UNEJ juga memberikan kontribusi penguatan RTH di luar kampus diantaranya penelitian UNEJ sebagai dasar dalam kebijakan RTH di Kabupaten Jember.

“Penelitian kita sudah memberikan kontribusi nyata dalam RTH contohnya UNEJ mempunyai peran dalam rehabilitasi hutan Meru Betiri”,ungkapnya.

Ketua Tropical-NRC UNEJ Dra. Hari Sulistiyowati, M.Sc., Ph.D

Senada dengan Drs. Wachju Subchan, M.S., Ph.D, Ketua Tropical-NRC UNEJ  Dra. Hari Sulistiyowati, M.Sc., Ph.D mengatakan UNEJ harus menjadi contoh yang baik bahwa kita harus peduli terhadap lingkungan.

Peserta Workshop  akan menjadi duta karbon yang akan melakukan sampling tentang: cetak karbon print (aktifitas perkantoran, transportasi, manusia dan hewan peliharaan), stok karbon tanah dan vegetasi, supply oksigen, analisis kebutuhan RTH dan neraca karbon yang akan di petakan secara detail di lingkungan kampus Tegalboto dan Jubung UNEJ seluas 9 hektar.

“para peserta akan terlibat langsung dalam kegiatan ini, mereka akan menjadi duta karbon”, katanya.

Hasil Kegiatan ini akan dipublikasikan dalam bentuk poster, buku dan artikel ilmiah.

“Hasil pengambilan data dan analisis penghitungan karbon nantinya akan dipublikasikan berbentuk poster, buku dan artikel ilmiah yang akan ditampilkan di website unej.ac.id”,ungkapnya.

“Ini semua akan menjadi sebuah evaluasi bagi UNEJ untuk melakukan efisiensi dan efektifitas sesuai hasil pemetaan karbon”,imbuhnya. (hr)

24Nov/18

PENGHITUNGAN NERACA KARBON DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER

Tropical – Natural Recources Conservation (NRC)  UNEJ mengadakan kegiatan Workshop Penghitungan Karbon di Lingkungan Universitas Jember: Peran Strategis Pendidikan Tinggi Dalam Menghadapi Perubahan Iklim Bertempat di  aula Pascasarjana UNEJ  yang diikuti oleh Seluruh Perwakilan Himpunan Pencinta Alam di Lingkungan UNEJ.

Workshop Penghitungan Karbon di Lingkungan Universitas Jember: Peran Strategis Pendidikan Tinggi Dalam Menghadapi Perubahan Iklim  mempunyai latar belakang UNEJ sebagai  green campus yang memiliki banyak tanaman sehingga lingkungan UNEJ menjadi hijau hal ini juga perlu didukung data yang akurat secara ilmiah yang dapat dibuktikan; sehingga kontribusi dan dasar pengelolaan Karbon di UNEJ lebih baik dan ilmiah.

“UNEJ sebagai  green campus yang memiliki banyak tanaman sehingga lingkungan UNEJ menjadi hijau hal ini juga perlu didukung data yang akurat secara ilmiah yang dapat dibuktikan”, ucap Dr. Ir. Sugeng Winarso, M.Si. Wakil Direktur I Pascasarjana UNEJ yang sekaligus sebagai narasumber. Continue reading

13Nov/18

SDGs Center UNEJ Sebagai Wujud Responsif Tri Dharma Perguruan Tinggi

Direktur Pascasarjana UNEJ sekaligus Ketua SDGs Center UNEJ Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M.S. menjadi pembicara di Politeknik Negeri Jember dengan Tema “ Peran serta Pendidikan Tinggi Vokasi dalam Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kegiatan Tri Dharma (13/11/2018).

Seperti diketahui bahwa Universitas Jember dengan SDGs Center UNEJ sebagai wujud Responsif Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Visi menjadi pusat kajian dan pengembangan untuk mencapai sinergitas kegiatan-kegiatan terkait implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Menurut Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, MS. ada yang berbeda antara Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Tujuan Pembangunan Milenium” dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang didalamnya memiliki 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dan mempunyai tenggat waktu yang ditentukan.

“ada penyempurnaan yang lebih komprehensif dengan melibatkan lebih banyak Negara dengan tujuan universal serta memperluas sumber pendanaan (Pemerintah, Swasta, dan Sumber lain)”, ungkapnya.

“Selain itu perbedaan yang lain menekankan pada hak asasi manusia dalam penanggulangan kemiskinan, melibatkan seluruh pemangku jabatan, menargetkan untuk menuntaskan seluruh indikator dan cara pelaksanaan”,imbuhnya.

Indonesia berkomitmen melaksanakan SDGs untuk transformasi peradaban global yang lebih adil, damai, sejahtera, dan berkelanjutan.

“ Komitmen tersebut diwujudkan dengan Perpres Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”,tuturnya. Continue reading