23May/18

Berikan Solusi Pengelolaan Air Bersih untuk Masyarakat

Kekeringan merupakan salah satu dari beberapa jenis bencana yang dapat menyebabkan terganggunya proses alamiah antara manusia dan lingkungan. Kekeringan sangat identik dengan kurangnya ketersediaan air disuatu wilayah. Air sangat mempengaruhi keberadaan makhluk hidup dalam melangsungkan proses kehidupan. Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang sebagian besar dikelilingi oleh perairan. Namun World Water Forum (2000) mengatakan bahwa Indonesia pada tahun 2025 diprediksi akan mengalami krisis air (bencana kekeringan).

Dusun pedati merupakan salah satu dusun dari Desa Kampung Baru, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso yang letaknya di atas pegunungan sekitar Kawah Ijen. Dusun Pedati memilik topografi ketinggian ±1.800 mdpl dengan suhu yang rendah sekitar 190 C dan kelembaban yang tinggi. Dusun ini merupakan dusun yang lokasinya hasil dari deforestasi hutan menjadi lahan produksi kopi. Mayoritas masyarakat Dusun Pedati sebagai petani kopi rakyat. Namun dalam melangsungkan hidup di Dusun Pedati, masyarakat selalu mengalami kekeringan (krisis air), baik dalam kebutuhan air sebagai penopang hidup maupun air sebagai proses pengolahan kopi.

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi maka kami melakukan sebuah kajian untuk mengidentifikasi permasalahan air di Dusun Pedati. Hasil identifikasi tandon air dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Berdasarkan hasil identifikasi dan observasi di lapangan bahwa kondisi tandon penampungan air yang ada belum cukup memadai. Sebagian tandon tidak berfungsi sehingga masyarakat memusat ke salah satu tandon yang tersedia. Kemudian setelah dilakukan perhitungan debit air maka dipastikan masih belum cukup memulihkan fungsi tandon yang ada. Pada tandon 1, 4, dan 5 kondisi tandon tidak berfungsi karena kondisi lebih tinggi. Kondisi tersebut tidak seimbang dengan kecepatan aliran air dari sumber sehingga pada saat kondisi tandon yang lebih rendah air bisa mengalir yaitu tandon 2 dan 3. Tandon tembusan kadang-kadang juga mengalir ketika tandon 2 dan 3 dalam kondisi penuh. Tetapi ketika sebaliknya, maka satu Dusun Pedati masyarakat mengambil air di tandon 2 dan 3. Pada tandon 2 dan 3 pun dapat dilihat bahwa volume air yang mengalir sangat jauh dari harapan. Oleh sebab itu sangat perlu upaya konservasi dalam pengembalian fungsi hutan untuk menghasilkan air yang melimpah untuk masyarakat Dusun Pedati. Continue reading

16May/18

Sosialisasi Beasiswa LPDP

12 Mei 2018 Sosialisasi Beasiswa LPDP di Fakultas Teknik Universitas Jember dengan pemateri  Ilmiyah Budi DN, Anjar Putro Utomo BPI LN dan Atika Mustaghfiroh BPI DN.

Peserta terlihat antusias sekali, hal ini dapat dilihat dari sesi tanya jawab dengan 7 penanya dan masing-masing membawa lebih dari 2 pertanyaan.

“Alhamdulillah sosialisasi berjalan dengan lancar dan detail terkait informasi awal untuk menggapai mimpi melalui LPDP”,ungkap Ilmiyah.

 

11May/18

Forum Group Discussion Terhadap Kekeringan Di Lahan Rehabilitasi Taman Nasional Meru Betiri Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo

Permasalahan yang terjadi di lahan rehab diantaranya banyak tanaman pokok yang mati, rawan kebakaran hutan saat kemarau, dan kekurangan air saat musim kemarau. Kegiatan diskusi ini sangat membantu petani lahan rehab dalam pemberian informasi dan pengetahuan teknologi terhadap masalah kekeringan. Petani kesulitan dalam menyimpan air, sehingga perlu membawa air dari sungai atau cekungan dengan jerigen. Dr. Yenny Dhokikah dan Prof Nawianto selaku dosen pengampu mata kuliah Dinamika Sosial dan Kearifan Lokal memberikan masukan untuk menyimpan air saat musim hujan, seperti membuat cekungan kemudian diberi terpal, agar air tidak meresap ke dalam tanah dan bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman pokok saat musim kemarau. Selain itu, bisa juga dengan menangkap kabut dengan jaring-jaring, tetesan embun ditampung dalam bak atau drum. Dr. Luh Putu Suciati selaku dosen pengampu mata kuliah ekonomi lingkungan memeberikan masukan untuk menanbah bibit tanaman Loh di lahan rehab, karena tanaman Loh akarnya mampu menyimpan air, daunna bisa untuk pakan ternak, getahnya bisa untuk obat oles yang terkena gigitan serangga.

Salah satu kearifan lokal masyarakat petani lahan rehab adalah acara selametan atau dikenal dengan istilah Brokohan yang dilakukan ketika buka lahan dan panen. Acara selametan/brokohan bertujuan untuk mensyukuri hasil yang di dapat. Petani lahan rehab masih melakukan adat Cok Bakol, yaitu membuat sesaji dalam bentuk jenang. Jenang tersebut dibacakan doa-doa yang kemudian di letakkan di lahan milik petani. Ada sekitar 70% petani lahan rehab yang masih yakin dengan adat istiadat brokohan dan cok bakol. Kearifan lokal lainnya adalah memanfaatkan putung rokok sebagai pengganti sumbu kompor yang dimasukkan ke dalam lubang botol yang berisi air. Hal ini berfungsi sebagai irigasi dengan cara infus yang dirasa oleh petani lebih efisien terhadap pengairan tanaman pokok.

Penulis: Jenitra Milan Petrina

09May/18

Diskusi Konflik Sosial dan Ketahanannya di Desa Semboro Bersama Kementerian Sosial Jawa Timur dan Dinas Sosial Jember.

Selasa 8/5/2018 Mahasiswa Magister Pengelolaan Sumber Daya Air Pertanian (MPSAP) Pascasarjana Universitas Jember menghadiri kegiatan diskusi berjudul “Penguatan Desa Berketahanan Sosial Tahun 2018” di balai Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Diskusi tersebut menghadirkan para pakar, yaitu Isnaini Dwi Susanti, S.H selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Hanifi selaku perwakilan dari Kapolres Jember, serta Selfi Budi Helpiastuti selaku dosen Universitas Jember. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 75 peserta yang merupakan warga desa Semboro.

Kegiatan diskusi ini dilatarbelakangi oleh konflik sosial yang terjadi di Desa Semboro pada tahun 2015. Konflik sosial tersebut berupa perebutan sumber air yang hanya satu dan memiliki volume kecil. Sehingga terjadilah konflik antar warga sehingga membuat suasana desa tidak rukun dan tidak guyub. Kementerian Sosial Jawa Timur datang ke lokasi kejadian lalu mengusulkan untuk penyelesaian masalah. Kemensos bersama Dinsos Jember melakukan pengeboran sumber air sampai artesis dan penyediaan tandon yang kemudian airnya dialirkan ke rumah warga melalui pipa-pipa.

Warga yang telah mampu meredam konflik sosialnya dan telah mampu mengatur pengelolaan air secara mandiri, kemudian dikukuhkan menjadi Sahabat Pelopor Perdamaian. Pengukuhan tersebut diresmikan secara langsung oleh Kabid Linjamsos Kementerian Sosial Provinsi Jawa Timur dengan membunyikan kentongan secara bersama-sama. Serangkaian kegiatan penyelesaian konflik air di desa Semboro telah menjadi pionir atau percontohan bagi desa-desa lain karena kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Indonesia.

Penulis:
Rhoshandhayani KT
Email: halokakros@gmail.com
Web: www.halokakros.com

 

02May/18

KeRis AgriEcon : Tembakau Tidak Hanya Untuk Rokok Dan Cerutu Saja !

Jember, 30 April 2018

Tembakau tidak hanya untuk bahan pembuatan rokok dan cerutu saja ! Ternyata banyak manfaat yang bisa dikembangkan dari tanaman yang juga dikenal sebagai emas hijau ini.  Dari obat luka bagi penderita diabetes, soft candy sebagai pengganti rokok, bahan penghilang jamur pada perabot kayu, asap cair organik, bahan parfum, hingga potensi tembakau sebagai bahan obat HIV/AIDS. Beragam manfaat  tembakau ini dirangkum dalam buku berjudul Agribisnis Tembakau yang disunting oleh para peneliti Universitas Jember yang tergabung dalam Kelompok Riset (KeRis) AgriEcon. Buku Agribisnis Tembakau diluncurkan pada hari Senin (30/4) di aula Fakultas Pertanian Universitas Jember, yang sekaligus menandai perkenalan KeRis AgriEcon, dalam acara bertajuk Diskusi Terpumpun, Membuka Ruang Inovasi dan Bisnis Untuk Kemajuan Industri.

Selengkapnya